Tel aviv, EKOIN.CO – Gelombang rudal balistik dan drone yang diluncurkan Iran menghantam sejumlah kota Israel, termasuk Tel Aviv, selama tiga hari terakhir, memicu respons militer keras dari Israel dan meningkatkan kekhawatiran eskalasi konflik. Serangan balasan besar-besaran dari Israel telah menarget fasilitas militer, nuklir, dan energi Iran.
Serangan Iran Memicu Korban di Tel Aviv
Iran meluncurkan dua gelombang rudal pada malam 13–14 Juni 2025, dengan hampir 100 rudal diarahkan ke Tel Aviv dalam waktu singkat. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan sebagian besar rudal berhasil dicegat, namun serpihan dan beberapa rudal yang lolos menyebabkan kerusakan pada beberapa bangunan di pusat kota.
Tingkat Tewas dan Luka-luka
Layanan darurat Magen David Adom (MDA) melaporkan sedikitnya 6 tewas dan 54 luka-luka di Tel Aviv dan kota-kota sekitarnya hingga 15 Juni.. Korban tewas termasuk anak-anak—salah satu bocah berusia 9 tahun—dan sejumlah warga dewasa. Di Tamra, dekat Haifa, empat wanita ditemukan tewas, sedangkan tiga orang di Bat Yam juga tewas dalam serangan berikutnya .
Infrastruktur dan Bangunan Rusak
Sebuah gedung 50 lantai di pusat Tel Aviv diinformasikan runtuh setelah terkena rudal Iran .
. Di kota-kota seperti Bat Yam dan Ramat Gan, bangunan perumahan mengalami kerusakan parah, dan beberapa warga masih berada di bawah reruntuhan . Tim penyelamat menyisir sedikitnya tujuh lokasi serangan di wilayah metropolitan Tel Aviv.
Sistem Pertahanan Israel Beraksi
Israel mengerahkan sistem multilapis pertahanan: Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow, dengan dukungan teknologi AS, untuk menghadapi gelombang rudal Iran. Menurut analis, sebagian besar rudal berhasil dihancurkan di udara . Namun, karena volume serangan tinggi, beberapa rudal tetap berhasil menembus pertahanan .
Dampak pada Kehidupan Sipil
Warga Tel Aviv diwajibkan berlindung ke bunker saat sirene tanda serangan meraung . Meski usaha harian terlihat normal kembali keesokan harinya—termasuk buka kafe—publik tampak lelah dan waspada . Di Iran, juga terjadi dampak sosial dan politik yang signifikan .
Balasan Israel: Serangan Udara di Iran
Sebagai respons, Israel melancarkan serangan udara besar pada fasilitas militer, nuklir, serta minyak dan gas di Iran, termasuk lokasi di Tehran . AP mencatat setidaknya 78 tewas dan 320 terluka di pihak Iran, dengan 150+ rudal dan 100+ drone diluncurkan menyerang Israel .
Pernyataan Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel
PM Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa serangan balasan “adalah hal kecil dibanding apa yang akan Iran rasakan dalam hari-hari mendatang”. Menhan Israel, Israel Katz, memperingatkan “Teheran akan dibakar” jika serangan Iran terus berlanjut .
Risiko Eskalasi Global
Ada kekhawatiran konflik ini bisa menyebar ke skala global. Analis menyebut ini sebagai potensi “Perang Dunia III mini” yang melibatkan cyber, drone, dan sistem digital perang . Sekutu AS dan Inggris meningkatkan kesiapsiagaan di kawasan, termasuk pengerahan jet pengawal .
Dampak Ekonomi dan Energi Dunia
Ketegangan konflik memicu lonjakan harga emas mendekati rekor tertinggi, dan menimbulkan risiko pada jalur energi global seperti Selat Hormuz . Pembicaraan nuklir AS–Iran di Oman dibatalkan, sementara analisis global menyarankan berhati-hati terhadap implikasi geopolitik .
Situasi Diplomasi dan Bantuan Internasional
Negara-negara seperti Inggris meningkatkan dukungan militer dan mengeluarkan travel advisory . AS langsung membantu intersepsi rudal Iran dan memperingatkan Teheran untuk tidak menyerang aset AS . PBB dan komunitas global menyerukan deeskalasi segera .
Prospek Kedepan
Diplomasi AS–Iran tertunda menyusul gelombang serangan . AS berharap Iran kembali ke meja negoisasi, sementara Israel siap melanjutkan operasi militernya Ancaman lanjutan dan kemungkinan intervensi oleh pihak ketiga tetap tinggi.
Saran dan Kesimpulan
Warga di kawasan konflik dihimbau untuk selalu siap menghadapi sirene dan segera mencari perlindungan ke bunker ketika terdengar peringatan serangan.
Pemerintah internasional perlu mendorong jalur diplomasi segera agar proses nuklir yang sempat tertunda dapat dilanjutkan dengan mandat keamanan.
Investor dan pelaku pasar sebaiknya memantau harga energi dan logam mulia secara kontinu karena potensi fluktuasi akibat ketidakpastian geopolitik.
Media dan lembaga kemanusiaan diharapkan menyediakan informasi akurat dan bantuan cepat kepada warga terdampak, terutama mereka yang terdampak infrastruktur vital.
Jika konflik berlanjut, arus diplomatik lintas negara harus diprioritaskan untuk mencegah eskalasi menjadi perang luas berbasis wilayah.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





