Jakarta, Ekoin.co – Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) memdapat respons positif nilai uang rupiah.
Mata uang rupiah mengakhiri perdagangan di level Rp16.770/US$ atau menguat 0,24%. Dalam empat hari perdagangan terakhir tren nilai rupiah terus menguat.
Dan penguatan nilai rupiah ditanggapi Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun. Politisi Partai Golkar ini mengatakajln, Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) turut menciptakan sentimen positif kepada nilai tukar rupiah.
“Alhamdulillah rupiah menguat saat Thomas terpilih,” kata Misbakhun dikutip Selasa (27/1).
Rupiah memang mengalami penguatan sepanjang hari ini dan bergerak di rentang Rp16.750-Rp16.785/US$.
Sinergitas Fiskal dan Moneter
Misbakhun mengatakan, nama Thomas Djiwandono disepakati sebagai Deputi Gubernur BI oleh semua perwakilan partai di Komisi XI DPR RI.
Anggota Komisi XI menilai Thomas menyajikan isu yang sangat penting dalam paparannya, yakni sinergitas antara fiskal dan moneter. Isu yang menurut Misbakhun kini tengah menjadi sorotan.
Dia pun melihat Thomas mampu membangun kepercayaan dan ini adalah faktor penting dalam memperkuat solidaritas BI.
Sinergi bukan Burden Sharing
Gagasan penting Thomas Djiwandono yang bikin Anggota Komisi XI memilihnya adalah pemikiran soal sinergi fiskal dan moneter pada level likuiditas dan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dalam paparannya, Thomas Djiwandono menyatakan ingin memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter pada level likuiditas dan suku bunga. Inisiatif ini berbeda dibandingkan yang sudah dilakukan sebelumnya oleh kedua otoritas, yaitu pembagian beban (burden sharing) pada masa pandemi COVID-19.
“Hal yang saya ingin cetuskan adalah sinergi fiskal-moneter, khususnya di level likuiditas dan suku bunga. Ini fundamentally berbeda dengan apa yang dilakukan saat pandemi,” kata Thomas di Gedung DPR, dikutip Selasa (27/1). (*)





