Banjir Bandang Terjang Padang: 120 Rumah Terendam, Akses Jalan Terputus dan Ratusan Warga Mengungsi

Banjir bandang terjang Kota Padang, 120 rumah terendam dan akses jalan terputus. Ratusan warga mengungsi, BMKG keluarkan peringatan cuaca ekstrem.
Banjir bandang terjang Kota Padang Oktober 2026, sebanyak 120 rumah terendam dan akses jalan terputus. Ratusan warga mengungsi ke posko darurat.(foto:istimewa)

Padang, Ekoin.co – Banjir bandang menerjang sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatera Barat, pada Sabtu (10/10/2026), menyebabkan kerusakan luas yang berdampak pada ratusan keluarga. Sedikitnya 120 rumah warga terendam air dan beberapa ruas jalan utama terputus akibat luapan sungai yang dipicu hujan deras selama lebih dari enam jam berturut-turut.

Kronologi Bencana dan Wilayah Terdampak

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, hujan lebat mulai mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Intensitas curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan beberapa anak sungai meluap dan menggenangi permukiman warga di beberapa kecamatan.

Wilayah yang paling parah terdampak meliputi Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Padang Utara. Di kawasan Koto Tangah, ketinggian air mencapai satu meter di beberapa titik, memaksa warga mengevakuasi barang-barang berharga mereka ke tempat yang lebih tinggi.

Dampak Terhadap Infrastruktur dan Transportasi

Selain merendam ratusan rumah, banjir bandang juga memutus akses jalan di beberapa ruas strategis. Jalan penghubung antara Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman tidak bisa dilalui kendaraan roda empat selama lebih dari 12 jam. Dinas PUPR Kota Padang melaporkan bahwa material lumpur dan reruntuhan pohon menumpuk di beberapa titik jalan. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja membersihkan material banjir.

Evakuasi dan Penanganan Korban

Ratusan warga yang rumahnya terendam terpaksa mengungsi ke gedung sekolah dan masjid terdekat. Pemerintah Kota Padang segera mendirikan posko pengungsian darurat dengan kebutuhan dasar. Kepala BPBD menyatakan belum ada laporan korban jiwa, namun beberapa warga mengalami luka ringan.

Faktor Penyebab dan Peringatan BMKG

BMKG Stasiun Padang Panjang menjelaskan banjir bandang dipicu kombinasi curah hujan ekstrem dan kondisi DAS yang sudah jenuh air. Topografi Kota Padang yang dikelilingi perbukitan mempercepat aliran air menuju permukiman di dataran rendah. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Sumatera Barat.

Langkah Pemulihan dan Mitigasi

Pemerintah Kota Padang berkomitmen melakukan rehabilitasi infrastruktur yang rusak. Wali Kota menegaskan perbaikan jalan dan jembatan menjadi prioritas utama. Pemerintah juga berencana meningkatkan kapasitas drainase dan normalisasi sungai sebagai langkah mitigasi jangka panjang menghadapi ancaman banjir akibat perubahan iklim. Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan penataan tata ruang berbasis kebencanaan.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights