EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 4,9% pada 2025

ADB Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menjadi 4,9% pada 2025

ADB memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2025 menjadi 4,9% karena tarif tinggi AS dan ketidakpastian perdagangan global.

Ray oleh Ray
1 Oktober 2025
Kategori EKONOMI, INDUSTRI, INTERNASIONAL, KEUANGAN, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Asian Development Bank (ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam kajian terbarunya di Asian Development Outlook (ADO) edisi September 2025.

Dalam proyeksi teranyar, ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia keseluruhan tahun ini hanya akan mencapai 4,9% dari sebelumnya di level 5% dalam dokumen ADO edisi April 2025. Demikian juga untuk 2026 dari 5,1% menjadi 5%.

Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ini sejalan dengan turunnya perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk keseluruhan kawasan Asia Tenggara atau ASEAN dari 4,7% menjadi 4,3% untuk 2025 dan 2026.

Bahkan, untuk kawasan yang lebih luas, yakni kawasan berkembang Asia dan Pasifik juga proyeksinya dipangkas dari sebelumnya bisa tumbuh 4,9% menjadi 4,8% tahun ini dan dari 4,7% menjadi 4,5% tahun depan.

Kepala Ekonom ADB Albert Park menjelaskan, meratanya pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk 2025-2026 di kawasan Asia ini karena tarif lebih tinggi yang dikenakan Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian perdagangan diperkirakan akan membebani pertumbuhan di kawasan ini.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

Inflasi diproyeksikan masih terus melandai ke 1,7% tahun ini di tengah penurunan harga pangan dan energi, sebelum naik lagi menjadi 2,1% tahun depan seiring normalisasi harga pangan.

“Tarif Amerika Serikat berada pada tingkat yang tinggi secara historis dan ketidakpastian perdagangan global masih sangat tinggi,” kata Albert Park melalui siaran pers, Rabu (1/10/2025).

Risiko utama terhadap proyeksi di kawasan Asia yang sedang berkembang dan Pasifik termasuk berlanjutnya ketidakpastian di seputar kebijakan dagang Amerika Serikat, terutama yang berkaitan dengan peluang tarif sektoral terhadap semikonduktor dan farmasi, dan juga negosiasi perdagangan Amerika Serikat-RRT yang belum selesai.

Ketegangan geopolitik yang masih terjadi, potensi makin memburuknya pasar properti RRT, dan kemungkinan volatilitas pasar keuangan juga dapat berdampak terhadap proyek kawasan ini.

Albert mengingatkan, dalam lingkungan perdagangan global yang baru, sangatlah penting agar berbagai pemerintahan terus mengedepankan manajemen makroekonomi yang kuat, keterbukaan, dan integrasi regional lebih lanjut.

“Pertumbuhan di kawasan berkembang Asia dan Pasifik masih tangguh tahun ini berkat kuatnya ekspor dan permintaan domestik, tetapi memburuknya lingkungan eksternal telah berdampak terhadap proyeksi ke depan,” ucapnya.

Khusus untuk China, ADB memperkirakan, pertumbuhan ekonomi cendeurng tak mengalami perubahan karena dukungan kebijakan mampu meringankan dampak tarif tinggi dan masih lemahnya pasar properti. Perekonomian RRT tetap diproyeksikan tumbuh 4,7% tahun ini dan 4,3% tahun depan.

Sementara itu, untuk India, tarif tinggi yang dikenakan Amerika Serikat terhadap ekspornya mulai Agustus akan membebani pertumbuhan. ADB kini memperkirakan perekonomian India akan tumbuh 6,5% baik untuk 2025 maupun 2026, dibandingkan dengan prakiraan April, yaitu 6,7% tahun ini dan 6,8% tahun depan.

Proyeksi pertumbuhan ADB terbaru ini berbeda dengan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau OECD yang justru merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, dalam Interim Report OECD Economic Outlook September 2025.

Dalam laporannya terbaru itu, OECD memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mampu mencapai level 4,9% pada 2025 dan 2026. Proyeksi itu lebih tinggi 0,2 poin persentase dibanding laporan Juni 2025, dan untuk 2026 lebih tinggi 0,1 poin persentase.

Alasan utama OECD melihat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih kencang dari perkiraan semula ialah tren suku bunga acuan yang semakin rendah, berpotensi turut mendorong laju aliran investasi di dalam negeri.

“Pelonggaran kebijakan moneter dan investasi publik yang kuat diharapkan dapat mendukung perekonomian Indonesia, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 4,9% yang diproyeksikan untuk tahun 2025 dan 2026,” dikutip dari laporan terbaru OECD itu, Rabu (24/9/2025).

Tags: ADBAlbert ParkAsia TenggaraAsian Development Outlookinflasikebijakan moneterketidakpastian perdaganganOECDpertumbuhan ekonomi Indonesiaproyeksi ekonomirevisi proyeksitarif Amerika Serikat
Post Sebelumnya

Dugaan Tipikor Hibah, SP Jadi Tersangka Kerugian Negara Miliaran

Post Selanjutnya

Dua Cucu Mahfud MD Alami Keracunan MBG Di Jogja

Ray

Ray

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Post Selanjutnya
Anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, Mahfud MD

Dua Cucu Mahfud MD Alami Keracunan MBG Di Jogja

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.