Jakarta, Ekoin.co – Peta politik menuju Pemilihan Presiden 2029 mulai memanas setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode.
Pernyataan ini menjadi sinyal awal konsolidasi politik jangka panjang di lingkaran partai pendukung pemerintah.
Ketua DPP PKB Saiful Huda menyebut sikap partainya sudah bulat: fokus utama adalah memastikan keberlanjutan agenda pemerintahan Prabowo.
Meski demikian, PKB menegaskan belum membuka pembahasan soal calon wakil presiden untuk Pilpres 2029.
Menurut Huda, perhatian PKB saat ini tertuju pada agenda strategis ekonomi yang disebut sebagai penguatan “ekonomi konstitusi”, terutama implementasi Pasal 33 UUD 1945.
Isu tersebut dinilai menjadi titik temu ideologis antara PKB dan arah kebijakan pemerintah.
Di sisi lain, dinamika koalisi mulai terlihat setelah Partai Amanat Nasional (PAN) memberi sinyal dukungan serupa kepada Prabowo.
Bahkan, PAN secara terbuka mendorong Ketua Umumnya, Zulkifli Hasan, sebagai kandidat pendamping potensial pada kontestasi 2029.
Perbedaan posisi ini memperlihatkan bahwa meski dukungan terhadap Prabowo mulai mengerucut, konfigurasi pasangan calon masih cair.
Pengamat menilai fase ini merupakan bagian dari negosiasi awal antarpartai dalam membangun koalisi jangka panjang.
Dengan presidential threshold yang tak lagi menjadi penghalang, ruang manuver partai semakin terbuka.
Namun untuk saat ini, PKB memilih mengunci dukungan pada presiden petahana sambil menahan diri dari tarik-menarik kursi wakil presiden.





