EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Pria Ngaku Polisi Viral di Grand Indonesia

Pria Ngaku Polisi Viral di Grand Indonesia

Video pria yang mengaku polisi di parkiran Grand Indonesia menuai keprihatinan dan memicu penyelidikan aparat. Kepolisian Jakarta Pusat tengah mendalami identitas dan motif klaim itu demi menegakkan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan identitas.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
25 September 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,  EKOIN.CO – Viral sebuah video yang menunjukkan seorang pria yang mengaku sebagai polisi di area parkiran Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat. Pria tersebut menghentikan pengendara dan meminta surat-surat kendaraan, memancing perhatian publik dan memicu penyelidikan kepolisian.

Pada Minggu (3/8/2025), sebuah video tersebar di media sosial yang menampilkan insiden itu. Dalam rekaman, pria berpakaian kemeja warna hijau menegur pengendara dan meminta SIM serta dokumen kendaraan. Aksi itu terjadi saat pria tersebut memotong jalur kendaraan lain hendak memasuki parkiran GI. Setelah itu, ia mengejar mobil korban dan mencoba melakukan pemeriksaan secara sepihak.

Penyelidikan Pihak Kepolisian
Kasus ini kemudian langsung ditindaklanjuti oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengonfirmasi bahwa timnya telah mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan dari petugas keamanan mal dan saksi, serta memeriksa bukti rekaman video yang viral. “Petugas mendatangi lokasi dan meminta keterangan … Dugaan sementara, kejadian ini terjadi karena kesalahpahaman antar pengendara,” ujar Susatyo.

Kasus tersebut diyakini terjadi pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Dalam video viral, pengemudi mobil Mitsubishi Pajero Sport putih berpelat nomor B 2397 SJJ tercatat sebagai orang yang mengaku polisi. Susatyo menyebut bahwa kasusnya masih dalam proses penyelidikan untuk memastikan apakah terdapat pelanggaran pidana dari klaim identitas yang tidak jelas.

Polres juga akan berkoordinasi dengan pihak keamanan mal dan saksi-saksi di lokasi untuk memperkuat penyidikan. Bila terbukti, oknum tersebut dapat dijerat pelanggaran terhadap hukum pidana dan penyalahgunaan wewenang.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Kronologi & Pemicu Insiden

Menurut narasi yang beredar, insiden bermula ketika pria berkemeja hijau memotong kendaraan lain yang hendak masuk ke parkiran GI. Karena posisi kendaraan tertutup, pria tersebut kemudian mengejar mobil yang merekam dan meminta SIM secara tiba-tiba. Aksi itu menimbulkan kecurigaan karena pria tersebut tak memakai seragam polisi ataupun menunjukkan kartu identitas sebagai aparat penegak hukum.

Beberapa media mencatat bahwa insiden tersebut dipicu oleh perselisihan jalur masuk parkir. Susatyo menyebut bahwa hal itu adalah dugaan awal dan belum bisa dianggap konklusi. Video tersebut menunjukkan adegan di mana pengendara diperintahkan berhenti, diperiksa dokumen, dan dicegat ketika berjalan.

Tanggapan & Imbauan Kepolisian

Dalam penyelidikan, polisi memberi imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap oknum yang mengaku aparat tanpa identitas resmi. Menurut Kapolres Jakpus, pihaknya belum bisa memastikan status pria itu — apakah memang anggota Polri, oknum masyarakat, atau orang yang menyalahgunakan citra aparat.

“Kami akan terus dalami untuk melihat apakah ada unsur pelanggaran hukum,” tegas Susatyo. Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang juga menyatakan bahwa transparansi akan dijaga dalam proses pemeriksaan dan penanganan terhadap kasus ini.

Pihaknya mengimbau setiap warga yang merasa menjadi korban atau saksi agar segera melapor ke kepolisian. Langkah cepat dianggap penting agar tidak ada pemanfaatan situasi viral untuk menyembunyikan fakta. Bila tetap berdiam, kekhawatiran muncul bahwa klaim “mengaku polisi” tanpa bukti resmi semakin merajalela.

Kasus ini pun menjadi sorotan bagi warganet, yang mempertanyakan legalitas tindakan pria tersebut serta mengingatkan pentingnya verifikasi identitas petugas di ruang publik. Sejumlah akun media sosial menulis:
“Ini beneran polisi atau cuma ngaku-ngaku?” Masyarakat diimbau untuk tidak langsung percaya pada klaim tanpa bukti dan tetap meminta identitas resmi.

Polisi belum menyebut kapan akan mengumumkan hasil penyidikan, namun proses verifikasi identitas, pemeriksaan saksi, dan jaringan koordinasi antar instansi masih terus berjalan. Apabila terbukti bersalah, oknum dapat dijerat sesuai peraturan terkait penyalahgunaan identitas aparat serta tindakan ilegal lain.

Kejadian ini menegaskan betapa rawannya ruang publik terhadap klaim otoritas yang tidak jelas. Keamanan, kepercayaan warga, dan penegakan hukum harus berjalan seiring agar tidak terjadi kekerasan atau penipuan identitas di area terbuka seperti mal dan jalan. Untuk masyarakat, sikap waspada dan langkah konfirmasi identitas petugas menjadi penyangga utama di tengah situasi seperti ini.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmc6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: Grand Indonesiaidentitasotoritaspenyelidikanpolisi palsuViral
Post Sebelumnya

Juara Dunia Viktor Axelsen Ogah Cicipi Kuliner Indonesia

Post Selanjutnya

Bantul Kembangkan Program Sampah Organik Mandiri

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Bantul Kembangkan Program Sampah Organik Mandiri

Bantul Kembangkan Program Sampah Organik Mandiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.