Jakarta, Ekoin.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka menguat. Pada sesi awal, IHSG tercatat berada di level 8.317,24 atau naik 26,27 poin setara dengan penguatan 0,32 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Ada optimisme pelaku pasar terhadap pasar modal Indonesia akan membaik setelah ada kebijakan perbaikan dari otoritas bursa.
Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim mengungkapkan penguatan IHSG antara lain didorong oleh meningkatnya optimisme investor akan pasar modal Indonesia, laporan kinerja keuangan emiten, serta faktor teknikal.
“Rupiah juga berlanjut menguat terhadap dolar AS,” ujar Ratna Lim.
Dalam proyeksinya Ratna Lim menyebutkan IHSG akan melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350-8.400 pada perdagangan Kamis (12/2).
Aktivitas perdagangan menunjukkan nilai transaksi pasar saham mencapai sekitar Rp315,20 miliar dengan volume perdagangan sebesar 5,74 juta lot dan frekuensi transaksi menembus 40,28 ribu kali pada pagi ini.
Dari sisi arus dana, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di pasar reguler sebesar Rp366,64 miliar. Secara keseluruhan di seluruh pasar, net foreign sell tercatat sekitar Rp526,64 miliar, dengan nilai pembelian asing mencapai Rp8,29 triliun dan nilai penjualan asing sebesar Rp8,82 triliun.
Kondisi ini mencerminkan bahwa penguatan IHSG lebih banyak ditopang oleh aktivitas beli investor domestik yang porsinya mencapai sekitar 71,29 persen, sementara kontribusi investor asing berada di kisaran 28,71 persen.
Penguatan IHSG pada perdagangan hari ini didorong oleh kinerja positif sejumlah sektor utama. Sektor industri dasar mencatatkan kenaikan sekitar 0,98 persen, sejalan dengan menguatnya harga saham emiten-emiten bahan baku dan manufaktur pendukung konstruksi. Sektor transportasi naik sekitar 0,88 persen, didukung oleh sentimen pemulihan mobilitas dan ekspektasi peningkatan kinerja emiten logistik.
Sektor energi menguat sekitar 0,82 persen seiring stabilnya harga komoditas global, sementara sektor infrastruktur naik sekitar 0,70 persen. Di sisi lain, sektor teknologi mengalami koreksi sekitar 0,30 persen, mencerminkan aksi ambil untung setelah penguatan dalam beberapa hari terakhir. (*)





