EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Transformasi PBNU Menuju Penggerak Ekonomi Syariah

Sumber dok. Kemenag

Transformasi PBNU Menuju Penggerak Ekonomi Syariah

“Fungsi keagamaan dalam jaminan halal, haji, zakat, wakaf, dan masjid itu masih melekat di Kementerian Agama. Maka penguatan ekonomi syariah nasional memang tidak bisa dilepaskan dari peran keagamaan yang strategis ini,” tegas Abu.

Agus DJ oleh Agus DJ
13 Juni 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, HIKMAH, INFRASTRUKTUR, KEUANGAN, NASIONAL, PROPERTI, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kementerian Agama bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merumuskan arah baru pengembangan investasi syariah berbasis nilai dan kemaslahatan dalam forum diskusi yang digelar di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Kegiatan tersebut dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema Investasi Syariah di Indonesia: Memperkuat Ekosistem dan Menapaki Jalan Menuju Keuangan Islam Global yang digelar PBNU melalui Lakpesdam dan Bappenu.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, hadir sebagai narasumber dan menekankan pentingnya dua penguatan utama dalam ekonomi syariah, yaitu literasi publik dan lembaga keuangan syariah non-profit.

“Selama lima tahun terakhir, pemerintah melalui berbagai regulasi telah menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan ekonomi Islam. Kementerian Agama turut berperan, terutama dalam aspek keagamaan yang menjadi fondasi kerukunan sosial dan prasyarat penting bagi iklim investasi yang sehat,” ujar Abu.

Menurut Abu, meski mandat utama Kementerian Agama adalah urusan agama, kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi terlihat nyata, khususnya dalam mengelola ekosistem keuangan syariah berbasis wakaf, zakat, dan kegiatan sosial keagamaan.

Berita Menarik Pilihan

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

Penguatan Lembaga Non-Profit

Abu menjelaskan dua kategori lembaga keuangan syariah yang harus dikuatkan. Pertama, lembaga profit seperti bank syariah yang berada di bawah pengawasan OJK dan Bank Indonesia. Kedua, lembaga non-profit seperti zakat dan wakaf.

“Wakaf adalah pilar penting dalam ekosistem keuangan syariah non-profit. Potensinya luar biasa. Saat ini kami tengah mendorong agar kampus-kampus di bawah Kementerian Agama dapat menjadi nazir wakaf, sebagaimana PTN-BH di bawah Kemendikbud. Ini penting agar institusi pendidikan Islam dapat mengakses manfaat wakaf secara langsung,” ungkapnya.

Ia menyatakan bahwa bentuk wakaf kini sangat beragam. Tidak lagi terbatas pada aset fisik, melainkan telah mencakup wakaf tunai dan sukuk syariah, yang menjadi instrumen penting dalam pembiayaan pendidikan Islam.

Abu menambahkan bahwa zakat memiliki potensi besar dalam pengentasan kemiskinan. “Pada 2024, penghimpunan zakat nasional mencapai Rp41 triliun, dan pada 2025 ditargetkan meningkat menjadi Rp51 triliun. Pemerintah, kata dia, mulai menempatkan zakat sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan ekstrem.”

“Kami juga tengah menjajaki kerja sama lintas sektor, seperti dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP), agar zakat dan wakaf bisa menjadi bagian dari solusi penyediaan perumahan rakyat. Potensinya sangat besar bila dikelola secara sinergis dan akuntabel,” terangnya.

Potensi Ekonomi Masjid dan Dana Haji

Abu juga menyoroti pentingnya pengelolaan potensi ekonomi dari masjid. Menurut data Kementerian Agama, ada lebih dari 312.604 masjid yang tercatat dalam Sistem Informasi Masjid.

Ia menekankan bahwa potensi dana umat dari kotak amal sangat besar, namun belum banyak dikelola secara kolektif atau sistematis untuk pemberdayaan masyarakat.

Dalam konteks penyelenggaraan ibadah haji, Abu menyebut bahwa dana yang beredar dari proses haji tiap tahun mencapai lebih dari Rp20 triliun. Dana ini meliputi biaya layanan di Arab Saudi hingga kegiatan pembiayaan dalam negeri.

Ia menambahkan bahwa meskipun Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal telah menjadi lembaga mandiri, Kementerian Agama masih memegang peranan strategis dalam kebijakan dan pembinaan halal.

“Fungsi keagamaan dalam jaminan halal, haji, zakat, wakaf, dan masjid itu masih melekat di Kementerian Agama. Maka penguatan ekonomi syariah nasional memang tidak bisa dilepaskan dari peran keagamaan yang strategis ini,” tegas Abu.

PBNU Ambil Langkah Baru

Ketua PBNU K.H. Ulil Abshar Abdalla menyampaikan bahwa PBNU kini memasuki fase transformasi menuju penggerak ekonomi umat. Peran ini merupakan bagian dari visi baru organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.

“Acara ini diselenggarakan sebagai upaya PBNU untuk ikut terlibat dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia. Sekarang kita menggandeng sejumlah investor luar yang punya pengalaman mengembangkan ekonomi syariah di tempat lain,” ujar K.H. Ulil.

PBNU kini menggandeng mitra strategis asal Singapura, Harvest Advisors Investment Management, yang telah berlisensi dari Monetary Authority of Singapore (MAS).

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat akses dan jejaring investasi syariah PBNU ke tingkat global, guna mendukung penguatan ekonomi berbasis nilai Islam di Indonesia.

“Langkah ini cukup berani karena PBNU belum pernah terlibat dalam proyek ekonomi sebesar ini. Tapi kami yakin ini sejalan dengan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai pusat bisnis halal Asia Tenggara, bahkan dunia,” tandasnya.

Kegiatan yang digelar Kementerian Agama dan PBNU ini menunjukkan keseriusan kedua lembaga dalam mendorong transformasi ekonomi syariah Indonesia yang berkelanjutan, inklusif, dan modern.

Potensi besar dari zakat, wakaf, masjid, dan haji dapat dioptimalkan menjadi instrumen pembangunan umat jika dikelola secara akuntabel dan inovatif, dengan tetap menjaga prinsip-prinsip syariah.

PBNU mengambil peran penting sebagai penghubung antara nilai-nilai keagamaan dan dunia usaha, demi mewujudkan Indonesia sebagai pusat ekonomi halal regional dan global.(*)

Tags: Abu Rokhmaddana hajiekonomi Islamekosistem keuangan syariahhalalHarvest Advisorsinvestasi syariahkampus IslamKementerian AgamaMASmasjidnazir wakafPBNUsukuk syariahUlil Abshar Abdallawakafzakat
Post Sebelumnya

BNI Dukung Infrastruktur Lewat International Conference Infrastructure 2025

Post Selanjutnya

Masjid Berdaya Berdampak: Kini Bergerak Membangun Ekonomi Sekitar

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

Pump and Dump Saham DADA: Modus Rumor Global di Balik Aksi Exit Strategy Pengendali

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Aksi jual berlanjut pada 8–9 Januari 2026, ketika KPII kembali melepas 1,6 miliar saham di kisaran harga Rp63 per saham, menghasilkan tambahan dana sekitar Rp100,80...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan menguat pada perdagangan Jumat (6/2).

IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Sinyal Koreksi Masih Mengintai Pasar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Level penopang terdekat diperkirakan berada di 7.854 dan 7.654, sementara batas atas pergerakan harian berada di rentang 8.181 hingga 8.318.

Post Selanjutnya
Masjid Berdaya Berdampak: Kini Bergerak Membangun Ekonomi Sekitar

Masjid Berdaya Berdampak: Kini Bergerak Membangun Ekonomi Sekitar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.