Robot Pengintai China di NTB? Nelayan Gili Trawangan Temukan Drone Bawah Laut Bertuliskan Mandarin

Nelayan NTB temukan drone bawah laut bertuliskan Mandarin di Selat Trawangan. Simak detail pengamanan oleh TNI AL Mataram dan spesifikasi alat tersebut.
Personel TNI AL Mataram saat mengamankan sebuah drone bawah laut (underwater seaglider) yang ditemukan nelayan di perairan Gili Trawangan, Selasa (7/4/2026).

NTB, Ekoin.co – Seorang nelayan bernama Ariyanto (38) menemukan benda mencurigakan menyerupai drone bawah laut di perairan Selat Utara Trawangan, sekitar 10 mil dari Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (7/4/2026).

Benda tersebut pertama kali ditemukan dalam kondisi mengambang saat Ariyanto tengah mencari ikan. Temuan itu kemudian dilaporkan ke aparat setempat untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, benda tersebut diduga merupakan bagian dari sistem sensor bawah laut yang diproduksi oleh China Shipbuilding Industry Corporation.

Setelah laporan diterima, benda itu dievakuasi ke Gili Trawangan, tepatnya di samping sebuah hotel, dan langsung dipasang garis polisi oleh aparat Polsubsektor Gili Indah.

Tim Detasemen Gegana kemudian melakukan pemeriksaan intensif, termasuk pengecekan unsur bahan peledak dan radioaktif.

Hasil pemeriksaan memastikan tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya. Benda tersebut dipastikan merupakan alat atau robot bawah air yang digunakan untuk keperluan observasi.

“Tidak ditemukan bahan peledak maupun radioaktif. Benda tersebut merupakan alat atau robot bawah air,” demikian hasil pemeriksaan tim di lapangan.

Selanjutnya, benda tersebut diserahkan kepada pihak Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Mataram untuk diamankan. Sekitar pukul 20.17 WIB, benda itu telah tiba di markas Lanal Mataram guna proses pengamanan dan penelitian lanjutan.

Dari hasil identifikasi awal, drone bawah laut tersebut memiliki desain yang dilengkapi kabel, sensor, serta kompartemen khusus yang biasa digunakan dalam penelitian oseanografi. Di dalamnya juga ditemukan tulisan Mandarin “研制” (yán zhì) yang berarti “dikembangkan” atau “penelitian dan pengembangan”.

Temuan ini menambah perhatian terhadap aktivitas perangkat bawah laut asing di perairan Indonesia, meski hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak TNI AL terkait fungsi pasti alat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Verified by MonsterInsights