Jakarta, Ekoin.co – Pengamat Politik Citra Institute Yusak Farchan menilai manuver partai-partai mendukung Prabowo Subianto dua periode menggambarkan sejauh ini Ketum Partai Gerindra masih menjadi capres terkuat untuk Pilpres 2029.
“Dalam posisinya sebagai incumbent, tidak sulit bagi Prabowo untuk memenangkan pilpres 2029,” kata Yusak kepada Ekoin.co, Senin (9/2).
Yusak mengatakan, dengan basis ketokohan individu yang kuat dan penguasaan sumber daya politik dan ekonomi, Prabowo memiliki magnet elektoral bagi partai-partai untuk mendukungnya kembali sebagai capres.
“Manuver partai-partai koalisi lebih pada bagaimana memperebutkan tiket cawapres,” kata Yusak.
Peta Politik Cawapres Prabowo
Sejumlah figur seperti Zulkifli Hasan atau Zulhas, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin akan bersaing dengan Gibran Rakabuming Raka berebut kursi cawapres.
Begitu juga dengan Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY, meskipun belum secara terbuka mendeclare diri, AHY berpeluang mengincar kursi cawapresnya Prabowo.
PAN juga ikut bermanuver mengincar kursi cawapres untuk mengimbangi manuver Jokowi yang menginginkan Prabowo-Gibran dua periode.
“Kalau melihat manuver PAN, saya kira proposal “Bang Zul cawapres Prabowo” bukan harga mati,” kata Yusak.
“Itu bargaining PAN saja agar internalnya tetap solid. Pada akhirnya PAN akan realistis,” tambahnya.
Di satu sisi, kata Yusak, saat ini Presiden RI ke-7 Joko Widodo sedang bekerja agar Prabowo tidak punya pilihan lain kecuali menggandeng Gibran sebagai cawapres lagi.
Tetapi di sisi lain, banyak kelompok yang menginginkan Prabowo pisah jalan dengan Jokowi alias tidak menggandeng Gibran. (*)





