Jakarta, EKOIN.CO – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembukaan Indo Defence Expo & Forum 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Juni 2025. Pameran industri pertahanan ini diikuti 1.180 perusahaan dari dalam dan luar negeri, dan menampilkan 32 paviliun dari negara-negara peserta. Sebanyak 55 negara turut hadir, termasuk 13 Menteri Pertahanan dari negara sahabat.
Prabowo tiba di lokasi pukul 09.50 WIB menggunakan kendaraan taktis Maung RI 1. Di pintu gerbang, ia disambut barisan siswa SD yang melambaikan bendera merah putih. Ia sempat menyapa anak-anak tersebut dari sunroof mobil. Kehadiran Prabowo disambut Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Setelah tiba, Prabowo bergeser menuju ruang tunggu VVIP dan kemudian menuju area pameran, diiringi penampilan marching band dari TNI Angkatan Darat. Ia juga dijadwalkan meninjau sejumlah stan dan bertemu kepala delegasi dari negara peserta.
“Setelah membuka, beliau akan tur. Ya, ngelihat, tur booth-booth pameran itu ya. Setelah itu nanti ya akan tadi disampaikan akan ketemu dengan head of relations-lah ya,” kata Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan.
Dalam sambutannya, Prabowo menyampaikan terima kasih atas undangan untuk membuka forum tersebut. Ia menegaskan bahwa pameran ini menjadi wadah bagi industri pertahanan dalam dan luar negeri, dunia akademisi, para pemimpin masyarakat, serta generasi muda untuk memahami perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan di sektor pertahanan.
“Expo ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi industri pertahanan dalam negeri, industri pertahanan negara-negara sahabat, dunia akademisi di Indonesia, semua unsur-unsur pimpinan politik dan kemasyarakatan, dan tentunya generasi muda Republik Indonesia, untuk mengikuti perkembangan teknologi dan sains khususnya di bidang pertahanan,” ujar Prabowo.
Prabowo: Bangsa yang Abaikan Pertahanan Akan Kehilangan Kedaulatan
Ia mengingatkan bahwa keselamatan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kekuatan pertahanannya. Menurutnya, meskipun perang membawa kehancuran, sejarah mencatat bangsa yang abai terhadap pertahanan akan kehilangan kedaulatannya.
“Perang adalah kegiatan manusia yang destruktif, perang adalah menimbulkan kehancuran. Tapi sejarah manusia mengajarkan bahwa suatu bangsa yang tidak mau investasi terhadap pertahanannya sendiri akan menanggung akibatnya,” ucap Prabowo.
“Biasanya kedaulatannya dirampas, biasanya kemerdekaannya dirampas, biasanya bangsa itu menjadi bangsa budak. Ini adalah ajaran sejarah. Karena itu bangsa Indonesia dari awal mengatakan bangsa Indonesia cinta damai tapi bangsa Indonesia lebih cinta kemerdekaan,” tambahnya.
Setelah memberikan sambutan, Prabowo meninjau langsung stan-stan pameran dan dijadwalkan bertemu dengan para kepala delegasi dari negara-negara peserta.
Indo Defence 2025 berlangsung selama empat hari, dari 11 hingga 14 Juni 2025. Tema pameran tahun ini adalah Defense Partnership for Global Peace and Stability. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan menekankan bahwa kegiatan ini sejalan dengan alinea keempat pembukaan UUD 1945, yakni menjaga ketertiban dunia melalui kerja sama pertahanan internasional.
“Memang tujuan kita adalah untuk peace and stability. Seperti halnya yang tertuang dalam alinea keempat pembukaan UUD tugas kita, tugas pemerintah, salah satunya adalah ikut terlibat dalam ketertiban dunia. Dan inilah salah satunya,” ungkap Donny.
Hadir pula Wakil Presiden ke-6 RI RI Try Sutrisno, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.





