EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA NASIONAL
Hujan Deras Picu Banjir, Ribuan Warga Terdampak di Bekasi dan Sekitarnya

Hujan Deras Picu Banjir, Ribuan Warga Terdampak di Bekasi dan Sekitarnya

Banjir besar melumpuhkan Kota Bekasi, dengan ribuan rumah terendam dan warga terpaksa mengungsi. Tanggul jebol di Kemang Pratama menjadi penyebab utama banjir, yang disebut lebih parah dibandingkan banjir tahun 2020. Wali Kota Bekasi menyatakan delapan kecamatan terdampak, sementara di Jakarta dan Tangsel, puluhan RT juga terendam air.

Ray oleh Ray
5 Maret 2025
Kategori NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Ekoin.co . Kota Bekasi dinyatakan lumpuh akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada Senin (03/03) malam. Banjir ini disebut lebih parah dibandingkan dengan kejadian serupa lima tahun lalu. Setidaknya satu mal dan ribuan rumah di Bekasi, Jakarta, serta Tangerang Selatan (Tangsel) terendam air, memaksa sebagian warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pemerintah mencatat sejumlah wilayah terdampak banjir setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut pada Senin malam. Di Jakarta, setidaknya 77 RT terdampak, membuat warga mengungsi ke masjid dan sekolah. Sementara itu, Pemerintah Kota Bekasi pada Selasa (04/03) menyatakan bahwa kota tersebut lumpuh karena rumah, jalan, dan gedung pemerintahan digenangi air. dilansir bbc.com/indonesia .

Arif (66), warga perumahan Pondok Mitra Lestari, Jati Asih, Bekasi, Jawa Barat, kini bertahan di lantai dua rumahnya bersama istrinya. Ketika dihubungi pada Rabu (04/04) sekitar pukul 10.30 WIB, Arif mengatakan air masih merendam lantai satu rumahnya. Barang-barang seperti televisi, kulkas, dan motor terendam air. “Semua, habis semua,” kata Arif.

Menurut Arif, air mulai meninggi setelah waktu sahur. Hujan deras telah turun sejak pukul 19.30 WIB pada Senin malam dan berlangsung hingga subuh. “Sampai kita sahur itu masih jam tiga masih hujan,” kata Arif. Namun, banjir baru terjadi setelah tanggul di Kemang Pratama, yang terletak sekitar 400 meter dari rumahnya, jebol. “Ternyata tanggul di Kemang Pratama itu jebol,” ujarnya.

Arif menyayangkan kondisi tanggul yang baru diperbaiki namun tidak mampu menahan luapan air. “Tanggul baru diperbaiki malah jadi kayak gini,” keluhnya. Dalam video yang dikirimkan Arif, terlihat tinggi air hampir menyamai pagar rumahnya yang mencapai 2,2 meter. Sampah dari luar juga masuk ke pekarangan rumahnya. “Tadi sampah masuk pada saat air lebih tinggi daripada pagar saya,” ujarnya.

Berita Menarik Pilihan

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

Pemerintah Atur Skema Belajar Selama Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Nilai Keagamaan

Tempat usaha Arif, sebuah warung di Galaxy, Bekasi, juga terendam air setinggi lutut orang dewasa. “Kalau yang sekarang, ya kayak mana mau marah sama siapa, ya? Nah, ini kan musibah, dibilang musibah, ya musibah. Dibilang ujian, ya ujian,” kata Arif menggambarkan suasana hatinya.

Banjir kali ini disebut sebagai yang terparah sejak 1 Januari 2020. Saat itu, banjir juga melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya. “Kayak gini juga,” kata Arif, mengingat kejadian serupa lima tahun lalu.

Puarman dari Komunitas Peduli Cileungsi Cikeas (KP2C), yang memantau ketinggian air di Kali Cileungsi dan Cikeas, menyebutkan bahwa 19 RW terdampak banjir pada Selasa (04/03). “Tadi malam ini yang karena luapan sungai Cileungsi ya itu lebih besar lagi dibandingkan sungai Cikeas. Kalau kemarin yang terdampak tiga RW, sekarang yang terdampak adalah 19 RW dengan jumlah lebih kurang 4.717 KK (kepala keluarga),” kata Puarman.

Ia menjelaskan bahwa banjir sudah melanda sejak Senin pagi (03/03) di beberapa perumahan di Bojong Kulur, Gunung Putri, Bogor. “Nah, kalau kemarin pagi itu banjirnya karena luapan sungai Cikeas,” kata Puarman. Meski sempat surut, banjir kembali melanda dengan intensitas lebih tinggi. “Sekarang malah banjir, karena tinggi muka airnya lebih tinggi dibanding yang 1 Januari 2020,” ujarnya.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan bahwa delapan dari 12 kecamatan di Kota Bekasi terdampak banjir. “Dari 12 kecamatan, yang terdampak di Kota Bekasi itu delapan kecamatan. Dan hari ini Kota Bekasi lumpuh, sampai di jalan utama, termasuk kantor pemerintahan, itu sudah mulai masuk air,” kata Tri, Selasa (04/03), seperti dikutip dari Detik.com.

Menurutnya, ketinggian air kali ini mencapai lebih dari 8 meter, melebihi banjir tahun 2016 dan 2020. “Memang ketinggian air itu lebih dari 8 meter, sehingga kondisi yang ada adalah kemudian melimpas dari tanggul-tanggul yang memang sudah dibangun oleh BWSCC sampai tahun lalu,” jelas Tri.

Sementara itu, di Jakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 77 RT terdampak banjir. “Air di Kali Ciliwung, Krukut, dan Pesanggrahan meluap,” kata Kepala BPBD Jakarta Isnawa Adji, seperti dilaporkan Detik.com. Di Tangerang Selatan, banjir juga melanda 11 wilayah akibat meluapnya Kali Serua, seperti diberitakan Kompas.com.

Tags: Arif warga BekasiBanjir Bekasibanjir Jakartabanjir TangselBPBD JakartaDetik.comhujan derasKali CikeasKali CileungsiKompas.comKota Bekasi lumpuhKP2Ctanggul jebolWali Kota Bekasi Tri Adhianto
Post Sebelumnya

PSV Eindhoven Tak Berkutik, Arsenal Menang Telak 7-1 di Stadion Philips

Post Selanjutnya

Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah dengan Hujan Lebat

Ray

Ray

Berita Terkait

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 160 kg dan ganja 200 kg hasil tangkapan di jaringan Aceh-Medan, Kamis (5/2/2026). Operasi besar-besaran ini diperkirakan menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman zat adiktif. (Foto: Humas BNN RI/Ekoin.co)

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

BNN memperkirakan penggagalan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu juta orang dari bahaya penyalahgunaan. Negara...

Pemerintah Atur Skema Belajar Selama Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Nilai Keagamaan

Pemerintah Atur Skema Belajar Selama Ramadan 2026, Fokus Karakter dan Nilai Keagamaan

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Pemerintah menetapkan pengaturan khusus pembelajaran bagi peserta didik selama Bulan Ramadan 2026 dengan menekankan penguatan nilai keagamaan,...

Mundur dari Deputi Gubernur BI, Juda Agung Resmi Jabat Wamenkeu Setelah Dilantik Presiden

Mundur dari Deputi Gubernur BI, Juda Agung Resmi Jabat Wamenkeu Setelah Dilantik Presiden

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) RI untuk sisa masa jabatan...

Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mendesak pemerintah agar tidak menganaktirikan guru honorer di tengah masifnya pengangkatan PPPK untuk tenaga teknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prioritas Terbelah: Program Makan Bergizi Mulus ke PPPK, Nasib Guru Honorer Masih ‘Digantung’ Anggaran

oleh Hasrul Ekoin
5 Februari 2026
0

Menurutnya, kepastian hukum penting agar guru dapat menjalankan tugas tanpa tekanan, sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan secara bertahap. Ia mencontohkan...

Post Selanjutnya
Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah dengan Hujan Lebat

Waspada Cuaca Ekstrem! BMKG Rilis Daftar Wilayah dengan Hujan Lebat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.