EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Presiden Terbitkan Inpres Demi Bansos Tepat Sasaran

Presiden Terbitkan Inpres Demi Bansos Tepat Sasaran

Pemerintah menegaskan komitmennya memperbaiki akurasi bantuan sosial melalui Inpres Nomor 4 Tahun 2025 yang mewajibkan semua pihak menggunakan data tunggal sosial dan ekonomi nasional.

Abah Mamat oleh Abah Mamat
3 Juni 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, NASIONAL, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO– Pemerintah Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperbaiki penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 2 Juni 2025.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar seluruh program bantuan pemerintah disalurkan berdasarkan data yang benar dan akurat.

Salah satu langkah utama yang diambil adalah penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

Menurut Saifullah, data tunggal tersebut kini menjadi acuan wajib bagi seluruh pihak yang menyalurkan bantuan pemerintah, termasuk kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

“Kita sudah memiliki data tunggal sosial dan ekonomi nasional yang wajib dijadikan pedoman bagi siapapun yang ingin menyalurkan bantuan pemerintah,” ujar Saifullah.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Evaluasi Program Menunjukkan Banyak Ketidaktepatan

Evaluasi menyeluruh terhadap program-program bantuan sosial sebelumnya mengungkapkan sejumlah masalah serius dalam akurasi penyaluran.

Saifullah menyebut bahwa beberapa program, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako, mengalami tingkat ketidaktepatan yang tinggi.

“Ditengarai ada 45 persen yang tidak tepat sasaran,” ungkapnya dalam konferensi pers selepas rapat.

Ketidaktepatan tersebut terbagi menjadi dua bentuk utama, yaitu inclusion error dan exclusion error.

Inclusion error terjadi saat penerima tidak memenuhi syarat, sementara exclusion error adalah kondisi di mana yang berhak belum tercatat dalam daftar.

Uji Coba Data Tunggal Sudah Dilakukan

Saifullah menuturkan bahwa penerapan awal data tunggal dilakukan melalui uji coba dalam penyaluran bansos triwulan kedua tahun ini.

Dari uji coba tersebut, Kementerian Sosial menemukan lebih dari 1,9 juta penerima bantuan yang seharusnya tidak masuk daftar penerima.

Temuan ini menunjukkan adanya masalah inclusion error dalam skala besar.

Selain itu, masih banyak warga miskin yang belum masuk dalam daftar penerima manfaat, menandakan adanya exclusion error.

Presiden Minta Arahkan ke Kelompok Paling Rentan

Presiden Prabowo disebut sangat menaruh perhatian terhadap kelompok masyarakat miskin dan miskin ekstrem.

Menurut Saifullah, perhatian ini diwujudkan dalam instruksi untuk memperkuat bantuan kepada mereka yang berada di desil satu.

Desil satu merupakan kelompok penduduk dengan tingkat kesejahteraan terendah dalam klasifikasi ekonomi.

“Ada dua hal yang penting di sini. Pertama adalah perbaikan (data) keluarga penerima manfaat dan yang kedua adalah penambahan (bantuan),” ujar Saifullah.

Ia menekankan bahwa dua langkah ini menjadi bagian dari perhatian langsung Presiden.

Tambahan Bantuan Disalurkan ke 18,3 Juta Keluarga

Bersamaan dengan reformasi data, pemerintah juga menyalurkan tambahan bantuan sosial dalam bentuk beras.

Sebanyak 18,3 juta keluarga penerima manfaat (KPM) menerima masing-masing 10 kilogram beras.

Nilai total bantuan tambahan ini melebihi Rp11 triliun.

Kebijakan ini merupakan bentuk respons atas tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat miskin.

Kemensos menyatakan bahwa penyaluran dilakukan secara bertahap dan terus diawasi.

Pentingnya Penggunaan Data Terpadu

Pemerintah menekankan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam penyaluran bansos harus mengacu pada data tunggal yang tersedia.

Langkah ini diharapkan dapat menutup celah manipulasi dan penyimpangan data di lapangan.

Data tunggal sosial dan ekonomi nasional bersumber dari verifikasi berlapis dan pendataan langsung.

Ketersediaan data akurat dinilai menjadi kunci keberhasilan program bantuan pemerintah.

Saifullah berharap seluruh instansi patuh terhadap pedoman yang telah ditetapkan.

Kelemahan Lama dalam Sistem Bansos

Selama bertahun-tahun, sistem bansos di Indonesia menghadapi tantangan berupa data ganda, tidak sinkron, dan mudah dimanipulasi.

Kelemahan ini berimbas pada rendahnya efektivitas program bantuan sosial yang dijalankan berbagai lembaga.

Pemerintah menilai bahwa perbaikan menyeluruh hanya dapat dilakukan dengan sistem data tunggal yang terintegrasi.

Langkah ini memerlukan kerja sama lintas lembaga, termasuk dukungan dari pemerintah daerah.

Tanpa data akurat, distribusi bantuan berisiko gagal menjangkau kelompok paling membutuhkan.

Pengawasan Lapangan Diperkuat

Untuk memastikan keberhasilan implementasi, Kemensos turut memperkuat pengawasan distribusi di lapangan.

Tim pengawas akan memastikan bahwa bantuan diterima oleh penerima yang benar.

Saifullah mengatakan bahwa kerja sama dengan aparat desa dan kelurahan menjadi penting dalam proses ini.

Selain itu, masyarakat juga diminta aktif melaporkan jika ada ketidaksesuaian.

Pengaduan masyarakat menjadi salah satu pilar transparansi dalam program bantuan sosial.

Kolaborasi Lintas Sektor Diintensifkan

Kemensos juga menjalin kolaborasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk menyukseskan program ini.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) turut digunakan sebagai rujukan.

Pemerintah daerah dilibatkan dalam verifikasi dan validasi data penerima manfaat.

Saifullah menyebut koordinasi menjadi kunci agar data tunggal bisa dimanfaatkan secara maksimal.

“Ini kerja besar, tidak bisa dilakukan satu kementerian saja,” tegasnya.

Arahan Presiden Dianggap Tegas dan Terukur

Penerbitan Inpres ini menunjukkan langkah konkret Presiden dalam menuntaskan masalah kemiskinan struktural.

Langkah ini juga mencerminkan pendekatan berbasis data sebagai dasar kebijakan sosial ke depan.

Dengan data yang lebih akurat, intervensi sosial dapat lebih terarah dan tepat sasaran.

Pemerintah berharap dampak dari kebijakan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat penerima.

Inpres ini menjadi fondasi perbaikan sistem jangka panjang dalam program bantuan sosial nasional.

Penyaluran Bantuan Kini Lebih Transparan

Transparansi menjadi salah satu tujuan utama dari pembentukan sistem data tunggal nasional ini.

Dengan informasi yang terbuka dan akurat, masyarakat dapat ikut mengawasi distribusi bantuan.

Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan sosial dan perlindungan terhadap kelompok rentan.

Kementerian Sosial juga menyiapkan kanal aduan masyarakat secara daring dan luring.

Masyarakat kini bisa mengetahui apakah mereka termasuk penerima manfaat melalui sistem daring yang tersedia.(*)

Berlangganan gratis WANEWS EKOIN lewat saluran WhatsUp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: bansosbantuan berasdata tunggalevaluasi bansosexclusion errorinclusion errorInpres 2025Kemensosmiskin ekstremPresiden PrabowoProgram Keluarga Harapanreformasi dataSaifullah Yusuftransparansi bantuan
Post Sebelumnya

Mentan Pastikan Ketahanan Pangan Aman

Post Selanjutnya

Pemkot Bekasi Harus Serius Awasi Pengerjaan Kabel Fiber Optik

Abah Mamat

Abah Mamat

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Pemkot Bekasi Harus Serius Awasi Pengerjaan Kabel Fiber Optik

Pemkot Bekasi Harus Serius Awasi Pengerjaan Kabel Fiber Optik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.