EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
Mengapa Imam Tidak Mengeraskan Suara Saat Sholat Dzuhur dan Ashar? Berikut Penjelasannya

Mengapa Imam Tidak Mengeraskan Suara Saat Sholat Dzuhur dan Ashar? Berikut Penjelasannya

Imam tidak mengeraskan suara saat sholat Dzuhur dan Ashar karena mengikuti sunnah Nabi Muhammad SAW dan pertimbangan waktu siang yang sibuk, sementara bacaan dikeraskan pada sholat Maghrib, Isya, dan Subuh untuk menciptakan suasana munajat yang khusyuk.

Ray oleh Ray
20 Maret 2025
Kategori EDUKASI, HIKMAH
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Ekoin.co . Dalam pelaksanaan sholat berjamaah, terdapat perbedaan cara imam membaca bacaan sholat, terutama antara sholat Dzuhur dan Ashar dengan sholat Maghrib, Isya, dan Subuh. Pada sholat Dzuhur dan Ashar, imam tidak mengeraskan suara (sirr), sementara pada sholat Maghrib, Isya, dan Subuh, bacaan imam terdengar jelas (jahr). Lantas, apa alasan di balik perbedaan ini?

Menurut Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam bukunya *Sifat Shalat Nabi SAW*, praktik ini mengikuti anjuran yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. “Rasulullah SAW mencontohkan bahwa pada sholat Dzuhur dan Ashar, bacaan Al-Fatihah dan surah lainnya tidak dikeraskan, melainkan dilirihkan,” tulisnya. Hal ini juga didukung oleh hadits riwayat Bukhari, di mana sahabat Khabbab bin Arats menjelaskan bahwa Nabi SAW membaca dengan lirih pada sholat Dzuhur dan Ashar, yang diketahui dari gerakan jenggot beliau.

Selain mengikuti sunnah Nabi, alasan lain dibalik bacaan lirih pada sholat Dzuhur dan Ashar adalah waktu pelaksanaannya. Seperti dikutip dari laman Nahdlatul Ulama (NU) online, dalam kitab *I’anah at-Thalibin* dijelaskan bahwa sholat Dzuhur dan Ashar dilaksanakan pada siang hari, saat manusia sibuk berkumpul dan beraktivitas. “Waktu siang kurang nyaman untuk bermunajat, sehingga bacaan dilirihkan,” jelas sumber tersebut. Sementara itu, sholat Maghrib, Isya, dan Subuh dilakukan pada malam atau pagi hari, yang merupakan waktu menyepi (khalwat), sehingga bacaan dikeraskan untuk mencari kenikmatan munajat kepada Allah SWT. dilansir detik.com .

Meskipun demikian, hukum mengeraskan atau melirihkan suara dalam sholat adalah sunnah, bukan wajib. Menurut Sayyid Sabiq dalam bukunya *Fiqih Sunnah*, jika imam lupa dan membaca keras pada sholat Dzuhur atau Ashar, atau sebaliknya, sholatnya tetap sah. “Namun, jika ingat, hendaknya ia mengubah bacaannya sesuai dengan ketentuan,” tulisnya.

Dengan demikian, praktik bacaan lirih pada sholat Dzuhur dan Ashar bukan hanya sekadar tradisi, tetapi memiliki dasar yang kuat dari ajaran Nabi Muhammad SAW dan pertimbangan waktu pelaksanaan sholat.

Berita Menarik Pilihan

JANGAN SAMPAI GAGAL! Panduan Lengkap Registrasi Akun Siswa SNBP 2026: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Tags: bacaan jahrbacaan sirrFiqih Sunnahhadits BukhariI'anah at-ThalibinKhabbab bin AratsmunajatNahdlatul UlamaRasulullah SAWSayyid Sabiqsholat Asharsholat berjamaahsholat DzuhursunnahSyaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniwaktu malamwaktu siang
Post Sebelumnya

Timnas Indonesia Lakukan Latihan Ringan Jelang Laga Krusial Lawan Australia

Post Selanjutnya

Membangun Pagar Rumah Sesuai Ajaran Islam

Ray

Ray

Berita Terkait

Tahap awal seleksi masuk perguruan tinggi negeri resmi dimulai. Mulai 3 Februari hingga 28 Februari 2026

JANGAN SAMPAI GAGAL! Panduan Lengkap Registrasi Akun Siswa SNBP 2026: Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Tahap awal seleksi masuk perguruan tinggi negeri resmi dimulai. Mulai 3 Februari hingga 28 Februari 2026, seluruh siswa kelas XII...

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya. Ini Penjelasan Ilmiahnya (Foto: DetikFood)

Makan Durian Bersamaan Minuman Soda Berbahaya? Ini Penjelasan Ilmiahnya

oleh Akmal Solihannoer
1 Februari 2026
0

Ekoin.co - Buah durian dikenal luas sebagai buah tropis dengan rasa khas dan kandungan gizi yang tinggi. Di sisi lain,...

Ilustrasi ini menggambarkan ketenangan, kejernihan hati, dan refleksi batin sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan di bulan Sya’ban.

Sya’ban, Bulan Sunyi Membersihkan Hati sebelum Ramadhan Datang

oleh Hasrul Ekoin
31 Januari 2026
0

Di tengah dunia yang kian riuh, Sya’ban mengajarkan satu hal penting: sebelum Ramadhan datang dengan segala kemuliaannya, ada pekerjaan sunyi...

Ilustrasi seorang muslimah yang sedang mencatat jadwal qadha puasa. Menyegerakan penggantian utang puasa sebelum Ramadan tiba adalah bentuk tanggung jawab ibadah dan menghindarkan diri dari kewajiban membayar denda fidyah. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Utang Puasa Belum Lunas? Simak Aturan Qadha dan Risiko Fidyah Sebelum Ramadan 1447 H

oleh Hasrul Ekoin
30 Januari 2026
0

Imam Al-Qurthubi dalam tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an menegaskan bahwa kewajiban qadha bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar, karena ia...

Post Selanjutnya
Membangun Pagar Rumah Sesuai Ajaran Islam

Membangun Pagar Rumah Sesuai Ajaran Islam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.