Isu 15 Penjaga Dibantah, Perawat Rumah Ex-Jampidsus Tegaskan Sutrimo Bukan ART

Klarifikasi Sutrimo menyebut isu 15 penjaga tidak benar. Pengamanan kediaman Febrie Adriansyah hanya dilakukan dua satpam bergantian.
Klarifikasi Sutrimo menyebut isu 15 penjaga tidak benar. Pengamanan kediaman Febrie Adriansyah hanya dilakukan dua satpam bergantian (Foto:Istimewa).

Jakarta, Ekoin.co – Klarifikasi Sutrimo disampaikan pihak perawat rumah di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah untuk meluruskan sejumlah narasi yang beredar mengenai aktivitas mendiang Sutrimo sebelum meninggal dunia. Penjelasan tersebut disampaikan terkait status Sutrimo selama berada di Jakarta serta isu mengenai adanya pengerahan belasan penjaga di sekitar kediaman mantan Jampidsus.

Pihak perawat rumah menyampaikan bahwa sejumlah informasi yang beredar dinilai tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan. Karena itu, klarifikasi diberikan untuk menjelaskan keadaan Sutrimo serta situasi pengamanan di kediaman Febrie Adriansyah sebagaimana yang diketahui pihak yang berada di lokasi.

Menurut keterangan tersebut, Sutrimo sudah tidak lagi berstatus sebagai Asisten Rumah Tangga (ART) di kediaman Febrie Adriansyah sejak kembali ke Jakarta hingga sebelum meninggal dunia. Dengan demikian, aktivitas Sutrimo selama berada di Jakarta tidak lagi berkaitan dengan pekerjaan sebagai ART di kediaman mantan Jampidsus.

Selama berada di Jakarta, Sutrimo diketahui tinggal seorang diri. Ia menjalankan aktivitas untuk menjaga kebersihan bangunan bekas klinik yang berada di kawasan Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Aktivitas menjaga kebersihan bangunan itu dilakukan secara mandiri. Pihak perawat rumah menegaskan kegiatan tersebut tidak berkaitan dengan pekerjaan domestik di rumah pribadi Febrie Adriansyah maupun tugas pengawasan terhadap kediaman mantan Jampidsus.

Keterangan mengenai aktivitas Sutrimo tersebut menjadi bagian penting dalam Klarifikasi Sutrimo karena sebelumnya beredar narasi yang mengaitkan keberadaannya dengan aktivitas di sekitar kediaman Febrie Adriansyah. Pihak yang berada di lokasi kemudian memberikan penjelasan mengenai kondisi sebenarnya sebelum Sutrimo meninggal dunia.

Selain mengenai status Sutrimo, pihak perawat rumah juga membantah informasi tentang adanya 15 orang penjaga khusus. Narasi tersebut sebelumnya menyebut belasan personel dikerahkan untuk mengawasi kawasan kediaman sekaligus memantau aktivitas media dan intelijen.

Bantahan terhadap isu 15 penjaga

Pihak perawat rumah menyatakan bahwa klaim mengenai 15 penjaga tersebut tidak benar. Menurut keterangan yang disampaikan, pengamanan di rumah kediaman hanya melibatkan dua orang satpam yang bekerja secara bergantian sesuai pembagian shift.

“Klaim adanya 15 orang penjaga itu sama sekali tidak benar. Pengamanan di rumah kediaman hanya diisi oleh dua orang satpam yang bertugas secara bergantian per shift. Tidak pernah ada pengerahan belasan personel apalagi perintah khusus seperti yang dinarasikan,” ujar salah satu perawat rumah.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa kondisi pengamanan di kediaman Febrie Adriansyah berlangsung sebagaimana pengamanan rumah pada umumnya. Petugas yang berada di lokasi menjalankan tugas sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Menurut pihak perawat rumah, tidak terdapat pengerahan belasan personel untuk menjalankan pengamanan khusus di kediaman tersebut. Dengan demikian, informasi mengenai 15 penjaga tidak sesuai dengan kondisi yang mereka ketahui dan saksikan di lokasi.

Penjelasan itu juga memperjelas perbedaan antara aktivitas Sutrimo dengan sistem pengamanan kediaman Febrie Adriansyah. Sutrimo disebut menjalankan kegiatan menjaga kebersihan bangunan bekas klinik secara mandiri, sementara pengamanan kediaman dilakukan dua satpam secara bergantian.

Keterangan dari pihak yang berada di lokasi menjadi dasar Klarifikasi Sutrimo terkait informasi yang beredar mengenai mendiang Sutrimo sebelum meninggal dunia. Dalam penjelasan tersebut, status Sutrimo dan aktivitasnya selama berada di Jakarta dipaparkan secara terpisah dari pengamanan kediaman mantan Jampidsus.

Sementara itu, lokasi aktivitas Sutrimo disebut berada di kawasan Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Tidak disebutkan adanya aktivitas lain yang berkaitan dengan pekerjaan domestik maupun tugas pengawasan di rumah pribadi Febrie Adriansyah.

Dari keterangan yang disampaikan, terdapat dua hal utama yang diklarifikasi, yakni status Sutrimo yang disebut sudah bukan lagi ART aktif serta bantahan terhadap narasi mengenai 15 penjaga. Kedua hal tersebut dijelaskan berdasarkan kondisi yang diketahui pihak perawat rumah di lokasi.

Pihak perawat rumah juga menegaskan bahwa sistem pengamanan kediaman berlangsung dengan petugas yang menjalankan tugas sesuai jadwal. Dua satpam ditempatkan secara bergantian per shift, tanpa pengerahan belasan personel sebagaimana informasi yang dibantah tersebut.

Klarifikasi ini sekaligus memberikan gambaran mengenai kondisi di sekitar kediaman Febrie Adriansyah berdasarkan keterangan pihak yang berada di lokasi. Informasi mengenai Sutrimo dan pengamanan rumah disampaikan untuk meluruskan narasi yang dinilai tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Dengan adanya penjelasan tersebut, informasi mengenai Sutrimo dapat ditempatkan sesuai keterangan yang diberikan. Sutrimo disebut telah menjalankan aktivitas secara mandiri untuk menjaga kebersihan bangunan bekas klinik di Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dan bukan lagi sebagai ART di kediaman Febrie Adriansyah.

Keterangan mengenai waktu aktivitas tersebut dalam sumber tidak dijelaskan secara rinci berdasarkan jam tertentu. Namun, status dan aktivitas Sutrimo disebut berlangsung sejak kembali ke Jakarta hingga sebelum dirinya meninggal dunia. Klarifikasi disampaikan oleh pihak perawat rumah berdasarkan kondisi yang mereka ketahui di lapangan.

Sebagai kesimpulan, Klarifikasi Sutrimo menegaskan bahwa mendiang Sutrimo disebut sudah tidak lagi berstatus sebagai ART aktif di kediaman Febrie Adriansyah setelah kembali ke Jakarta.

Sutrimo selama berada di Jakarta diketahui tinggal seorang diri dan menjalankan aktivitas menjaga kebersihan bangunan bekas klinik di kawasan Jalan Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Pihak perawat rumah juga membantah adanya 15 penjaga khusus di sekitar kediaman Febrie Adriansyah. Pengamanan disebut hanya melibatkan dua satpam yang bertugas secara bergantian setiap shift.

Keterangan tersebut diberikan untuk meluruskan narasi yang beredar mengenai aktivitas Sutrimo serta situasi pengamanan di kediaman mantan Jampidsus. Pihak yang berada di lokasi menyampaikan kondisi berdasarkan apa yang mereka ketahui.

Dengan demikian, informasi mengenai status Sutrimo dan jumlah petugas pengamanan perlu merujuk pada klarifikasi pihak yang berada di lokasi sebagaimana disampaikan dalam sumber berita. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights