EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
BBM Impor Pertamina 60.000 barel Ditolak SPBU Swasta

BBM Impor Pertamina 60.000 barel Ditolak SPBU Swasta

Sebanyak 60.000 barel BBM impor Pertamina tak terserap SPBU swasta. Kementerian ESDM berjanji evaluasi mekanisme distribusi energi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
1 Oktober 2025
Kategori EKOBIS, ENERGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Sebanyak 60.000 barel bahan bakar minyak (BBM) impor yang diharapkan menjadi simbol kolaborasi baru antara Pertamina dan jaringan SPBU swasta, justru berakhir tanpa pembeli. Kargo tersebut, yang awalnya ditawarkan untuk membuka peluang kerja sama, akhirnya kembali harus diserap oleh Pertamina sendiri. Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai masa depan kemitraan distribusi energi di Indonesia.

Gabung WA Channel EKOIN untuk berita terbaru

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa bahan bakar impor yang dimaksud berupa base fuel atau bahan bakar murni tanpa campuran. Dari total 100.000 barel yang ditawarkan, hanya sekitar 40.000 barel yang terserap melalui jaringan distribusi non-Pertamina. Sementara 60.000 barel sisanya, tidak diminati oleh SPBU swasta seperti Shell, Vivo, maupun BP.

BBM impor sulit diterima SPBU swasta

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan, upaya membuka pasar bersama ini bertujuan menciptakan iklim kompetisi sehat di sektor energi nasional. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan tantangan berbeda. “Kita ingin ada kolaborasi, bukan kompetisi yang saling menjatuhkan. Tapi memang belum semua pihak siap,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut pengamat energi, rendahnya minat SPBU swasta membeli BBM impor dari Pertamina dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perbedaan harga dan strategi pasokan masing-masing perusahaan. Para pemain global disebut cenderung mengandalkan jalur impor mandiri, sehingga kurang tertarik membeli dari stok yang ditawarkan Pertamina.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Sementara itu, Pertamina harus menyerap kembali BBM yang ditolak untuk menjaga stabilitas pasokan nasional. Langkah ini dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan pelat merah dalam memastikan ketersediaan energi di seluruh wilayah Indonesia.

Tantangan distribusi energi ke depan

Kondisi ini memunculkan perdebatan mengenai sejauh mana model kolaborasi antara Pertamina dan SPBU swasta bisa berjalan efektif. Tanpa adanya kesepahaman harga maupun kepastian regulasi, risiko BBM impor kembali menumpuk di gudang penyimpanan cukup besar.

Selain itu, perbedaan standar produk menjadi kendala lain. Beberapa SPBU swasta disebut lebih memilih memasok langsung dari negara asal yang sesuai dengan spesifikasi bahan bakar mesin kendaraan di pasar Indonesia. Hal ini membuat tawaran Pertamina kurang kompetitif meski jumlahnya melimpah.

Bahlil menambahkan, pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap mekanisme distribusi agar tidak ada lagi kasus serupa di masa depan. “Kita tidak boleh membiarkan pasokan energi menumpuk tanpa manfaat. Perlu ada mekanisme yang lebih fleksibel,” katanya.

Sementara itu, pihak Pertamina belum memberikan pernyataan resmi mengenai kerugian atau potensi dampak finansial dari serapan BBM impor yang tidak tersalurkan tersebut. Namun, sejumlah analis menilai, kondisi ini dapat menambah beban biaya penyimpanan dan logistik perusahaan.

Jika tidak ada perubahan kebijakan, maka peluang kolaborasi distribusi energi antara Pertamina dan SPBU swasta masih akan berjalan tersendat. Pasar BBM nasional yang terus tumbuh membutuhkan solusi lebih terbuka dan saling menguntungkan.

Situasi ini sekaligus menjadi peringatan bahwa sektor energi tidak hanya bergantung pada ketersediaan barang, tetapi juga pada ekosistem distribusi yang sehat. Pemerintah, Pertamina, dan pelaku swasta perlu duduk bersama menyusun mekanisme yang lebih realistis agar BBM impor tidak kembali “yatim piatu”.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: BBMdistribusienergiimporPertaminaSPBU
Post Sebelumnya

AETI Soroti Peningkatan Produksi Timah Usai Penertiban Tambang Ilegal

Post Selanjutnya

Dandim 1710/Mimika Pimpin Acara Korps Raport Kenaikan Pangkat Prajurit Kodim 1710/Mimika

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Dandim 1710/Mimika Pimpin Acara Korps Raport Kenaikan Pangkat Prajurit Kodim 1710/Mimika

Dandim 1710/Mimika Pimpin Acara Korps Raport Kenaikan Pangkat Prajurit Kodim 1710/Mimika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.