Bogor, Ekoin.co – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan lima pengusaha besar nasional di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/2/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung lebih dari 4,5 jam tersebut difokuskan pada penguatan kolaborasi pemerintah dan dunia usaha guna mempercepat agenda ekonomi strategis nasional.
Pertemuan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dan berakhir menjelang tengah malam. Agenda ini menjadi bagian dari upaya pemerintah mendorong investasi, memperluas penciptaan lapangan kerja, serta memperkuat sektor riil di tengah upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Lima pengusaha papan atas yang hadir mewakili sejumlah kelompok usaha besar nasional dari berbagai sektor strategis. Kehadiran mereka menunjukkan keterlibatan langsung kalangan dunia usaha dalam mendukung kebijakan ekonomi pemerintah.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi ini diarahkan untuk mempercepat industrialisasi nasional serta memperkuat rantai pasok domestik.
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah mendorong partisipasi aktif dunia usaha dalam menciptakan lapangan kerja. Fokus utama diarahkan pada sektor riil yang dinilai memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Presiden Prabowo mengajak para pengusaha untuk bersama-sama dengan pemerintah menciptakan lapangan pekerjaan, khususnya di sektor riil, guna mendorong pengembangan industri serta penguatan UMKM,” demikian pernyataan resmi terkait pertemuan tersebut.
Pembahasan juga mencakup penguatan peran usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Pemerintah menilai dukungan sektor swasta penting untuk memperluas akses pembiayaan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat jaringan distribusi UMKM.
Selain isu ketenagakerjaan, diskusi turut menyinggung agenda prioritas pemerintah di bidang sosial dan ekonomi. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain program makan bergizi, pendidikan, kesehatan, perumahan subsidi, koperasi, serta pembangunan kampung nelayan.
Para pengusaha yang hadir menyatakan komitmen untuk mendukung visi pembangunan pemerintah. Dukungan tersebut diarahkan pada sektor prioritas yang dinilai memiliki dampak luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Para pengusaha menyatakan komitmen solid untuk mendukung visi dan misi pemerintah, terutama pada sektor-sektor prioritas seperti pemenuhan makan bergizi, pendidikan, kesehatan, rumah subsidi, koperasi dan kampung nelayan, serta kedaulatan pangan dan energi,” demikian keterangan resmi Pemerintah yang disampaikan setelah pertemuan.
Pemerintah menilai kerja sama lintas sektor diperlukan untuk memastikan keberhasilan program prioritas nasional. Kolaborasi dengan dunia usaha diharapkan mampu mempercepat realisasi investasi sekaligus memperkuat kapasitas produksi dalam negeri.
Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya memperkuat kedaulatan pangan dan energi sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. Upaya ini memerlukan investasi besar serta dukungan teknologi dan sumber daya dari sektor swasta.
Dalam konteks industrialisasi, pemerintah mendorong pengembangan industri berbasis nilai tambah. Kebijakan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah sekaligus meningkatkan daya saing produk nasional.
Pertemuan di Hambalang juga menjadi bagian dari pendekatan pemerintah untuk membangun komunikasi langsung dengan pelaku usaha. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan penyelarasan kebijakan ekonomi.
Pemerintah menilai keterlibatan sektor swasta sangat penting dalam memperluas kesempatan kerja. Pengembangan industri dan investasi diyakini mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Selain itu, pertemuan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif. Kebijakan yang mendukung investasi diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pelaku usaha terhadap perekonomian nasional.
Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha juga diarahkan untuk memperkuat daya tahan ekonomi nasional. Sinergi tersebut dinilai penting dalam menghadapi dinamika ekonomi global.
Pemerintah menargetkan kerja sama ini dapat mempercepat pembangunan sektor strategis. Fokus utama tetap pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung lebih dari empat jam tersebut ditutup dengan kesepahaman untuk memperkuat komunikasi lanjutan antara pemerintah dan dunia usaha. Dialog berkelanjutan dinilai penting untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan efektif.
Melalui pertemuan ini, pemerintah berharap sinergi dengan dunia usaha dapat memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan investasi dan penciptaan lapangan kerja menjadi prioritas utama dalam agenda pembangunan ke depan. (*)





