EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Kasus Keracunan Pemerintah Wacana Ubah MBG Jadi Uang Tunai

Kasus Keracunan Pemerintah Wacana Ubah MBG Jadi Uang Tunai

Istana menegaskan MBG tetap skema terbaik. Wacana bantuan tunai muncul akibat kasus keracunan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
21 September 2025
Kategori EKOBIS, INFRASTRUKTUR
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,EKOIN.CO-  Istana menanggapi wacana perubahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi bantuan uang tunai. Usulan tersebut dinilai positif sebagai masukan, namun pemerintah menegaskan skema MBG yang ada saat ini tetap dianggap paling efektif untuk memastikan gizi anak sekolah.

[Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v]

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, pemerintah terbuka terhadap berbagai ide yang berkembang, termasuk wacana mengganti MBG dengan skema bantuan langsung berupa uang. Namun ia menekankan bahwa kebijakan yang sedang berjalan telah melalui kajian menyeluruh dan dirancang untuk menjamin kebutuhan gizi anak di sekolah.

“Ide kan banyak, bukan berarti ide tidak baik,” ujar Prasetyo Hadi dalam keterangannya. Ia menambahkan bahwa pemerintah tetap fokus pada tujuan utama program, yakni memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang layak.

MBG dan isu keracunan makanan

Usulan perubahan skema ini mencuat setelah muncul kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa penerima MBG di beberapa daerah. Peristiwa tersebut memicu perdebatan publik mengenai mekanisme distribusi makanan yang selama ini berjalan.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Banyak pihak berpendapat pemberian uang tunai kepada orang tua siswa bisa menjadi solusi agar mereka dapat memilih sendiri makanan bergizi bagi anak-anak. Namun, pemerintah menilai pola tersebut justru berpotensi tidak terkontrol, sehingga tujuan meningkatkan gizi anak sekolah bisa melenceng.

MBG sendiri diluncurkan sebagai salah satu program prioritas nasional untuk menekan angka stunting, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda. Dengan skema ini, siswa di sekolah negeri maupun swasta tertentu memperoleh makanan bergizi secara langsung setiap hari.

Kasus keracunan yang sempat terjadi telah ditangani oleh dinas kesehatan setempat. Evaluasi pun terus dilakukan untuk memperketat pengawasan terhadap penyedia makanan dan proses distribusinya.

Pemerintah tegaskan keberlanjutan MBG

Istana memastikan, meskipun muncul wacana uang tunai, pelaksanaan MBG tetap berjalan sesuai rencana. Prasetyo Hadi menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu pilar penting dalam kebijakan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ia menambahkan, perbaikan sistem pengawasan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. “Kita evaluasi terus supaya program ini benar-benar tepat sasaran,” ungkapnya.

Selain itu, pemerintah juga melibatkan berbagai kementerian dan lembaga dalam memperkuat koordinasi pelaksanaan MBG. Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, serta pemerintah daerah diminta aktif dalam pengawasan dan sosialisasi kepada sekolah serta penyedia layanan makanan.

Hingga saat ini, MBG telah menjangkau jutaan siswa di berbagai wilayah Indonesia. Evaluasi berkala dilakukan untuk menyesuaikan menu dengan kebutuhan gizi serta kearifan lokal masing-masing daerah.

Sejumlah ekonom menilai, jika program diubah menjadi uang tunai, potensi kebocoran atau penggunaan yang tidak sesuai kebutuhan anak bisa terjadi. Oleh karena itu, skema pemberian langsung dalam bentuk makanan tetap dipandang lebih tepat.

Meski demikian, pemerintah tidak menutup kemungkinan melakukan inovasi dalam teknis distribusi makanan. Transparansi serta pelibatan masyarakat lokal, termasuk UMKM penyedia bahan makanan, terus diperluas untuk meningkatkan kualitas layanan.

Dukungan publik terhadap MBG juga cukup besar, terutama dari kalangan orang tua dan tenaga pendidik yang melihat manfaat langsung bagi anak-anak di sekolah. Banyak pihak menilai bahwa pola makan yang lebih teratur di sekolah telah membantu meningkatkan konsentrasi belajar siswa.

Pada saat yang sama, sejumlah LSM dan pengamat pendidikan mengingatkan agar pemerintah memperhatikan aspek keamanan pangan. Standar higienitas dan kualitas bahan makanan harus menjadi prioritas utama agar kasus keracunan tidak terulang.

Dengan demikian, perdebatan mengenai pilihan antara uang tunai atau makanan bergizi dipandang sebagai bagian dari dinamika kebijakan publik. Namun, pemerintah tetap berkomitmen mempertahankan MBG sebagai strategi utama dalam mendukung generasi sehat dan cerdas.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia sekolah.

Wacana perubahan menjadi bantuan uang tunai muncul sebagai respons atas beberapa kendala teknis, khususnya kasus keracunan makanan yang terjadi.

Pemerintah menegaskan bahwa skema MBG yang ada saat ini masih paling sesuai untuk menjamin gizi anak sekolah secara merata.

Evaluasi serta pengawasan terus diperkuat, termasuk melibatkan berbagai pihak untuk menjaga kualitas layanan makanan.

Dengan komitmen tersebut, MBG tetap diharapkan mampu menjadi fondasi bagi lahirnya generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: bantuan tunaigizi anakIstanakeracunan makananMBGprogram sekolah
Post Sebelumnya

Korupsi Dana Desa Boyolali, Eks Kades Ditahan

Post Selanjutnya

TNI Buka Rekrutmen Perwira Karier 2025

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
TNI Buka Rekrutmen Perwira Karier 2025

TNI Buka Rekrutmen Perwira Karier 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.