EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
BPS Prediksi Pertumbuhan Pasar Otomotif Indonesia Tetap Positif Hingga 2025

BPS Prediksi Pertumbuhan Pasar Otomotif Indonesia Tetap Positif Hingga 2025

BPS memprediksi pertumbuhan pasar otomotif Indonesia tetap positif hingga 2025, didukung oleh ekspor kendaraan bermotor yang mencapai 2,57 miliar dolar AS di Q3-2024. Meski penjualan mobil turun 14,7 persen, pemerintah berkomitmen memberikan insentif, termasuk untuk mobil listrik dan hibrida, guna menjaga gairah industri.

Abah Mamat oleh Abah Mamat
10 Maret 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, INDUSTRI, OTOMOTIF
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi pertumbuhan pasar otomotif di Indonesia masih dapat bertahan hingga 2025, meskipun dihadapkan pada tantangan dalam negeri seperti kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen. Prediksi ini didukung oleh permintaan ekspor yang terus menunjukkan tren positif.

“Ekspor produk kendaraan bermotor dan suku cadang, kecuali sepeda motor, cenderung memiliki tren positif mencapai 2,57 miliar dolar Amerika pada Q3-2024,” ujar Direktur Neraca Produksi BPS, Puji Agus Kurniawan, dalam acara “Forwot Cars/Motorcycles of the Year 2024” yang digelar di Jakarta pada Jumat, 20 Desember 2024.

Meski demikian, Puji mengakui bahwa ekspor sepeda motor dan perlengkapannya justru mengalami fluktuasi pada periode yang sama. “Untuk produk sepeda motor dan perlengkapannya, trennya cenderung fluktuatif,” tambahnya.
Di tengah tantangan tersebut, pemerintah berkomitmen untuk memberikan solusi guna menjaga gairah industri otomotif. Salah satunya adalah melalui pemberian insentif untuk kendaraan ramah lingkungan, seperti mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) dan mobil hibrida (hybrid electric vehicle/HEV).

“Pemerintah telah menetapkan kebijakan insentif untuk kendaraan hibrida melalui PPnBM DTp sebesar 3 persen,” jelas Puji. Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan kendaraan hibrida di Indonesia, terutama menyusul kenaikan PPN sebesar 12 persen yang akan berlaku mulai tahun depan.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa PPN DTP 10 persen untuk impor kendaraan mobil listrik completely knocked down (CKD), PPnBM DTP untuk impor mobil listrik completely built up (CBU) dan CKD sebesar 15 persen, serta pembebasan bea masuk untuk impor mobil listrik secara CBU.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Namun, data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penurunan penjualan mobil sepanjang Januari hingga November 2024. Secara keseluruhan, penjualan mobil turun 14,7 persen (year on year) menjadi 784.788 unit, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 920.518 unit.

Selain itu, penjualan ritel juga mengalami penurunan sebesar 11,2 persen (year on year) dari 908.473 unit di tahun 2023 menjadi 806.721 unit pada 11 bulan pertama tahun 2024.
Gambar dari Gaikindo

Tags: BPSekspor kendaraan bermotorForwot Cars/Motorcycles of the Year 2024Gaikindoinsentif mobil listrikmobil hibridapenjualan mobil turunpertumbuhan pasar otomotifPPN 12 persenPuji Agus Kurniawan
Post Sebelumnya

Kunjungan Presiden Prabowo ke Babelan: Berbagi di Tengah Musibah Banjir

Post Selanjutnya

Industri Kelapa Sawit Tetap Jadi Andalan Ekonomi Indonesia di Tengah Larangan Ekspor Mineral

Abah Mamat

Abah Mamat

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Industri Kelapa Sawit Tetap Jadi Andalan Ekonomi Indonesia di Tengah Larangan Ekspor Mineral

Industri Kelapa Sawit Tetap Jadi Andalan Ekonomi Indonesia di Tengah Larangan Ekspor Mineral

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.