Tangerang, Ekoin.co – PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah membaca denyut ekonomi wilayah penyangga Jakarta. Akhir Januari 2026, Stasiun Jatake di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dijadwalkan resmi melayani penumpang di lintas padat Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung—koridor vital mobilitas jutaan pekerja harian.
Bukan tanpa alasan stasiun ini dikebut. Kabupaten Tangerang adalah mesin ekonomi kawasan metropolitan Jabodetabek. Data menunjukkan struktur ekonomi daerah ini bertumpu pada sektor-sektor yang sangat bergantung pada kelancaran mobilitas.
Industri Pengolahan menjadi kontributor terbesar perekonomian dengan porsi 33,74 persen, disusul Konstruksi 16,36 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran termasuk reparasi kendaraan sebesar 11,35 persen pada 2024.
Angka itu bukan sekadar statistik. Dengan PDRB per kapita mencapai Rp54,73 juta pada 2024 (angka sangat sementara), Tangerang adalah wilayah dengan aktivitas ekonomi tinggi—dan sekaligus tekanan mobilitas yang besar. Di sinilah Stasiun Jatake menemukan relevansinya.
Lonjakan pengguna Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung menjadi bukti nyata. Pada 2018, jumlah penumpang tercatat 54,17 juta orang, naik menjadi 55,63 juta pada 2019.
Pandemi COVID-19 memang sempat menekan mobilitas hingga 26,83 juta orang pada 2020. Namun tren berbalik tajam: 42,11 juta pengguna pada 2021, 43,32 juta pada 2022, melonjak menjadi 62,09 juta pada 2023, naik ke 70 juta pada 2024, dan tembus 77,55 juta pengguna sepanjang 2025.
Angka-angka itu menegaskan satu hal: Commuter Line bukan lagi sekadar moda transportasi, melainkan tulang punggung ekonomi harian. Pekerja industri, jasa, logistik, hingga pelaku UMKM menggantungkan ketepatan waktu dan keterjangkauan biaya pada kereta rel listrik.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyebut kebutuhan transportasi massal di Kabupaten Tangerang tak bisa dilepaskan dari karakter demografi dan aktivitas ekonominya.
“Data BPS menunjukkan dominasi penduduk usia produktif dengan pasar kerja yang sangat dinamis. Stasiun Jatake dirancang untuk memangkas waktu tempuh masyarakat Pagedangan dan sekitarnya menuju pusat-pusat ekonomi, dengan biaya yang tetap terjangkau,” ujar Anne dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).
Keterhubungan dengan Tanah Abang—jantung perdagangan tekstil dan grosir nasional—menjadi nilai strategis tersendiri. Ribuan pedagang dan pekerja dari Tangerang setiap hari menggantungkan hidup pada akses cepat ke kawasan tersebut.
Kehadiran Stasiun Jatake memperpendek jarak dari kantong-kantong permukiman, memperlancar arus barang dan orang, serta menekan biaya ekonomi harian.
Bagi pekerja formal, stasiun ini juga memperkuat logika tinggal di kawasan penyangga yang lebih terjangkau dibanding Jakarta, tanpa harus mengorbankan kepastian perjalanan.
Dengan luas wilayah mencapai 959,61 kilometer persegi dan terbagi dalam 29 kecamatan, Kabupaten Tangerang memang membutuhkan simpul-simpul transportasi baru untuk mengonsolidasikan pergerakan warganya.
Stasiun Jatake dibangun melalui skema creative financing antara KAI dan PT Bumi Serpong Damai Tbk (Sinar Mas Land), mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD). Berdiri di atas lahan 2.435 meter persegi dengan bangunan tiga lantai, stasiun ini dirancang melayani hingga 20 ribu penumpang per hari.
Fasilitas parkir kendaraan roda dua, roda empat, hingga sepeda telah disiapkan, ditambah potensi pengembangan lahan sekitar 4.000 meter persegi untuk integrasi antarmoda.
Dari sisi desain, Stasiun Jatake mengusung konsep modern tropis, memaksimalkan sirkulasi udara alami dan pemanfaatan panel surya demi efisiensi energi—menjawab tuntutan stasiun yang bukan hanya fungsional, tetapi juga berkelanjutan.
Saat ini, Stasiun Jatake memasuki tahap uji fungsi dan simulasi operasional bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Seluruh aspek keselamatan, keamanan, dan layanan diuji sebelum resmi dibuka.
“Stasiun Jatake akan memperkuat jaringan Commuter Line sekaligus menjadi pengungkit produktivitas ekonomi masyarakat Kabupaten Tangerang,” tutup Anne. (*)





