Kurs Rupiah Hari Ini Menguat Tipis ke Rp17.890 per Dolar AS di Tengah Pelemahan Greenback

Rupiah menguat tipis ke Rp17.890 per dolar AS pada 6 Oktober 2026. Pelemahan greenback dan sentimen domestik positif topang mata uang Garuda.
Rupiah menguat tipis ke Rp17.890 per dolar AS pada 6 Oktober 2026. Pelemahan greenback dan sentimen domestik positif topang mata uang Garuda.(foto:istimewa)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di level Rp17.890 per dolar AS pada perdagangan Selasa (6/10/2026). Penguatan ini terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS di pasar global akibat meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.

Dolar AS Melemah, Rupiah Dapat Angin Segar

Pelemahan dolar AS di pasar internasional menjadi faktor utama yang menopang penguatan rupiah. Indeks dolar AS (DXY) tercatat turun setelah data ekonomi AS menunjukkan perlambatan di beberapa sektor, memicu spekulasi bahwa The Fed akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga.

Bank Indonesia (BI) diperkirakan tetap menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar valas. Cadangan devisa yang memadai memberikan ruang bagi BI untuk melakukan stabilisasi jika diperlukan.

Faktor Domestik Turut Mendukung

Dari sisi domestik, stabilnya kondisi ekonomi makro Indonesia turut mendukung penguatan rupiah. Neraca perdagangan yang masih surplus serta arus masuk investasi asing ke pasar obligasi pemerintah menjadi sentimen positif bagi mata uang Garuda.

Para pelaku pasar juga memperhatikan rencana lelang Surat Berharga Negara (SBN) yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Permintaan yang kuat terhadap SBN biasanya berdampak positif terhadap aliran modal masuk dan mendukung penguatan rupiah.

Proyeksi Nilai Tukar

Analis valas memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.800-Rp17.950 per dolar AS dalam beberapa hari ke depan. Pergerakan ini akan sangat bergantung pada sentimen global terutama terkait kebijakan moneter The Fed serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga komoditas energi.

Pelaku usaha yang memiliki eksposur valuta asing disarankan untuk melakukan lindung nilai guna meminimalkan risiko fluktuasi nilai tukar. BI sendiri telah menyiapkan berbagai instrumen untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights