EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Dukung Tambang Nikel, Harta Gubernur Melejit: Elisa Kambu Disorot Publik

Dukung Tambang Nikel, Harta Gubernur Melejit: Elisa Kambu Disorot Publik

Pernyataan Elisa Kambu soal dukungan warga terhadap tambang nikel di Raja Ampat picu gelombang kritik. Lonjakan kekayaannya ikut memantik kecurigaan publik.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
11 Juni 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

Raja Ampat, Papua Barat Daya, EKOIN.CO  – Nama Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang menyebut warga mendukung aktivitas tambang nikel di wilayah Raja Ampat menuai kontroversi. Tak hanya itu, perbincangan publik juga mengarah pada isu kekayaan pribadinya yang disebut-sebut meningkat secara signifikan.

Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial sejak awal pekan ini, Gubernur Elisa Kambu terlihat menyatakan bahwa mayoritas masyarakat Raja Ampat mendukung kehadiran perusahaan tambang nikel karena dinilai membawa manfaat ekonomi. “Masyarakat kita butuh kerja dan butuh pembangunan. Jangan kita halangi investasi yang bisa membawa kemajuan,” ujarnya dalam potongan video tersebut.

Pernyataan tersebut segera mendapat reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk aktivis lingkungan, tokoh adat, dan warga setempat yang merasa tidak pernah menyatakan dukungan terhadap eksploitasi tambang di kawasan konservasi tersebut. Mereka menilai pernyataan gubernur tidak mewakili aspirasi masyarakat dan justru mengabaikan dampak ekologis yang serius.

Di tengah polemik tersebut, isu lain turut mencuat: laporan mengenai total harta kekayaan Elisa Kambu yang beredar di media sosial menunjukkan peningkatan signifikan sejak ia menjabat sebagai kepala daerah. Beberapa netizen mempertanyakan transparansi dan integritas pejabat publik, serta mengaitkan lonjakan kekayaan tersebut dengan potensi konflik kepentingan terkait izin tambang.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai laporan kekayaan Gubernur Elisa Kambu. Namun, masyarakat sipil mulai mendorong lembaga pengawas untuk melakukan audit dan penyelidikan menyeluruh.

Di sisi lain, pemerintah provinsi Papua Barat Daya menyatakan bahwa seluruh kebijakan investasi dilakukan sesuai aturan dan bertujuan untuk mendorong pembangunan daerah. Juru bicara Pemprov menegaskan bahwa pernyataan gubernur telah disalahartikan dan akan segera diklarifikasi secara resmi.

Sementara itu, kelompok masyarakat adat di Raja Ampat menyatakan akan mengajukan gugatan hukum terhadap izin-izin tambang yang dianggap melanggar hak ulayat mereka. Aksi unjuk rasa pun dikabarkan akan digelar dalam waktu dekat sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggap merugikan ekosistem dan kehidupan masyarakat lokal.

Isu ini terus berkembang dan menjadi sorotan nasional. Banyak pihak berharap transparansi dan dialog terbuka menjadi solusi utama untuk menyelesaikan ketegangan antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri

Kontroversi pernyataan Gubernur Papua Barat Daya, *Elisa Kambu*, mengenai *dukungannya terhadap tambang nikel* di Raja Ampat belum mereda. Justru, gelombang kritik semakin membesar setelah informasi terkait *lonjakan harta kekayaan* sang gubernur viral di media sosial.

 

Berdasarkan data yang diklaim bersumber dari *Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)*, kekayaan Elisa Kambu dilaporkan naik tajam sejak ia menjabat. Meskipun belum ada verifikasi resmi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (*KPK*), isu ini memperkuat dugaan publik tentang adanya *konflik kepentingan* di balik pernyataannya soal investasi tambang.

Masyarakat adat kini tengah menyusun langkah hukum. Petisi online yang menolak tambang di Raja Ampat sudah mengumpulkan lebih dari 50.000 tanda tangan dalam waktu dua hari.

 

Sementara itu, DPRD Papua Barat Daya didesak memanggil Gubernur untuk memberikan klarifikasi resmi di hadapan publik. Sejumlah LSM juga mendesak *audit independen atas kekayaan pejabat daerah* yang diduga terlibat dalam kebijakan investasi kontroversial.

Jika Anda ingin versi cetak, narasi video berita, atau format infografis dari isu ini, saya bisa bantu buatkan.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Kembali

Pesan Anda telah terkirim

Peringatan
Peringatan
Peringatan
Peringatan

Peringatan.

 

Tags: Tambang Nikel Elisa Kambu Raja Ampat onjakan Kekayaan Kontroversi Konflik Kepentingan Dukungan Publik  Lingkungan Transparansi KPK Masyarakat Adat Eksploitasi Alam Krisis Kepercayaan
Post Sebelumnya

Tekankan Kedaulatan, Prabowo Buka Indo Defence 2025 di Jakarta

Post Selanjutnya

Discover Betawi 2025 Resmi Dibuka Rano Karno, Menuju Jakarta 500 Tahun

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Discover Betawi 2025 Resmi Dibuka Rano Karno, Menuju Jakarta 500 Tahun

Discover Betawi 2025 Resmi Dibuka Rano Karno, Menuju Jakarta 500 Tahun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.