EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Program IPHA Diperkuat, Presiden Prabowo Dukung Pertanian Majalengka Lewat Solusi Alami

Sumber dok. pu.go.id

Program IPHA Diperkuat, Presiden Prabowo Dukung Pertanian Majalengka Lewat Solusi Alami

Presiden Prabowo Subianto menyerahkan bantuan 1.000 ekor burung hantu untuk membantu petani di Majalengka mengatasi hama tikus, yang disambut apresiasi oleh Menteri PU Dody Hanggodo karena sejalan dengan program peningkatan produksi padi melalui teknologi IPHA.

Agus DJ oleh Agus DJ
27 April 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, LINGKUNGAN, NASIONAL, PERISTIWA, PERTANIAN, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO — Di tengah upaya pemerintah mendorong ketahanan pangan nasional, inovasi dalam bidang pertanian terus menjadi perhatian utama. Salah satunya adalah penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA), sebuah metode baru yang tidak hanya menjanjikan peningkatan produksi, tetapi juga memperkenalkan praktik bercocok tanam yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan teknik pengairan berselang, IPHA mampu mengurangi kebutuhan air secara drastis tanpa mengorbankan hasil panen, bahkan meningkatkan produktivitas padi hingga hampir dua kali lipat.

Namun, seiring dengan perubahan pola pengairan tersebut, tantangan baru turut bermunculan, khususnya serangan hama tikus yang lebih mudah mengakses batang padi pada sistem sawah yang lebih dangkal. Kondisi ini mendorong perlunya solusi ekologis yang sejalan dengan prinsip ramah lingkungan IPHA. Menjawab kebutuhan itu, Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan 1.000 ekor burung hantu sebagai predator alami untuk menekan populasi tikus di kawasan pertanian Majalengka, Jawa Barat. Bantuan tersebut diumumkan saat acara panen serempak di Desa Randegan Wetan, Kabupaten Majalengka, pada Senin (7/4/2025).

Dalam keterangannya kepada media pada Minggu (20/4/2025), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut. Ia menyebutkan bahwa langkah ini sangat mendukung penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) yang tengah dikembangkan di wilayah tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas dukungan nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung peningkatan produksi pertanian nasional melalui pemberian burung hantu ini,” ujar Menteri Dody.

Teknologi IPHA, lanjutnya, merupakan inovasi dalam sistem budidaya padi yang mengatur siklus pengairan sawah secara berselang atau intermittent. Metode ini mampu menghemat penggunaan air hingga 30% dan meningkatkan hasil produksi padi sebesar 169% dibandingkan teknik konvensional.

Berita Menarik Pilihan

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

Namun, penerapan IPHA tidak terlepas dari tantangan baru, yakni meningkatnya populasi hama tikus. Sistem pengairan dangkal dalam IPHA membuat tikus lebih mudah menyerang batang padi, meningkatkan risiko kegagalan panen.

“Solusi alami berupa penggunaan burung hantu sebagai predator tikus terbukti efektif menekan populasi hama. Langkah ini juga lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida kimia,” jelas Menteri Dody.

Seperti dilansir dari keterangan resmi Kementerian PU, metode pengendalian alami dengan burung hantu sebelumnya telah diterapkan di Indramayu dan Cirebon. Para petani di kedua daerah itu memasang rumah burung hantu di sekitar persawahan dan berhasil menekan serangan tikus secara signifikan.

Dukungan Presiden Prabowo di Majalengka dinilai sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap keresahan petani. Bantuan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mempercepat penerapan metode IPHA di seluruh daerah irigasi potensial.

Menteri Dody berharap, melalui bantuan ini, stabilitas hasil panen dapat terjaga di wilayah penerapan IPHA serta mempercepat tercapainya target swasembada pangan nasional.

Sebagai bagian dari sosialisasi lebih luas, Kementerian PU akan menggelar panen demplot sekaligus pameran hasil teknologi IPHA di Daerah Irigasi (DI) Rentang pada Selasa, 22 April 2025. Acara ini akan menampilkan hasil panen dari tiga demplot IPHA, dari total 208 demplot yang telah dikembangkan. Hingga saat ini, sebanyak 18 demplot sudah dipanen dengan hasil yang melampaui rata-rata produktivitas padi konvensional.

Tags: burung hantuIPHAIrigasi Padi Hemat AirKementerian PUMenteri PU Dody Hanggodopertanian ramah lingkunganPresiden Prabowo Subiantoswasembada pangan
Post Sebelumnya

Film Jumbo Sukses Besar, Capai 7 Juta Penonton Hanya dalam Beberapa Minggu

Post Selanjutnya

“Temui Para Ahli Kopi Dunia di Jakarta 2025: Pameran Kopi Terbesar yang Tak Boleh Anda Lewatkan!”

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 160 kg dan ganja 200 kg hasil tangkapan di jaringan Aceh-Medan, Kamis (5/2/2026). Operasi besar-besaran ini diperkirakan menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman zat adiktif. (Foto: Humas BNN RI/Ekoin.co)

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

BNN memperkirakan penggagalan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu juta orang dari bahaya penyalahgunaan. Negara...

Gedung Direktorat Jenderal Pajak di tengah pusaran penyidikan dugaan pidana pajak tiga perusahaan afiliasi di Banten. Publik mendesak transparansi penuh guna memastikan tidak ada keterlibatan oknum internal dalam skandal yang merugikan negara lebih dari Rp500 miliar ini, berkaca pada kasus-kasus OTT KPK yang pernah menjerat pejabat pajak di masa lalu. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Main Mata atau Kecolongan? Teka-teki Penggelapan Pajak 3 Perusahaan Banten yang Baru Terendus Setelah 10 Tahun

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Rosmauli, menyatakan bahwa penyidikan dilakukan berdasarkan temuan awal yang menunjukkan adanya pola sistematis...

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

Menkeu Purbaya Kejar 40 Perusahaan Baja Pengemplang Pajak, Negara Tekor Capai Rp 5 Triliun

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bakal ngejar 40 perusahaan yang beroperasi di sektor baja yang terindikasi mangkir...

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

oleh Aminuddin Sitompul
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tiga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma,...

Post Selanjutnya
“Temui Para Ahli Kopi Dunia di Jakarta 2025: Pameran Kopi Terbesar yang Tak Boleh Anda Lewatkan!”

"Temui Para Ahli Kopi Dunia di Jakarta 2025: Pameran Kopi Terbesar yang Tak Boleh Anda Lewatkan!"

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.