EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Pemerintah Fokus Penataan Kawasan Pesisir

Pemerintah Fokus Penataan Kawasan Pesisir

Pemerintah menargetkan pembangunan satu juta rumah di kawasan pesisir. Penataan kawasan pesisir diharapkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat nelayan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
19 September 2025
Kategori EKOBIS, INFRASTRUKTUR
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,EKOIN.CO- Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menegaskan bahwa penataan kawasan permukiman pesisir menjadi prioritas pembangunan pemerintah. Penegasan ini sejalan dengan arahan Presiden yang menargetkan pembangunan satu juta rumah di kawasan pesisir guna memperbaiki kualitas hidup masyarakat nelayan dan mengurangi masalah permukiman kumuh. Gabung WA Channel EKOIN

Fahri menyebutkan, sebagian besar wilayah pesisir masih identik dengan kawasan kumuh, sanitasi buruk, serta rentan terhadap polusi. “Karena Presiden mengatakan kita akan bangun 1 juta rumah di pesisir. Sementara dari 12.870-an desa di pesisir itu, memang kalau kita baca secara umum pesisir itu identik dengan slum, identik dengan kawasan kumuh,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (19/9/2025).

Menurut Fahri, kondisi tersebut berimplikasi langsung terhadap kesehatan masyarakat. Permukiman kumuh di pesisir kerap menjadi sumber polusi yang membahayakan lingkungan maupun manusia. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan penataan kawasan pesisir sebagai agenda penting yang harus ditangani secara sistematis.

Penataan Pesisir Sebagai Prioritas

Fahri menjelaskan, strategi penataan permukiman pesisir tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan perlunya kolaborasi kebijakan, kelembagaan, program, serta belanja agar upaya pembangunan berjalan terpadu. Model pembangunan pesisir yang terintegrasi diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang sehat, layak huni, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Selain meningkatkan kualitas hidup, pembangunan satu juta rumah di pesisir diyakini menjadi solusi jangka panjang terhadap keterbatasan hunian layak. Dengan jumlah desa pesisir yang mencapai lebih dari 12 ribu, langkah ini dianggap relevan dalam mengurangi kesenjangan sosial di kawasan nelayan.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Wamen PKP juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis kearifan lokal dalam program penataan. Menurutnya, kearifan lokal dapat memperkuat identitas budaya sekaligus memastikan pembangunan tidak mengabaikan nilai-nilai yang sudah melekat dalam kehidupan masyarakat pesisir.

Kolaborasi PKP dan KKP

Dalam rangka mempercepat realisasi program, Fahri melakukan pertemuan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi yang difokuskan pada penataan kawasan permukiman pesisir secara menyeluruh.

Pelaksana Tugas Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Ridwan Mulyana, menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Ia menegaskan bahwa KKP siap berkolaborasi untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat nelayan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

“KKP berkomitmen mendukung langkah ini. Penataan kawasan pesisir tidak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut kelestarian ekosistem dan masa depan nelayan,” kata Ridwan.

Kolaborasi antara PKP dan KKP diharapkan menjadi model pembangunan pesisir yang berkelanjutan. Model ini diyakini akan memperkuat fondasi pembangunan nasional, mengingat kawasan pesisir merupakan salah satu sektor strategis yang menopang ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat.

Lebih lanjut, pemerintah akan menyiapkan skema pembiayaan terpadu yang melibatkan berbagai sumber, baik dari anggaran negara maupun kerja sama dengan pihak swasta. Dengan pola ini, pembangunan permukiman pesisir diharapkan dapat berlangsung konsisten dalam jangka panjang.

Komitmen pemerintah pusat juga akan diperkuat dengan koordinasi bersama pemerintah daerah. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar program pembangunan satu juta rumah pesisir bisa tercapai sesuai target.

Jika program ini berjalan sesuai rencana, tidak hanya permukiman kumuh yang berkurang, tetapi juga akan tercipta kawasan pesisir yang layak huni, sehat, serta mendukung peningkatan ekonomi masyarakat lokal.

Pada tahap selanjutnya, pemerintah menargetkan penataan pesisir dapat menjadi model percontohan yang bisa diterapkan di berbagai wilayah Indonesia. Dengan begitu, upaya ini tidak sekadar menyelesaikan masalah permukiman, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi ketahanan lingkungan.

Kebijakan ini sekaligus menjadi jawaban atas tantangan perubahan iklim yang kerap mempengaruhi kawasan pesisir. Dengan penataan yang terintegrasi, kawasan pesisir dapat lebih tahan terhadap dampak perubahan iklim seperti banjir rob maupun abrasi.

Langkah ini dipandang penting karena sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan. Dengan lingkungan yang sehat dan permukiman yang layak, produktivitas nelayan diperkirakan akan meningkat.

Pemerintah optimis, kolaborasi antara PKP, KKP, serta pemangku kepentingan lainnya dapat menghadirkan solusi yang komprehensif. Tujuan akhirnya adalah mewujudkan kawasan pesisir yang berdaya saing, berkelanjutan, dan memberikan kesejahteraan nyata bagi masyarakat.

Program ini juga diharapkan mampu mendorong partisipasi masyarakat secara aktif. Pemberdayaan masyarakat pesisir akan menjadi bagian penting agar penataan yang dilakukan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.

Dengan dukungan semua pihak, penataan kawasan pesisir dapat menjadi salah satu tonggak pembangunan yang membawa manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

Penataan kawasan pesisir menjadi agenda penting pemerintah untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat dan mengurangi permukiman kumuh.

Fahri Hamzah menegaskan bahwa pembangunan satu juta rumah di kawasan pesisir akan menjadi langkah nyata untuk mencapai target tersebut.

Kolaborasi antara PKP dan KKP menjadi strategi utama untuk mewujudkan penataan pesisir yang terpadu dan berkelanjutan.

Dukungan kelembagaan, pembiayaan, serta partisipasi masyarakat akan menentukan keberhasilan program ini.

Dengan langkah terintegrasi, penataan kawasan pesisir dapat menghadirkan lingkungan sehat, layak huni, serta mendukung keberlanjutan hidup nelayan dan masyarakat lokal. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


.

Tags: KKPpembangunanpenataan kawasanpermukimanpesisirPKP
Post Sebelumnya

Prabowo tampilkan capaian lewat bioskop

Post Selanjutnya

Kejati Sumbar Bongkar Skandal Dana Trans Padang

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Kejati Sumbar Bongkar Skandal Dana Trans Padang

Kejati Sumbar Bongkar Skandal Dana Trans Padang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.