EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Sinergi Tiga Kementerian Jaga Produksi Pangan Nasional

Sumber dok. Pertanian

Sinergi Tiga Kementerian Jaga Produksi Pangan Nasional

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan musim kemarau 2025 akan menjadi titik kritis bagi pertanian, namun pompanisasi dan penguatan irigasi dapat menjadi solusi untuk menjaga stabilitas produksi pangan nasional.

Agus DJ oleh Agus DJ
5 Juni 2025
Kategori EKOBIS, INFRASTRUKTUR, NASIONAL, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pemerintah melalui sinergi tiga kementerian yaitu Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengintensifkan langkah mitigasi krisis pangan akibat musim kemarau panjang yang diprediksi berlangsung dari Juni hingga Oktober 2025. Fokus utamanya adalah penguatan sistem irigasi dan program pompanisasi di seluruh sentra produksi pertanian nasional.

Langkah ini disampaikan dalam rapat koordinasi pembahasan program pompanisasi dan irigasi pertanian yang digelar di Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pada Selasa (3/6/2025). Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa curah hujan akan sangat minim selama lima bulan ke depan. Ia menyebut kondisi ini bisa berisiko terhadap keberlangsungan produksi pangan nasional.

“Kita menghadapi musim kemarau yang menjadi titik kritis bagi pertanian. Juni sampai Oktober, hujan minim. Tapi justru di masa inilah produksi harus kita jaga. Pengalaman tahun lalu membuktikan, meski di tengah El Nino, produksi justru meningkat karena pompanisasi. Untuk itu tahun ini pompanisasi dan irigasi harus kita jalankan maksimal,” ujar Amran dalam rapat tersebut.

Menurutnya, pengalaman tahun lalu saat fenomena El Nino melanda membuktikan bahwa pompanisasi dapat menekan dampak kekeringan terhadap hasil panen. Pada periode itu, produksi pangan bahkan meningkat 2 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Amran menjelaskan, salah satu masalah utama selama ini adalah ketidaksinkronan dalam pembangunan infrastruktur irigasi antara pusat dan daerah. Ia mencontohkan banyak proyek irigasi primer yang dibangun pemerintah pusat tidak terhubung dengan jaringan sekunder dan tersier yang seharusnya menjadi tanggung jawab provinsi dan kabupaten.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Fokus Anggaran dan Pemanfaatan Lahan

Presiden RI telah menyetujui alokasi anggaran sebesar Rp12 triliun untuk mendukung penguatan sistem irigasi. Anggaran tersebut diperuntukkan bagi pengembangan irigasi di lahan seluas 2 juta hektare, termasuk 851 ribu hektare lahan intensifikasi (optimalisasi lahan/OPLAH), 1 juta hektare sawah tadah hujan, dan 500 ribu hektare lahan baru.

Mentan Amran menekankan bahwa data pompanisasi harus diperbarui agar tidak terjadi tumpang tindih dan semua titik sasaran dapat dialiri air secara optimal. Ia meminta pemerintah daerah aktif berkoordinasi dalam pendataan dan pelaksanaan proyek.

“Pompanisasi bukan sekadar solusi darurat, tapi strategi jangka menengah untuk stabilkan produksi pangan. Tahun lalu, saat puncak El Nino, produksi justru naik 2 juta ton. Artinya, kita bisa mengurangi dampak iklim jika kerja sama dan sistem irigasi berjalan dengan baik dan pompanisasi,” lanjut Amran.

Sejauh ini, pompanisasi telah tersebar di lebih dari 80 ribu titik di seluruh Indonesia. Kementan berharap keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan dapat mempercepat penyelesaian persoalan klasik pertanian: air.

Dalam rapat yang sama, Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pihaknya siap menjalankan Inpres Nomor 2 Tahun 2025. Aturan ini memperluas kewenangan pemerintah pusat untuk membangun jaringan irigasi sekunder dan tersier yang sebelumnya menjadi tanggung jawab daerah.

Kolaborasi Antar Lembaga Pemerintah

“Terima kasih banyak Pak Mentan sudah memikirkan kami. Berkat inpres ini, tanggung jawab kami yang sebelumnya dibatasi sudah bisa teratasi,” kata Dody.

Dody menambahkan, KemenPU kini tengah bekerja sama dengan Kementan dalam memetakan dan memperbaiki jaringan irigasi yang sudah ada. Ia juga meminta para Sekda dan Kepala Dinas Pertanian untuk aktif terlibat karena mereka yang mengetahui kondisi aktual di lapangan.

“Harapan kami Sekda, Kepala Dinas Pertanian itu juga ikut bekerja maksimal di sini. Karena tanpa mereka, kami juga tidak bisa melakukan apa – apa. Karena yang tahu kondisi irigasi di kota maupun di kabupaten itu mereka,” ujar Dody.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengimbau kepala daerah di seluruh Indonesia untuk menyukseskan program pompanisasi dan perbaikan irigasi sebagai bentuk nyata menjaga ketahanan pangan nasional.

Ia menegaskan bahwa inisiatif ini dapat dilaksanakan secara fleksibel oleh pemerintah daerah, termasuk penggunaan dana APBD untuk perbaikan saluran irigasi.

Instruksi Langsung kepada Kepala Daerah

“Program ini membuka ruang bagi gubernur, bupati, dan wali kota yang memiliki kepedulian serta anggaran untuk memperbaiki jaringan irigasi yang sangat penting bagi masyarakat petani di wilayah masing-masing, sehingga memasuki musim kemarau, petani tidak kekurangan ketersediaan air,” ujar Tito.

Ia meminta seluruh kepala Dinas Pertanian dan PU di setiap wilayah untuk segera turun lapangan mengecek kondisi irigasi dan lahan pertanian yang terdampak.

“Setelah rapat ini, saya minta kepala daerah segera melakukan rapat internal khusus untuk membahas kesiapan dan kondisi air di wilayahnya,” tandas Tito.

Tito menambahkan, pemerintah pusat akan melakukan evaluasi berkala terhadap kesiapan daerah menghadapi musim kemarau. Hal ini untuk memastikan tidak terjadi keterlambatan dalam distribusi air ke lahan pertanian.

Kementan, KemenPU, dan Kemendagri berharap dengan kerjasama lintas sektor ini, Indonesia mampu menjaga ketahanan pangan nasional meskipun dihadapkan pada tantangan iklim yang tidak menentu.

Untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan nasional selama musim kemarau 2025, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama. Pendataan yang akurat dan koordinasi yang solid di semua lini birokrasi akan sangat menentukan keberhasilan program pompanisasi dan perbaikan irigasi ini.

Langkah cepat dan tanggap dari kepala daerah untuk mengevaluasi infrastruktur irigasi yang ada serta memastikan pelaksanaan program di lapangan bisa menjadi benteng terakhir menghadapi ancaman gagal panen. Keterlibatan aktif dari petani, dinas teknis, dan masyarakat juga akan menjadi penguat utama dalam eksekusi program tersebut.

Pemerintah perlu menjamin bahwa anggaran yang telah dialokasikan benar-benar tersalurkan ke titik-titik krusial, serta memastikan bahwa proyek tidak hanya berjalan di atas kertas. Ke depan, evaluasi berkala dan transparansi anggaran menjadi elemen penting demi menjaga produksi pangan yang stabil dan berkelanjutan.(*)

Tags: alokasi anggaranbendunganDody HanggodoekstensifikasiEl Ninoirigasi pertanianjaringan irigasikemarau 2025KemendagriKemenPUKementerian Pertanianketahanan panganMentan AmranOPLAHpertanian nasionalpompanisasiproduksi pangansawah tadah hujanTito Karnavian
Post Sebelumnya

Sambutan Hangat Warga Bengkayang untuk Presiden

Post Selanjutnya

Mantan Walkot Jadi Tersangka, Kejati Bengkulu Tangkap Kurniadi Benggawan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Mantan Walkot Jadi Tersangka, Kejati Bengkulu Tangkap Kurniadi Benggawan

Mantan Walkot Jadi Tersangka, Kejati Bengkulu Tangkap Kurniadi Benggawan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.