Pendapatan UMKM dan Ojol Merosot Drastis di Tengah Kabut Asap Kalimantan dan Sumatra

Kabut asap karhutla menggerus pendapatan UMKM dan ojol di Kalimantan-Sumatra hingga lebih dari 50 persen. CELIOS catat kerugian ekonomi Rp 29,54 triliun.

Jakarta, ekoin.co — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan dan Sumatra tidak hanya memicu krisis kesehatan, tetapi juga menggerus pendapatan masyarakat kecil secara drastis. Para pedagang UMKM dan pengemudi ojek online (ojol) mengaku penghasilan mereka anjlok hingga lebih dari separuh, sementara biaya hidup justru terus meningkat.

Kerugian Ekonomi Karhutla Tembus Rp 29,54 Triliun

Berdasarkan riset Center of Economic and Law Studies (CELIOS), kebakaran hutan dan lahan telah menyebabkan kerugian ekonomi sebesar Rp 29,54 triliun sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Angka ini mencakup kerugian akibat terhambatnya aktivitas perdagangan, pertanian, serta sektor makanan dan minuman.

Riset tersebut menegaskan bahwa dampak karhutla jauh melampaui lahan yang terbakar. Asap tebal yang menyelimuti kota-kota besar turut menghantam sektor perdagangan, jasa, produktivitas kerja, hingga membebani biaya kesehatan masyarakat secara signifikan.

Ojol Tetap Bekerja Meski Sesak Napas

Di Pekanbaru, Riau, kabut asap masih menyelimuti kota pada Jumat (9/10) pagi dengan jarak pandang sangat terbatas. Imrayedi, pengemudi ojek online berusia 63 tahun, tetap menghabiskan hari-harinya di jalan meskipun mengalami sesak napas dan sakit kepala akibat polusi udara.

Kondisi serupa dialami pengemudi ojol di Banjarmasin dan Palangka Raya. Mereka mengaku pendapatan harian turun drastis karena jumlah penumpang dan pesanan makanan berkurang tajam.

Pedagang Soto hingga Warung Makan Kehilangan Pelanggan

Para pedagang makanan di Palangka Raya melaporkan penurunan omzet hingga 60 persen. Banyak keluarga pedagang kini kesulitan membayar tagihan rumah tangga dan biaya pendidikan anak.

Ekonom: Pemerintah Harus Lindungi Pekerja Harian

Analis senior ISEAI, Ronny Sasmita, menilai karhutla berpotensi menjadi faktor penahan aktivitas ekonomi. Ia mendesak pemerintah menyediakan bantuan kesehatan, perlindungan sosial, dan dukungan ekonomi langsung bagi warga terdampak.

Dampak Jangka Panjang bagi Ekonomi Daerah

Para ekonom memperingatkan dampak karhutla terhadap perekonomian daerah bisa berlangsung berbulan-bulan setelah asap menghilang. Pemerintah perlu menyiapkan program pemulihan ekonomi yang komprehensif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights