EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Bantul Kembangkan Program Sampah Organik Mandiri

Bantul Kembangkan Program Sampah Organik Mandiri

Bantul meluncurkan program pengelolaan sampah organik mandiri untuk kurangi timbunan TPA. Warga diajak mengolah sampah menjadi kompos, biogas, dan pupuk cair.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
25 September 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Bantul, EKOIN.CO – Program pengelolaan sampah organik mandiri mulai dijalankan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sejak awal September 2025. Program ini diinisiasi pemerintah daerah bersama komunitas lingkungan dengan tujuan menekan volume sampah rumah tangga yang selama ini menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Ikuti berita penting lainnya di WA Channel EKOIN

Langkah ini dianggap penting mengingat TPA Piyungan, yang selama bertahun-tahun menjadi lokasi penampungan sampah dari Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta, telah mengalami kelebihan kapasitas. Dengan program mandiri, warga didorong mengelola sampah organik langsung di rumah menggunakan metode sederhana seperti komposter, biopori, hingga bank sampah berbasis organik.

Program tersebut diperkenalkan melalui serangkaian sosialisasi di tingkat dusun, sekolah, dan komunitas masyarakat. Pemerintah daerah menyebut partisipasi warga menjadi kunci keberhasilan. “Kalau warga konsisten, minimal 50 persen volume sampah bisa dikurangi,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bantul, Sutrisno, saat ditemui Selasa (23/9/2025).

Sampah Organik Jadi Fokus Utama

Jenis sampah organik dipilih karena porsinya paling besar dalam timbunan harian, mencapai lebih dari 60 persen. Umumnya berupa sisa makanan, dedaunan, serta limbah dapur lainnya. Selama ini sampah tersebut berakhir di TPA tanpa pemanfaatan berarti, bahkan menimbulkan bau dan gas metana yang berbahaya.

Melalui program ini, sampah organik diubah menjadi produk bermanfaat. Warga bisa menghasilkan kompos, pupuk cair, bahkan energi biogas untuk kebutuhan rumah tangga. Inovasi ini diharapkan tidak hanya mengurangi beban TPA, tetapi juga menambah nilai ekonomi bagi masyarakat.

Berita Menarik Pilihan

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

Sejumlah kelompok tani di Bantul menyambut positif langkah tersebut. Mereka menilai ketersediaan pupuk organik mandiri dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. “Selama ini pupuk mahal dan sering langka. Kalau kami bisa produksi sendiri, jelas membantu,” ujar Sugeng, ketua kelompok tani di Kecamatan Pleret.

Peran Komunitas dalam Edukasi Sampah

Selain pemerintah, peran komunitas lingkungan juga sangat dominan. Kelompok relawan menginisiasi pelatihan membuat kompos sederhana dan menyediakan fasilitas komposter murah. Edukasi dilakukan dari pintu ke pintu agar warga tidak merasa sulit memulai kebiasaan baru.

Anak-anak sekolah dilibatkan melalui kurikulum muatan lokal yang menekankan pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dini. Dengan cara ini, generasi muda diharapkan tumbuh dengan kesadaran lingkungan yang kuat.

Sementara itu, dukungan sektor swasta juga mulai terlihat. Beberapa pengusaha lokal memberikan bantuan alat pengolah sampah serta membentuk kerja sama dengan bank sampah untuk membeli kompos hasil produksi warga. “Kami tidak hanya ingin berbisnis, tetapi juga mendukung lingkungan Bantul tetap bersih,” ujar Arif, pengusaha retail yang menjadi mitra program.

Data Dinas Lingkungan Hidup mencatat, sejak uji coba awal, lebih dari 1.200 rumah tangga di Bantul telah aktif mempraktikkan pengelolaan sampah mandiri. Angka tersebut diproyeksikan terus naik seiring meluasnya program ke seluruh kecamatan.

Pemerintah daerah menargetkan dalam tiga tahun ke depan, setidaknya 70 persen warga Bantul sudah mengolah sampah organik secara mandiri. Bila target ini tercapai, TPA Piyungan bisa beroperasi lebih lama dan dampak lingkungan dapat ditekan secara signifikan.

program pengelolaan sampah organik mandiri di Bantul bukan hanya solusi teknis mengurangi timbunan sampah, tetapi juga langkah membangun budaya baru dalam masyarakat. Dengan partisipasi aktif warga, manfaat yang dihasilkan tidak terbatas pada lingkungan, melainkan juga pada bidang sosial dan ekonomi.

Saran ke depan, perlu konsistensi dalam pendampingan warga agar tidak berhenti di tengah jalan. Pemerintah bisa memberikan insentif berupa potongan retribusi sampah bagi rumah tangga yang aktif. Selain itu, integrasi dengan program ketahanan pangan berbasis pupuk organik akan menambah daya tarik.

Dengan edukasi berkelanjutan, dukungan komunitas, serta keterlibatan generasi muda, program ini berpotensi menjadi model nasional. Jika berhasil, Bantul dapat menjadi contoh kabupaten lain dalam mengelola sampah organik secara mandiri dan berkelanjutan.

( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Bantulkomposlingkunganpengelolaan mandirisampah organikTPA Piyungan
Post Sebelumnya

Pria Ngaku Polisi Viral di Grand Indonesia

Post Selanjutnya

Rotasi Pejabat Sleman Demi Perbaikan Kinerja

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno saat memberikan keterangan dalam konferensi pers Soekarno Runniversary 2026 di Parkir Timur GBK, Jumat (6/2/2026). Pemprov DKI menyambut baik ajang yang memadukan semangat olahraga dengan edukasi nilai-nilai kebangsaan tersebut. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Rayakan Usia Emas, PDIP Gelar Soekarno Run 2026: Ada Beasiswa Pelajar dan Hadiah Spesial

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno menilai kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi positif dalam mendorong gaya hidup sehat sekaligus memperkuat...

Personel Polsek Gambir saat memberikan pendampingan kepada Mariame Traore (WNA Prancis) yang ditemukan terlantar di Hall Utara Stasiun Gambir. Mariame kini telah diserahkan ke Kantor Imigrasi Jakarta Pusat di Kemayoran untuk penanganan dokumen dan izin tinggal lebih lanjut. (Foto: Humas Polres Jakarta Pusat/Ekoin.co)

Delapan Hari Terlantar di Stasiun Gambir, WNA Prancis Diamankan Polisi Akibat Visa ‘Expired’ dan Kehabisan Uang

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Basuki mengatakan, pengamanan terhadap warga negara Asing bermula saat anggota Polsek Gambir...

Post Selanjutnya
Rotasi Pejabat Sleman Demi Perbaikan Kinerja

Rotasi Pejabat Sleman Demi Perbaikan Kinerja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.