Ironi Sang Pengusaha Material: Bangun Karier Politik Susah Payah, Hancur Seketika karena Suap!

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjaring OTT KPK. Simak profil, kekayaan LHKPN Rp20 M, dan rekam jejak politiknya dari PDIP ke Gerindra.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat tiba di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif di KPK, Sabtu (11/4/2026).

Jakarta, Ekoin.co – Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Jumat (10/4/2026) malam.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa Gatut langsung dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung Merah Putih.

“Pagi ini tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

Penangkapan ini menjadi sorotan karena Gatut tergolong baru menjabat sebagai kepala daerah. Ia resmi memimpin Kabupaten Tulungagung untuk periode 2025–2030 setelah memenangkan Pilkada 2024 bersama wakilnya, Ahmad Baharudin, dengan raihan suara lebih dari 50 persen.

Sebelum menjabat sebagai bupati, Gatut telah lebih dulu berkiprah di pemerintahan sebagai Wakil Bupati Tulungagung pada periode 2019–2023. Karier politiknya sempat mencuri perhatian publik saat memutuskan keluar dari PDIP dan bergabung dengan Partai Gerindra menjelang kontestasi Pilkada 2024.

Di luar dunia politik, Gatut diketahui memiliki latar belakang sebagai pengusaha. Ia pernah menjalankan usaha di bidang toko material bangunan sebelum terjun ke pemerintahan.

Dari sisi pendidikan, ia menempuh studi ekonomi hingga meraih gelar sarjana di Universitas Merdeka Malang, kemudian melanjutkan pendidikan magister di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Gatut tercatat sekitar Rp20,3 miliar per 31 Desember 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan laporan sebelumnya saat masih berstatus calon kepala daerah.

Kini, statusnya sebagai kepala daerah aktif kembali menjadi perhatian publik setelah terseret dalam operasi senyap KPK dan harus menjalani pemeriksaan intensif di Jakarta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights