EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Musim Kemarau Lebih Pendek, Produksi Padi Justru Naik

reuters.com

Musim Kemarau Lebih Pendek, Produksi Padi Justru Naik

BMKG memperingatkan risiko cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi akibat musim hujan yang berkepanjangan.

Ibhent oleh Ibhent
24 Juni 2025
Kategori EKOBIS, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ekoin.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa musim kemarau tahun 2025 di Indonesia akan berlangsung lebih pendek dari prediksi sebelumnya. Hingga awal Juni 2025, hanya sekitar 19 persen wilayah Indonesia yang telah memasuki musim kemarau, sementara sisanya masih mengalami curah hujan menengah hingga tinggi.

Pembaruan prakiraan ini diumumkan BMKG pada Minggu (23/6/2025) di Jakarta, menyusul analisis pola iklim regional dan global. Menurut BMKG, anomali suhu permukaan laut di Samudra Pasifik dan tekanan udara di wilayah Asia Tenggara menyebabkan pertumbuhan awan hujan masih aktif di sebagian besar wilayah Tanah Air.

“Kondisi ini tentu berdampak signifikan pada sektor pertanian dan air, dan kami mendorong pemerintah daerah untuk segera menyesuaikan strategi,” ujar Kepala Pusat Informasi Iklim BMKG, Dwikorita Karnawati.

BMKG juga menyampaikan bahwa musim kemarau diperkirakan baru akan mendominasi sebagian besar wilayah pada pertengahan Juli, dan bahkan ada beberapa wilayah di Sumatera dan Sulawesi yang mungkin tidak mengalami kemarau kering sama sekali tahun ini.

Produksi Padi Diperkirakan Meningkat

Dalam laporan terpisah, Kementerian Pertanian menyambut baik kondisi cuaca ini. Dengan curah hujan yang masih tinggi, produksi padi nasional diperkirakan mencapai 21,76 juta ton sepanjang Januari hingga Juli 2025. Angka ini meningkat 14,93 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yang hanya mencapai 18,9 juta ton.

Berita Menarik Pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Target produksi padi nasional sepanjang tahun ini pun ditingkatkan menjadi 32 juta ton, naik dari capaian tahun 2024 sebesar 30,62 juta ton.

“Kami harap para petani dapat memanfaatkan situasi ini untuk memperluas masa tanam dan meningkatkan indeks pertanaman,” kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, dalam pernyataan resmi.

Waspada Terhadap Banjir dan Cuaca Ekstrem

Meski membawa dampak positif untuk pertanian, BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem seperti banjir lokal dan tanah longsor yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Salah satu contoh nyata adalah banjir besar yang terjadi di wilayah Jakarta Timur pada awal tahun, yang merendam ratusan rumah dan memaksa lebih dari 3.000 warga mengungsi, dengan ketinggian air mencapai tiga meter di beberapa titik.

“Kita tak bisa hanya melihat manfaatnya saja. Di sisi lain, perpanjangan musim hujan ini juga memperbesar risiko bencana, terutama di wilayah rentan seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan,” jelas Dwikorita.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan aktif memantau peringatan dini yang dikeluarkan oleh lembaga terkait, serta mempersiapkan langkah antisipatif di tingkat RT/RW, khususnya dalam pengelolaan drainase dan sanitasi lingkungan.  (*)

Tags: anomali iklimbanjir JakartaBMKGcuaca ekstremcurah hujan tinggikesiapsiagaan bencanamusim kemarau 2025peringatan diniproduksi padi naiktarget pertanian
Post Sebelumnya

Gencatan Senjata Diumumkan, Rudal Masih Meluncur: Iran–Israel Belum Reda

Post Selanjutnya

Prabowo Matangkan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran Baru

Ibhent

Ibhent

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Prabowo Matangkan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran Baru

Prabowo Matangkan Sekolah Rakyat Tahun Ajaran Baru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.