EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA MEGAPOLITAN
Cari Kerja Makin Susah Banyak Masyarakat Alih Profesi

Cari Kerja Makin Susah Banyak Masyarakat Alih Profesi

Semakin banyak masyarakat Indonesia yang beralih profesi ke sektor informal akibat sulitnya mendapatkan pekerjaan tetap

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
17 Juni 2025
Kategori MEGAPOLITAN, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

EKOIN.CO-   Memang kondisi mencari kerja di Indonesia semakin menantang. Berikut ringkasan situasi dan tren terkini:


Pasar Kerja Ketat & Kesenjangan Keterampilan

  • Sekitar 70 % masyarakat aktif mencari kerja, tapi banyak yang “dighosting” oleh perusahaan—yang hilang kontak setelah melamar .
  • Di sisi lain, 46 % perusahaan kesulitan menemukan kandidat yang cocok, karena ketidaksesuaian antara kebutuhan dan kompetensi pelamar (teknikal, soft skills, pengalaman).

Tumbuhnya Sektor Informal

  • Banyak pekerja “turun kelas”: lulusan SMA–S1 beralih ke pekerjaan informal seperti bertani, berdagang, atau jadi driver/sopir .
  • Penciptaan lapangan di sektor formal selama 2019–2024 hanya 2 juta, sangat rendah dibanding 2014–2019 yang mencapai 8,5 juta .

Brain Drain & Pilihan KaburAjaDulu

  • Tagar #KaburAjaDulu viral sejak Februari 2025—menandakan ketidakpuasan terhadap kondisi domestik dan gelombang emigasi tenaga muda ke luar negeri .
  • Banyak yang merasa “terpaksa kabur” karena prospek kerja dan gaji di luar negeri lebih menjanjikan.

Otomatisasi & Digitalisasi Ubah Lanskap Pekerjaan

  • Banyak pekerjaan rutin (data entry, teller, administrasi, bahkan akuntan awal) terancam digantikan AI dalam beberapa tahun ke depan.
  • Meski demikian, muncul kebutuhan baru akan profesi digital: AI engineer, data analyst, cybersecurity, digital marketing, IoT specialist, dsb.

Strategi Bertahan & Alih Profesi

  • Upskill & reskill sangat penting: dominasi teknologi menuntut kompetensi baru, dari cloud hingga data science .
  • Pengalaman proyek, portofolio, kerja freelance jadi nilai tambah signifikan .
  • Bangun networking, aktif di platform profesional seperti LinkedIn, dan pertimbangkan proyek/gig economy.
  • Pasar kerja semakin kompetitif dan menuntut keterampilan yang relevan secara digital dan komunikasi.
  • Movel ke pekerjaan informal atau pindah negara jadi pilihan banyak orang—tapi ini bukan solusi jangka panjang.
  • Untuk bertahan, kamu perlu:
    1. Pelajari skill digital & teknologi (AI, cybersecurity, data).
    2. Bangun portofolio nyata (freelance, magang, proyek).
    3. Kembangkan soft skills: komunikasi, problem-solving, adaptability.
    4. Aktif di komunitas & jejaring profesional.
    5. Pertimbangkan kerja remote luar negeri untuk pengalaman dan penghasilan lebih kompetitif.

Situasi ini menuntut adaptasi cepat dan proaktif. Yuk, manfaatkan peluang pelatihan online (Coursera, Udemy, dsb.), ikuti bootcamp, dan mulai bangun portofolio sejak dini.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Post Sebelumnya

Rieke Pitaloka Kritik Kepmendagri Serahkan Pulau Aceh ke Sumut

Post Selanjutnya

Empat Gempa Guncang Indonesia, Tak Ada Korban

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Empat Gempa Guncang Indonesia, Tak Ada Korban

Empat Gempa Guncang Indonesia, Tak Ada Korban

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.