Jakarta, Ekoin.co – Kemenangan bersejarah timnas futsal Indonesia atas Vietnam tak serta-merta membuat pelatih Hector Souto tersenyum lebar.
Meski hasil 3-2 itu mengantar Indonesia melaju ke semifinal Piala Asia Futsal 2026 untuk pertama kalinya, Souto menilai penampilan anak asuhnya masih jauh dari standar yang ia harapkan.
Pelatih asal Spanyol tersebut mengaku puas dengan hasil, namun tidak dengan cara timnya bermain, terutama pada babak kedua laga perempat final yang digelar di Indonesia Arena, Senayan, Selasa (3/2/2026).
“Saya tidak puas dengan performa tim. Dari sisi hasil tentu saya sangat senang, tapi dari sisi permainan ini bukan performa yang saya inginkan. Saya mengharapkan tim yang jauh lebih dominan,” ujar Souto kepada awak media di mixed zone.
Babak Pertama Menjanjikan, Babak Kedua Jadi Catatan
Indonesia tampil meyakinkan pada paruh pertama pertandingan. Dua gol yang dicetak Wendy Brian Ick dan Ardiansyah Nur membuat Garuda Futsal mengontrol permainan dan unggul nyaman atas Vietnam.
Namun, situasi berubah setelah jeda. Souto menilai timnya kehilangan fokus di awal babak kedua dan memberi ruang bagi lawan untuk berkembang.
“Kami memulai babak kedua seperti tertidur. Ada ketidaksambungan permainan selama tiga sampai lima menit pertama,” kata pelatih berusia 44 tahun itu.
Vietnam memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak gol melalui Nguyen Da Hai. Meski Indonesia kembali menjauh lewat gol Reza Gunawan satu menit kemudian, tekanan Vietnam terus meningkat, terutama saat mereka menerapkan skema power play.
Gol kedua Nguyen Da Hai pada menit ke-36 membuat laga berjalan menegangkan hingga akhir.
Vietnam Dinilai Lebih Baik dalam Alur Permainan
Souto bahkan secara terbuka mengakui bahwa Vietnam tampil lebih rapi dalam alur permainan terbuka.
“Saya pikir Vietnam bermain jauh lebih baik dari kami. Kami hanya lebih baik dalam situasi bola mati, dan ini bukan tipe permainan yang saya inginkan dari tim nasional Indonesia,” ujarnya.
Menurut Souto, pertandingan ini mengingatkannya pada duel melawan Vietnam di SEA Games 2025 Thailand, ketika Indonesia kalah 0-1 meski tampil lebih dominan.
Target Naik: Dari Sejarah ke Final
Terlepas dari evaluasi keras tersebut, Souto kini memasang target lebih tinggi. Setelah memastikan tiket semifinal, ia menegaskan bahwa sasaran berikutnya adalah mencapai partai puncak.
“Final. Sekarang targetnya adalah final,” ucapnya singkat.
Indonesia akan menghadapi Jepang pada semifinal yang digelar Kamis (5/2/2026) pukul 19.00 WIB di Indonesia Arena.
Jepang merupakan tim tersukses di Piala Asia Futsal dengan empat gelar juara dan juga menjadi tim yang menyingkirkan Indonesia pada edisi 2022.
“Saya tahu Jepang menang dan mereka sangat kuat. Peluang kami tidak besar, tapi kami punya peluang,” kata Souto.
Peringatan Menuju Piala Dunia Futsal 2028
Lebih jauh, Souto menekankan pentingnya peningkatan performa jangka panjang. Ia mengingatkan bahwa Piala Asia Futsal 2028 akan menjadi jalur kualifikasi menuju Piala Dunia Futsal 2028.
“Jika ini adalah tahun Piala Dunia, kami memang akan lolos. Tapi jika kami tidak meningkatkan performa dalam dua tahun ke depan, kami tidak akan sampai ke Piala Dunia,” tegasnya.
Souto berharap laga semifinal melawan Jepang menjadi momentum kebangkitan permainan Indonesia, bukan hanya soal hasil, tetapi juga kualitas permainan yang ia tuntut sejak awal. (*)





