IHSG Anjlok 3,05% ke Level 7.137, Investor Dihantui Konflik Global dan Lonjakan Harga Energi
Jakarta, Ekoin.co – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melandai menjelang libur panjang. Pada penutupan perdagangan Jumat (13/3/2026), indeks anjlok 3,05 persen atau 224,90 poin ke level 7.137,21.
Sepanjang sesi perdagangan hari ini, IHSG terpantau bergerak di zona merah. Indeks sempat bergerak pada kisaran 7.350 hingga 7.132.
Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp13,70 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 285,80 juta saham dari total 1,6 juta transaksi yang dilakukan investor.
Semua Sektor Saham Terkoreksi
Seluruh sektor saham tercatat mengalami koreksi cukup dalam. Penurunan terbesar dipimpin oleh sektor transportasi yang merosot 3,87 persen.
Selain itu, sektor infrastruktur turun 3,64 persen, disusul konsumer cyclical yang melemah 3,55 persen, serta sektor teknologi yang terkoreksi 3,41 persen.
Sektor industrial juga turun 3,46 persen, diikuti sektor energi yang melemah 2,86 persen. Sementara sektor non-cyclical terkoreksi 2,18 persen, properti turun 1,79 persen, dan sektor keuangan melemah 1,60 persen.
Adapun sektor kesehatan mencatat penurunan paling terbatas, yakni sekitar 1,19 persen.
Investor Cemas Konflik Global
Tim analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu kekhawatiran investor terhadap konflik geopolitik global, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Konflik tersebut dikhawatirkan membuat harga minyak mentah bertahan tinggi lebih lama, yang berpotensi mendorong inflasi global dan memperlebar defisit fiskal sejumlah negara, termasuk Indonesia.
Sentimen negatif lainnya berasal dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat yang meluncurkan investigasi baru terhadap sekitar 60 negara terkait dugaan praktik perdagangan tidak adil melalui mekanisme Pasal 301.
Kebijakan tersebut memungkinkan pemerintah AS mengenakan tarif tambahan tanpa memerlukan persetujuan tambahan dari Kongres.
Tiga Saham LQ45 Tetap Menguat
Di tengah tekanan pasar, beberapa saham unggulan masih mencatatkan penguatan.
Saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) naik 3,19 persen atau 60 poin ke level 1.940.
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga menguat 1,97 persen atau 200 poin menjadi 10.375.
Sementara itu, saham Surya Citra Media Tbk (SCMA) turut mencatatkan kenaikan 0,79 persen atau 2 poin, dan ditutup di level 256.





















Tinggalkan Balasan