Jakarta, Ekoin.co – Kurang familiar di kalangan investor, nama Misbakhun membuat nilai rupiah melemah.
Nilai tukar rupiah konsisten melemah terhadap dolar AS hingga akhir perdagangan, Rabu (4/2). Berdasarkan data, Bloomberg rupiah bergerak di sekitar level Rp 16.779 per dolar AS.
Kondisi itu membuat rupiah pun melemah 0,15 persen dibandingkan penutupan Selasa (3/2) lalu yang berada di level Rp 16.754.
Sedangkan, kurs JISDOR Bank Indonesia ada di level Rp 16.775.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan rupiah melemah dikarenakan nama Misbakhun tidak terlalu dikenal oleh investor. Sehingga, membuat rupiah mengalami tekanan.
“Memang sampai saat ini pelaku pasar tidak terlalu welcome nama Misbakhun, seperti halnya pjs Friderica Widyasari,” katanya.
Lukman melanjutkan, ketidakpastian mengenai pasar ekuitas Indonesia memang masih membebani rupiah. Apalagi pengumuman pertumbuhan ekonomi kuartal keempat 2025 bisa membuat rupiah bertahan lama akan melemah.
“Selain itu ada antispasi data PDB Indonesia yang lebih lemah besok. Masalah IHSG MSCI akan terus membebani minggu depan,” katanya.
Sementara itu, rupiah melemah bersama beberapa mata uang lainnya. Di mana, yen Jepang menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah ambles 0,44 persen. (*)





