EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Mentan Pastikan Ketahanan Pangan Aman

Mentan Pastikan Ketahanan Pangan Aman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa stok beras nasional mencapai rekor tertinggi dalam 57 tahun dan optimis swasembada bisa dicapai tanpa impor pada tahun 2025.

Abah Mamat oleh Abah Mamat
3 Juni 2025
Kategori EKOBIS, NASIONAL, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan optimisme pemerintah dalam mencapai swasembada beras tanpa impor pada tahun 2025.

Pernyataan tersebut disampaikan Mentan dalam keterangan pers usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Senin, 2 Juni 2025.

Amran menjelaskan bahwa target awal swasembada semula direncanakan dicapai dalam empat tahun. Namun kini, pemerintah berupaya mewujudkannya lebih cepat.

“Target dari Bapak Presiden, awal rencana kita swasembada empat tahun, kemudian tiga tahun. Mudah-mudahan tahun ini tidak ada impor,” kata Amran.

Ia menegaskan bahwa pemerintah sedang fokus memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan global yang mempengaruhi ketersediaan dan harga bahan pokok.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Stok Beras Tertinggi dalam Sejarah

Dalam kesempatan yang sama, Amran juga menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta ton.

“Ini tertinggi selama 57 tahun dan pernah kita capai 3 juta ton, yaitu tahun 1984,” jelasnya.

Peningkatan stok ini menurutnya menunjukkan keberhasilan strategi pertanian pemerintah yang dilakukan sejak awal tahun.

Ia menyebut bahwa keberhasilan tersebut juga didorong oleh sinergi antara petani, Bulog, dan pemerintah daerah.

Dengan cadangan sebesar itu, pemerintah merasa yakin dapat menjaga ketersediaan pangan hingga akhir tahun.

NTP Naik, Petani Didorong Produktif

Selain stok, Amran memaparkan perkembangan nilai tukar petani (NTP) yang menunjukkan peningkatan signifikan.

Menurutnya, dukungan dari Kementerian Keuangan ditargetkan mampu mendorong NTP ke angka 110.

Namun pada bulan Mei, NTP justru mengalami lonjakan hingga mencapai angka 121.

“Jauh lebih tinggi dibanding tahun lalu pada bulan yang sama, 116,” katanya.

Peningkatan ini mencerminkan membaiknya kesejahteraan petani, sekaligus daya beli yang turut menguat.

Bantuan Beras untuk Wilayah Tertentu

Sebagai bagian dari kebijakan stabilisasi harga dan penguatan daya beli, pemerintah menyalurkan bantuan sosial berupa beras.

Bantuan diberikan sebanyak 180 ribu ton per bulan selama dua bulan, dengan total 360 ribu ton.

Amran menyebut bahwa distribusi beras difokuskan ke wilayah nonpenghasil seperti Papua dan Maluku.

“Seperti Papua, Maluku, dan seterusnya. Kita distribusi ke sana bisa sekaligus dua bulan,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa kota-kota besar juga akan menerima bantuan mengingat sebagian besar wilayah perkotaan tidak menghasilkan beras sendiri.

Melindungi Daerah Penghasil Beras

Untuk wilayah penghasil, terutama Pulau Jawa, Amran menekankan pentingnya perlindungan harga petani.

Ia menyatakan bahwa pemerintah akan menjaga keseimbangan antara harga jual petani dan harga beli masyarakat.

“Ini strategi kita lakukan untuk menjaga harga di tingkat petani tetap baik, juga di tingkat konsumen tetap baik,” ungkapnya.

Kebijakan ini menurutnya sangat penting demi menjaga kesinambungan produksi dalam negeri.

Dengan pendekatan itu, diharapkan petani tetap termotivasi meningkatkan produktivitas.

Serapan Gabah Capai Setengah Juta Ton

Amran memastikan bahwa penyerapan gabah dari petani akan berlangsung secara optimal.

Ia memperkirakan bahwa serapan bisa mencapai 400 hingga 500 ribu ton sepanjang bulan ini.

“Karena yang kita akan keluarkan hanya 360 ribu ton dan kemungkinan bulan ini, serapannya bisa 400-500 ribu ton,” jelasnya.

Langkah ini ditujukan untuk menyerap hasil panen petani secara langsung agar tidak jatuh ke harga rendah.

Dengan kebijakan ini, keseimbangan antara stok nasional dan penghasilan petani diharapkan tetap terjaga.

Fokus Pemerintah Tak Hanya Produksi

Pemerintah juga mendorong efisiensi distribusi agar pasokan merata di seluruh wilayah.

Amran menegaskan bahwa penyimpanan dan logistik menjadi prioritas dalam pengelolaan pangan.

Ia menyoroti pentingnya teknologi dan peran Bulog dalam menjaga kualitas beras selama penyimpanan.

Perhatian besar juga diberikan pada akses pangan di daerah terpencil dan terluar.

Hal ini menjadi bagian dari pendekatan berkeadilan yang tengah dikembangkan pemerintah.

Menjawab Tantangan Global Pangan

Peningkatan cadangan beras dianggap penting di tengah ketidakpastian global akibat perubahan iklim.

Amran menyebut bahwa tren iklim ekstrem di sejumlah negara produsen membuat banyak negara memperketat ekspor.

Dengan cadangan nasional yang besar, Indonesia lebih siap menghadapi potensi gejolak harga dunia.

Menurutnya, ketahanan pangan dalam negeri menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditunda.

Kebijakan ini juga mencerminkan arah baru pemerintahan di bawah Presiden Prabowo dalam mewujudkan kemandirian pangan.(*)

Berlangganan gratis WANEWS EKOIN lewat saluran WhatsUp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Andi Amran Sulaimanbantuan sosialBulogdistribusi berasgabahIstana MerdekaKementerian Pertanianketahanan panganMaluku.Mei 2025MentanNTPPapuapetaniPrabowo SubiantoPulau JawaStok berasswasembada beras
Post Sebelumnya

IFW 2025: Sinergi Fesyen, Digital, dan Nasabah Prioritas BTN

Post Selanjutnya

Presiden Terbitkan Inpres Demi Bansos Tepat Sasaran

Abah Mamat

Abah Mamat

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Presiden Terbitkan Inpres Demi Bansos Tepat Sasaran

Presiden Terbitkan Inpres Demi Bansos Tepat Sasaran

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.