Asap Karhutla Renggut Nyawa Pengemudi Ojol dan Guru, Kabut Meluas ke Malaysia
JAKARTA, Ekoin.co – Krisis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia memasuki fase membahayakan setelah sejumlah korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat paparan asap tebal. Di antara korban terdapat seorang pengemudi ojek online dan guru yang kehilangan nyawa setelah terpapar polusi udara ekstrem selama berminggu-minggu. Sementara itu, kabut asap lintas batas telah menyelimuti Malaysia dengan 37 kawasan mencatat kualitas udara tidak sehat.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Kasus kematian yang dihubungkan langsung dengan paparan asap karhutla menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Seorang pengemudi ojol di Kalimantan dilaporkan meninggal setelah mengalami sesak napas akut yang diperburuk oleh aktivitas berkendara di udara berpolusi. Korban lain, seorang guru di Sumatera, meninggal setelah mengalami infeksi saluran pernapasan berat yang menurut dokter dipicu oleh paparan asap berkelanjutan.
Keluarga korban menyampaikan pesan pilu yang menggambarkan beratnya situasi. Kasus-kasus ini memunculkan pertanyaan serius tentang efektivitas mitigasi dan perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak karhutla.
Malaysia Terdampak: 37 Kawasan Udara Tidak Sehat
Dampak kabut asap tidak berhenti di perbatasan Indonesia. Indeks Polusi Udara Malaysia (APIMS) mencatat sedikitnya 37 kawasan di negara jiran tersebut berada dalam kategori tidak sehat pada Kamis (8/10/2026). Sejumlah wilayah di Semenanjung dan Kalimantan Malaysia melaporkan jarak pandang turun drastis hingga di bawah 1 kilometer, mengganggu aktivitas penerbangan dan transportasi darat.
Pemerintah Malaysia telah mengeluarkan peringatan kesehatan kepada warga, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Beberapa sekolah di wilayah terparah juga telah diliburkan untuk melindungi kesehatan siswa.
Respons Pemerintah Indonesia
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan telah mengerahkan ribuan personel dan peralatan pemadaman ke titik-titik api utama di Kalimantan dan Sumatera. Operasi water bombing menggunakan helikopter dan pesawat berkapasitas besar terus dilakukan, meskipun efektivitasnya terbatas oleh cuaca kering berkepanjangan.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga telah menindak ratusan perusahaan yang diduga terlibat pembakaran lahan. Namun para aktivis lingkungan menilai penegakan hukum masih lemah dan tidak sebanding dengan skala bencana yang terjadi setiap tahun.
Ancaman Kesehatan Jangka Panjang
Dokter spesialis paru memperingatkan bahwa dampak kesehatan dari paparan asap karhutla tidak hanya bersifat akut. Paparan partikel halus PM2.5 dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan fungsi paru-paru, meningkatkan risiko kanker paru, dan memperburuk kondisi penyakit jantung. Anak-anak yang terpapar asap saat masa pertumbuhan berisiko mengalami gangguan perkembangan paru-paru permanen.
Dengan musim kemarau yang diprediksi masih berlangsung hingga November, para ahli mendesak pemerintah untuk memperkuat sistem peringatan dini, menyediakan masker N95 gratis bagi masyarakat terdampak, dan mempertimbangkan evakuasi warga dari zona yang paling parah terpapar asap.























Tinggalkan Balasan