EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Protes Imigrasi Merebak ke New York, Seattle

Protes Imigrasi Merebak ke New York, Seattle

Operasi penegakan imigrasi oleh ICE sejak 6 Juni memicu protes luas dan kekerasan di Los Angeles. Garda Nasional dan Marinir dikerahkan saat lebih dari 400 orang ditangkap.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
12 Juni 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

New york, EKOIN.CO – Gelombang demonstrasi dan kerusuhan menyikapi operasi penegakan imigrasi oleh ICE dan kebijakan keras pemerintahan Presiden Trump mengguncang berbagai kota di Amerika Serikat. Sejak 6 Juni 2025, aksi protes besar telah meluas dari Los Angeles hingga New York dan Seattle.

Pada hari itu, ICE menggerebek lokasi-lokasi di distrik Fashion Los Angeles, termasuk sebuah Home Depot dan toko pakaian grosir, menangkap lebih dari 100 orang, memicu konflik fisik antara petugas dan massa protes .

Demonstran melempar pecahan beton, saat LAPD balas menembakkan gas air mata, meriam air, dan flash-bang grenade sekitar pukul 19.51 waktu setempat .

Ketegangan memuncak pada 7 Juni, saat kerumunan berhadapan dengan aparat gabungan ICE, FBI, HSI, ATF, hingga LAPD di Paramount dan Compton, mengakibatkan banyak penangkapan selain bentrokan sporadis.

Presiden Trump merespons eskalasi ini dengan memobilisasi 2.000 personel National Guard dan 700 Marinir, bahkan tanpa persetujuan Gubernur Gavin Newsom, yang kemudian mencap tindakan itu prematur dan politis .

Berita Menarik Pilihan

Menggelegar Suara Prabowo di Depan Ulama, Kutip Surat Ar Ra’d Ayat 11 untuk Babat Koruptor

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Gubernur Newsom menyatakan akan menggugat ke pengadilan atas keputusan federal yang dianggap melanggar kedaulatan negara bagian .

Kurang dari tiga hari setelah kerusuhan pecah, lebih dari 411 demonstran telah ditangkap, tercatat sedikitnya enam petugas terluka dan tujuh jurnalis cedera saat meliput .

Pada 9 Juni, Marinir tampil nyata di lapangan, memperkuat kehadiran pasukan federal yang sebelumnya didominasi oleh National Guard.

Dallas, Seattle, Atlanta, Chicago, dan New York secara paralel menyaksikan aksi solidaritas yang awalnya damai namun cepat merembet ke kekerasan, seperti pelemparan botol dan kerusakan barang publik .

Di New York City, unjuk rasa yang dimulai damai di sekitar Pengadilan Imigrasi berubah tegang – botol dilempar, petugas distresser, dan 86 orang ditahan .

Boston dan Minneapolis juga melangsungkan demonstrasi pada 9–10 Juni menuntut penurunan deportasi serta penolakan terhadap intervensi militer federal .

Ribuan secara damai berunjuk rasa di pusat kota Boston, sebagian besar tanpa insiden besar, meskipun kepolisian berhasil menertibkan demonstran yang menghalangi ruas Beacon Street .

Secara khusus, di L.A. telah berlaku jam malam sejak pukul 20.00 hingga 06.00 PDT, sementara Gubernur Newsom menyatakan darurat di seluruh Los Angeles County .

Kepolisian memakai kuda untuk membubarkan kerumunan, prosedur ini memicu kepanikan massa serta penangkapan cepat, sementara tembakan peluru karet dan gas air mata digunakan .

Sebanyak 400 demonstran ditangkap di L.A., sebagian besar karena melanggar jam malam atau tidak membubarkan diri, beberapa dijerat tuduhan berat termasuk penyerangan petugas .

Aparat federal menyatakan ICE menetapkan sedikitnya 330 imigran gelap dengan catatan kriminal berat, termasuk pembunuh, pemerkosa anak, dan pengguna bom molotov, tertangkap saat aksi berlangsung .

Emiliano Garduno-Galvez, tersangka penyerangan menggunakan Molotov, diklaim sudah pernah dideportasi namun kembali lewat “sanctuary state” California .

Tiga jurnalis mengalami cedera akibat bentrokan dengan polisi; salah satu kasus mencuat saat Lauren Tomasi, dari 9 News Australia, terkena peluru karet saat siaran langsung di 8 Juni

LAPD dan Sheriff Dept. menjelaskan tindakan mereka hanya untuk menjaga keamanan publik, menegaskan mereka tidak terlibat dalam operasi ICE.

“Kami harus menyeimbangkan keselamatan umum dengan hak mengungkap pendapat,” kata Kapolda Jim McDonnell.

Walikota Karen Bass dan Gubernur Newsom mengecam keras pendekatan keras Trump, menyebutnya provokatif dan merugikan masyarakat pekerja biasa.

Lebih jauh, Wakil Presiden politik ini menimbulkan ketegangan antara pihak federal dan otoritas lokal soal koordinasi penanganan unjuk rasa .

Sementara itu, kerusuhan di pusat kota LA mengakibatkan kerugian estimasi Rp1,5 triliun, merusak kendaraan otonom dan fasilitas publik .

Di Glendale, dewan kota mencabut perjanjian kerja sama dengan ICE untuk mempertahankan kepercayaan komunitas lokal.

Protes ini juga memicu spekulasi nasional tentang kenaikan nasionalisme, penggunaan kekuatan negara bagian, dan akumulasi ketidakpuasan imigran dan aktivis hak sipil .

Sejumlah pihak menyebut skenario ini sebagai “perang sipil kecil” dalam istilah netizen Amerika, menyoroti eskalasi penumpukan kekuatan militer dan polisi .

Analisis politik menyoroti ini sebagai peringatan keras menuju kebijakan imigrasi Trump yang semakin otoriter, serta tantangan hubungan federal–daerah .

Aksi ini dikecam sejumlah warga sebagai bentuk lawlessness; di LA, ada yang membakar bendera AS dan mengibarkan bendera Meksiko, memicu kontroversi nasional .

Sikap media berbeda; sebagian besar melaporkan sedikitnya ketidakamanan, sementara surat kabar konservatif mengecam “militarisme berlebihan” dalam deklarasi “lawless protests” .

Walau banyak dianggap rusuh, sebagian besar pakar hukum dan hak sipil menekankan demonstrasi itu masih dilindungi Undang‑Undang Kebebasan Berpendapat AS.

Namun kekerasan yang terus berulang mendorong pembatasan publik dan penangkapan cepat oleh pihak berwajib di berbagai negara bagian.

Akibatnya kebijakan jam malam dan operasi pasukan gabungan menyebar ke kota-kota lain, menciptakan pola baru demonstrasi dan penjagaan aparat federal.

Aktivis kini bergeser strategi, fokus pada aksi damai dan litigasi hukum atas penyalahgunaan kekuatan aparat oleh pemerintah federal.

Eksponen hak sipil menyarankan dialog lebih serius antara federal dan negara bagian soal imigrasi, penggunaan Garda Nasional, serta hak sipil dasar.

 

Saran dan Kesimpulan
Masyarakat diharapkan mendukung dialog damai antara pejabat lokal dan federal untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghindari kekerasan. Menjaga hak berekspresi sambil menghormati hukum harus jadi prioritas agar spiralisme konflik dapat dijinakkan. Aparat kepolisian dan militer sebaiknya memprioritaskan de‑escalation dan mengendalikan emosi massa. Media berperan penting dalam menyajikan informasi objektif agar publik memahami konteks kompleks ini. Akhirnya, penyelesaian jangka panjang hanya akan tercapai jika ada reformasi sistem imigrasi nasional. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: demonstrasiGavin NewsomICEimigrasijam malamKaren BasskekerasankerusuhanLAPDLos AngelesmarinaNational Guard
Post Sebelumnya

Ayah Farel Prayoga Ditangkap Terkait Judi Online

Post Selanjutnya

Nadiem Ungkap Alasan Undang Kejaksaan Awasi Pengadaan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Menggelegar Suara Prabowo di Depan Ulama, Kutip Surat Ar Ra’d Ayat 11 untuk Babat Koruptor

Menggelegar Suara Prabowo di Depan Ulama, Kutip Surat Ar Ra’d Ayat 11 untuk Babat Koruptor

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pengarahan Presiden Prabowo Subianto saat pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) berapi-api. Dia menegaskan komitmennya terus maju...

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Post Selanjutnya
Nadiem Ungkap Alasan Undang Kejaksaan Awasi Pengadaan

Nadiem Ungkap Alasan Undang Kejaksaan Awasi Pengadaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.