Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).
Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Jambi, Ekoin.co – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap seorang remaja perempuan di Jambi memicu

perhatian publik setelah empat pria, termasuk dua oknum anggota kepolisian, ditetapkan sebagai tersangka. Perkara ini kini diproses intensif oleh Polda Jambi, disertai pemeriksaan etik terhadap aparat yang terlibat.

Kuasa hukum korban, Romiyanto, menyebut kondisi psikologis korban masih terguncang.

Trauma yang dialami berdampak besar pada kehidupan pribadinya, termasuk cita-cita untuk mendaftar sebagai polisi wanita tahun ini yang terpaksa ditunda.

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Berdasarkan keterangan hukum yang dihimpun, peristiwa terjadi pada November 2025 saat korban hendak pulang dari rumah temannya.

Salah satu pelaku menawarkan tumpangan, namun korban justru dibawa ke lokasi lain. Di tempat tersebut, korban diduga mengalami kekerasan seksual. Dugaan kejadian serupa kembali terjadi di lokasi berbeda pada hari yang sama.

Perubahan perilaku korban membuat keluarga curiga hingga akhirnya laporan resmi dilayangkan ke Polda Jambi pada Januari 2026.

Penyidik kemudian menetapkan empat tersangka, terdiri dari dua anggota polisi dan dua warga sipil, yang kini ditahan untuk kepentingan penyidikan.

Selain proses pidana, institusi kepolisian juga menjalankan sidang etik terhadap anggota yang terlibat. Aparat menegaskan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan transparan.

Pengamat hukum menilai kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan korban kekerasan seksual, termasuk jaminan pemulihan psikologis dan hak keadilan. Publik pun diminta menghormati proses hukum serta menjaga privasi korban selama penyidikan berlangsung.

Tag: kekerasan seksual Jambi, oknum polisi tersangka, trauma korban, proses hukum pidana

SEO: kasus dugaan pemerkosaan Jambi, oknum polisi terlibat kekerasan seksual, korban trauma Jambi, proses hukum Polda Jambi, sidang etik polisi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights