Jakarta, Ekoin.co – Cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah dalam beberapa pekan terakhir kembali menjadi tantangan serius bagi pengelola jalan tol.
Curah hujan tinggi dan berlangsung lama berdampak pada menurunnya kualitas perkerasan di sejumlah ruas tol yang dikelola Jasa Marga Group, sehingga memicu gangguan lalu lintas dan keluhan pengguna jalan.
Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Ia menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
“Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan dari pengguna jalan. Setiap keluhan kami tindak lanjuti. Percepatan perbaikan menjadi fokus utama dengan tetap mengedepankan standar keselamatan,” ujar Rivan, Sabtu (31/1/2026).
Rivan menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang dapat menyebabkan air meresap ke dalam pori-pori aspal. Kondisi ini berpotensi melemahkan ikatan material perkerasan atau stripping, yang pada akhirnya mempercepat kerusakan permukaan jalan.
Tekanan tersebut semakin besar akibat tingginya volume lalu lintas, termasuk kendaraan dengan muatan berat. Kombinasi faktor cuaca dan beban lalu lintas membuat kualitas perkerasan menurun lebih cepat dari kondisi normal.
“Karena itu, kami melakukan pemantauan intensif dan penanganan cepat di titik-titik yang berpotensi mengalami kerusakan,” kata Rivan.
Sebagai langkah awal, Jasa Marga menargetkan penanganan darurat berupa penutupan lubang atau patching maksimal dalam waktu 2×24 jam sejak kerusakan terdeteksi. Setelah kondisi sementara dinyatakan aman, perbaikan permanen dilakukan secara bertahap sesuai prosedur teknis.
“Penanganan awal dilakukan untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas. Sementara perbaikan permanen membutuhkan waktu lebih lama karena harus melalui tahapan teknis yang ketat,” ujarnya.
Proses perbaikan tersebut berdampak pada penutupan lajur di sejumlah ruas tol, terutama pada malam hingga dini hari, sekitar pukul 22.00–04.00 WIB. Penutupan lajur dinilai tidak terhindarkan karena pekerjaan bersifat perbaikan berat dan memerlukan ruang kerja yang memadai.
“Kami memahami potensi gangguan lalu lintas yang timbul dan memohon pengertian pengguna jalan,” tambah Rivan.
Di tengah proses perbaikan, Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk tetap waspada dan memanfaatkan layanan Call Center 14080 jika mengalami kendala selama perjalanan. Petugas operasional disiagakan selama 24 jam di seluruh ruas tol Jasa Marga Group.
Pengguna jalan juga didorong untuk menggunakan Aplikasi Travoy guna melaporkan kondisi jalan secara real time, lengkap dengan informasi lokasi dan dokumentasi visual.
“Setiap laporan akan ditindaklanjuti secepat mungkin. Kami berkomitmen menjaga kualitas jalan tol agar tetap aman, nyaman, dan berkeselamatan,” pungkasnya.





