EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA
Mafia Timah dan Diamnya Lanal Babel: Ketika Amanat Presiden Diabaikan

Teks Foto; Rikky Fermana, S.IP.,C.Med, C.Par, C.NG, C.IJ, C.PW (Penanggungjawab KBO Babel, Ketua DPD Pro Jurnalismedia Siber/PJS Babel, Ketua DPW Babel IMO Indonesia dan Kontributor Berita Nasional).Istimewa,red

Mafia Timah dan Diamnya Lanal Babel: Ketika Amanat Presiden Diabaikan

"Namun seiring berjalannya waktu, publik justru dibuat bertanya-tanya: siapa dalang di balik 47 ton pasir timah yang nyaris lolos ke Singapura? Kenapa Lanal Babel, yang seharusnya menjadi garda penjaga kedaulatan laut, terkesan bungkam dan tertutup?"

Enta57 oleh Enta57
9 Juni 2025
Kategori BERANDA, DAERAH, EDUKASI, PROFIL, RAGAM
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jambi, EKOIN.CO– Negeri ini berdiri di atas kekayaan alam yang luar biasa, tapi justru itu pula yang menjadikannya ladang empuk bagi para cukong, mafia, dan para penikmat rente. Di Bangka Belitung, aroma itu makin terasa menyengat ketika kasus penyelundupan 47 ton pasir timah di Muara Pelabuhan Pangkal Balam menyeruak ke publik—namun hingga kini, belum ada satupun klarifikasi resmi dari Lanal Babel mengenai siapa sebenarnya pemilik barang haram itu.

Penangkapan KM Indah Jaya GT 34 oleh Pangkalan TNI AL Babel pada Jumat (30/5/2025) semula dianggap sebagai kemenangan aparat dalam menggagalkan penyelundupan sumber daya alam strategis.

Namun seiring berjalannya waktu, publik justru dibuat bertanya-tanya: siapa dalang di balik 47 ton pasir timah yang nyaris lolos ke Singapura? Kenapa Lanal Babel, yang seharusnya menjadi garda penjaga kedaulatan laut, terkesan bungkam dan tertutup?

Rantai Permainan yang Terbaca, Tapi Tak Terjamah

Informasi yang berhasil dihimpun media menunjukkan bahwa pasir timah tersebut diduga milik seseorang berinisial SY, warga Banten yang dikenal sebagai pemain lama dalam bisnis pasir timah Bangka-Jakarta. Bahkan SY juga disebut terlibat dalam jaringan ilegal baby lobster—komoditas laut yang juga menjadi sorotan nasional karena nilainya yang fantastis dan rawan penyelundupan.

Berita Menarik Pilihan

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

Lebih lanjut, penyedia pasir timah disebut-sebut merupakan oknum aparat berinisial SB. SB bahkan diduga ikut membantu menyelamatkan Anak Buah Kapal (ABK) agar tidak tertangkap saat operasi berlangsung. Sementara kapal pengangkutnya, KM Indah Jaya GT 34, diketahui milik RM, warga Pangkalpinang, yang kabarnya kerap memakai kapal tersebut untuk operasi ilegal seperti mengambil minyak kencingan dari kapal tanker di tengah laut.

Semua nama ini mencuat ke permukaan, namun tidak satupun disebut atau diklasifikasi secara terbuka oleh pihak Lanal Babel. Padahal, ini menyangkut kasus penyelundupan skala besar yang melibatkan jaring-jaring mafia, oknum aparat, dan potensi kerugian negara yang tidak kecil.

Sikap Bungkam yang Mengundang Kecurigaan

Pernyataan Danlanal Babel, Kolonel Laut (P) Ipul Saeful yang membantah keterlibatan oknum aparat dan menyangkal bahwa muatan pasir timah mencapai 47 ton, justru memperkuat kesan bahwa ada upaya meredam atau menyederhanakan kasus ini. “Enggak ada kok, saya yang jaga,” ujarnya kepada media.

Namun faktanya, video berdurasi 3 menit 24 detik yang beredar di kalangan jurnalis menunjukkan proses pemindahan barang bukti dari kapal ke mobil pick-up hitam pada malam hari, didampingi langsung oleh personel Lanal dan POMAL. Gerak-gerik malam hari ini bukan hanya mencurigakan, tapi juga memperlihatkan bagaimana proses hukum dijalankan secara diam-diam—bertolak belakang dengan prinsip transparansi.

Jika memang tidak ada permainan, kenapa tidak diumumkan secara terbuka siapa pemilik barang? Siapa SY, siapa SB, dan siapa yang menyuruh kapal itu berlayar ke tengah laut untuk melakukan transfer pasir timah secara ship-to-ship? Kenapa semuanya seolah dilokalisir dalam ruang senyap?

Pesan Presiden Prabowo yang Terabaikan

Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai pidatonya telah menegaskan bahwa TNI harus menjadi benteng terdepan dalam menjaga kekayaan alam Indonesia. Instruksi ini bukan basa-basi. Presiden memahami betul bahwa kekuatan laut Indonesia harus dimaksimalkan bukan hanya untuk pertahanan militer, tapi juga sebagai pengawal ketat terhadap penjarahan kekayaan alam yang kerap terjadi di jalur laut.

Namun kasus ini memperlihatkan betapa rapuhnya pelaksanaan amanat tersebut di lapangan. Alih-alih menjadi penggempur mafia sumber daya alam, beberapa aparat diduga justru ikut bermain di dalamnya. Bahkan, dalam beberapa kasus, aktor penegak hukum bisa menjadi pelindung bisnis haram yang mereka seharusnya berantas.

Pentingnya Keberanian untuk Bersih-Bersih

Bangka Belitung bukan wilayah biasa. Wilayah ini menjadi episentrum ekonomi timah nasional. Namun justru karena itu pula, Babel menjadi ladang subur para mafia—dari skala lokal, nasional hingga transnasional. Tidak heran jika banyak pihak menyebut bahwa timah di Babel dikendalikan oleh oligarki kotor yang menjalar hingga ke aparat.

Sudah saatnya Lanal Babel keluar dari kebisuan dan menjawab pertanyaan publik secara transparan. Siapa pemilik timah? Siapa yang menyuplai? Siapa yang memerintahkan kapal ke tengah laut? Siapa oknum yang disebut menyelamatkan ABK?

Tanpa penjelasan terbuka, maka publik akan terus curiga bahwa Lanal Babel sedang menutup-nutupi mafia timah yang telah lama menghantui daerah ini. Sikap diam bukan netralitas—dalam konteks ini, ia bisa berarti keberpihakan.

Menanti Tindakan Tegas dari Mabesal dan Kemenhan

Mabes TNI AL dan Kementerian Pertahanan harus segera turun tangan. Jangan biarkan pangkalan AL menjadi panggung kelam permainan mafia yang merusak wibawa militer dan mencederai kepercayaan rakyat. Jika ada indikasi permainan dalam internal aparat, maka harus dibuka seterang-terangnya.

Kasus ini harus menjadi pintu masuk untuk pembenahan besar-besaran. Bukan hanya terhadap oknum, tapi juga terhadap sistem pengawasan pelabuhan, patroli laut, dan pengawasan sumber daya alam yang selama ini masih sangat longgar.

Keadilan Tidak Bisa Diangkut Diam-Diam di Tengah Malam

Bangsa ini sedang menanti kejelasan. Jika 47 ton pasir timah bisa diangkut diam-diam dan hanya segelintir yang tahu siapa pemiliknya, maka kita tengah menyaksikan pertunjukan kelam dari sistem keamanan negara yang disusupi para mafia.

TNI AL, khususnya Lanal Babel, harus menunjukkan bahwa mereka berdiri bersama rakyat, bukan bersama para penjarah kekayaan alam negeri ini. Jika tidak, maka sejarah akan mencatat bahwa saat rakyat menuntut kejelasan, para penjaga laut justru memilih diam. Diam yang memekakkan.

PENULIS: Rikky Fermana, S.IP.,C.Med, C.Par, C.NG, C.IJ, C.PW (Penanggungjawab KBO Babel, Ketua DPD Pro Jurnalismedia Siber/PJS Babel, Ketua DPW Babel IMO Indonesia dan Kontributor Berita Nasional)

Tags: Amanat PresidenkorupsiLanal BabelnikellPrabowo Subiantoricky fermanaSDAsumber daya alamterbaikantimah
Post Sebelumnya

Raja Ariza Berharap Lomba Perahu Naga Jadi Agenda Wisata Nasional

Post Selanjutnya

Dukung Investor Strategis Industri Baja, Krakatau Steel Siapkan Lahan 500 Hektare

Enta57

Enta57

Berita Terkait

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

Ivar Jenner Pulang Kampung, Siap Jadi Motor Baru Dewa United

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co – Gelandang tim nasional Indonesia, Ivar Jenner, resmi memulai petualangan barunya di sepak bola Tanah Air setelah bergabung...

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Potongan narasi video "Cukur Kumis" yang viral di platform TikTok dalam beberapa hari terakhir. Hingga kini, kabar mengenai penangkapan pemeran dalam video tersebut belum memiliki dasar hukum resmi dan diimbau agar masyarakat tidak mudah percaya pada konten hasil rekayasa. (Foto: Ilustrasi)

Identitas Masih Jadi Tanda Tanya, Mengapa Kabar Penangkapan Wanita Berhijab Ini Begitu Cepat Dipercaya?

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Video cukur kumis sendiri masih beredar dalam berbagai versi potongan ulang. Otoritas mengingatkan masyarakat agar menunggu klarifikasi resmi sebelum menarik...

Ester Nurumi Tri Wardoyo saat berhasil memastikan poin penentu bagi kemenangan tim putri Indonesia atas Thailand di babak perempat final BATC 2026. Indonesia akan menghadapi tantangan berat melawan Korea Selatan di babak semifinal besok. (Foto: Humas PBSI/Ekoin.co)

Indonesia Tembus Semifinal BATC 2026, Ester Nurumi Tutup Drama Sengit Lawan Thailand

oleh Danang F Pradhipta
6 Februari 2026
0

Tanpa memberikan banyak celah, Ester menyudahi perlawanan lawan dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 21-16. Hasil ini sekaligus memastikan...

Post Selanjutnya
Dukung Investor Strategis Industri Baja, Krakatau Steel Siapkan Lahan 500 Hektare

Dukung Investor Strategis Industri Baja, Krakatau Steel Siapkan Lahan 500 Hektare

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.