EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
FAO: Produksi Beras Indonesia Tertinggi dalam Tiga Tahun

Sumber dok Pertanian

FAO: Produksi Beras Indonesia Tertinggi dalam Tiga Tahun

FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia mencapai 35,6 juta ton pada musim tanam 2025/2026, tertinggi dalam tiga tahun terakhir dan menempatkan Indonesia di posisi keempat produsen beras terbesar dunia.

Agus DJ oleh Agus DJ
24 Juni 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERTANIAN, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Laporan terbaru Food Outlook – Biannual Report on Global Food Markets yang dirilis Food and Agriculture Organization (FAO) pada Juni 2025, menyebutkan bahwa produksi beras Indonesia diproyeksikan mencapai 35,6 juta ton untuk musim tanam 2025/2026.

Jumlah tersebut merupakan capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir dan menjadi salah satu peningkatan terbesar di antara negara-negara produsen utama dunia. Bila terealisasi, angka ini jauh melampaui target pemerintah sebesar 32 juta ton.

Dalam laporannya, FAO menempatkan Indonesia sebagai produsen beras terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India, dan Bangladesh. Produksi nasional diperkirakan tumbuh 4,5 persen dibandingkan musim sebelumnya.

FAO mencatat kenaikan ini menandai pemulihan signifikan setelah penurunan produksi pada musim tanam 2024/2025. “Peningkatan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki daya saing dan ketahanan dalam sektor pertanian,” demikian tertulis dalam laporan tersebut.

Kinerja produksi beras Indonesia hanya berada di bawah Brasil yang mencatat lonjakan tertinggi sebesar 14,7 persen. Sebaliknya, Thailand dan Pakistan diproyeksikan mengalami penurunan produksi dalam periode yang sama.

Berita Menarik Pilihan

AHY: Perbedaan Tak Boleh Jadi Sekat, Imlek Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

Dokumen Epstein Ungkap Pengiriman Potongan Kiswah Ka’bah, Picu Keprihatinan Dunia Islam

Dukungan USDA dan Pemerintah Indonesia

Sebelumnya, Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) juga menyampaikan pandangan senada. Dalam laporannya, USDA memprediksi produksi Indonesia pada 2024/2025 mencapai 34,6 juta ton, meningkat 600 ribu ton dari proyeksi bulan sebelumnya.

USDA menyoroti bahwa peningkatan produksi tersebut didorong oleh membaiknya cuaca serta peningkatan luas panen menjadi 11,4 juta hektare. Hal ini menjadi indikasi penting bahwa sektor pertanian Indonesia kembali pulih.

Di tingkat domestik, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mengakselerasi berbagai upaya untuk mengamankan produksi pangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pihaknya terus bergerak cepat melalui program penyediaan benih, pompanisasi, perbaikan irigasi, dan distribusi pupuk.

“Kita terus kerja keras, percepat tanam, siapkan benih, dan pastikan pupuk tersalurkan. Ini demi kemandirian pangan nasional,” ujar Menteri Amran dalam keterangan resmi, Selasa (24/6).

Langkah Strategis Dorong Produksi

Salah satu langkah krusial yang diambil pemerintah adalah penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Selain itu, kebijakan rafaksi telah dihapus untuk meningkatkan serapan gabah petani.

Kementan mencatat bahwa dengan kebijakan ini, cadangan beras pemerintah kini berada di angka 4,15 juta ton. Harga gabah di tingkat petani pun tetap terjaga, mendorong petani untuk terus produktif.

“Dengan harga yang stabil, petani bisa menikmati hasil panennya dan semangat menanam tetap tinggi,” ujar Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, dalam pernyataannya.

Kementan juga menegaskan bahwa kebijakan harga di tingkat petani merupakan instrumen penting dalam menjaga kesinambungan produksi beras secara nasional. Ini sejalan dengan upaya menjaga swasembada dan ketahanan pangan.

Dampak Global dan Kepercayaan Internasional

Proyeksi FAO ini memberikan sinyal positif bagi posisi Indonesia dalam sistem pangan global. FAO menyatakan bahwa peningkatan produksi Indonesia akan memperkuat stok nasional dan membuka peluang ekspor.

Jika tren ini berlanjut, Indonesia diperkirakan dapat memperluas peran strategisnya dalam perdagangan beras internasional. Hal ini menjadi penting dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global.

Sebagai tambahan, laporan FAO ini menjadi acuan penting dalam pemantauan dinamika pangan global. Banyak negara menggunakan data tersebut untuk mengambil kebijakan strategis terkait ketahanan pangan nasional masing-masing.

Peningkatan signifikan produksi beras Indonesia berdasarkan laporan FAO dan USDA mencerminkan keberhasilan strategi pertanian yang dilakukan pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan. Capaian ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan lagi sekadar retorika, melainkan hasil nyata dari langkah taktis dan sinergis antar pihak.

Keberhasilan ini juga menciptakan dampak positif terhadap kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas harga pangan. Dukungan penuh dari pemerintah, baik melalui kebijakan harga maupun infrastruktur pertanian, menjadi kunci utama yang menopang tren positif ini.

Jika tren ini konsisten, bukan tidak mungkin Indonesia akan menjadi salah satu kekuatan utama dalam sistem pangan dunia. Dengan menjaga produksi tetap stabil dan berorientasi ekspor, Indonesia dapat memperkuat posisi strategisnya di kancah global.(*)

Tags: 2025Andi Amran Sulaimancadangan beras pemerintah.ekspor berasFAOFood OutlookHPP gabahKementerian Pertanianketahanan panganMenteri Pertanianpangan globalpetaniproduksi beras Indonesiaswasembada panganUSDA
Post Sebelumnya

Dalam Rangka hari Bhayangkara ke- 79 , Kapolres Metro Bekasi Berikan Kursi Roda Bantu Habiba Lawan Keterbatasan

Post Selanjutnya

Korupsi Plaza Klaten Rp10,2 Miliar, Kejati Jateng Tahan Mantan Kabid Perdagangan DPKUKM 

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri acara Imlek (Ist)

AHY: Perbedaan Tak Boleh Jadi Sekat, Imlek Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan bahwa keberagaman latar belakang, identitas,...

Pekerja menyulam kain Kiswah di sebuah pabrik di Mekah, Arab Saudi, 6 Juli 2022. Kiswah merupakan kain penutup Kabah berwarna hitam dengan sulaman kaligrafi berwarna emas. REUTERS/Mohammed Salem

Dokumen Epstein Ungkap Pengiriman Potongan Kiswah Ka’bah, Picu Keprihatinan Dunia Islam

oleh Hasrul Ekoin
3 Februari 2026
0

Laporan Middle East Monitor (MEMO) pada Senin (2/2/2026) menyebutkan bahwa korespondensi email yang baru dibuka ke publik mengindikasikan pengiriman artefak...

Taruna Akpol Selamatkan Remaja Hanyut di Sungai Tamiang Aceh

Taruna Akpol Selamatkan Remaja Hanyut di Sungai Tamiang Aceh

oleh Ridwansyah
1 Februari 2026
0

Aceh Tamiang, Ekoin.co – Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang sedang melaksanakan kegiatan sosial di Aceh Tamiang bergerak cepat menyelamatkan DHP (15)...

Persiapan militer Iran di Teheran, termasuk lokasi pemakaman sementara untuk tentara asing dan penguatan kemampuan rudal dengan dukungan Rusia dan China.

Iran Siapkan Ribuan Liang Lahad Khusus Tentara AS di Teheran

oleh Hasrul Ekoin
1 Februari 2026
0

Di tengah penguatan persenjataan, Iran juga menyiapkan manuver militer bersama Rusia dan China, yang dikenal sebagai "Sabuk Keamanan", sebuah latihan...

Post Selanjutnya
Korupsi Plaza Klaten Rp10,2 Miliar, Kejati Jateng Tahan Mantan Kabid Perdagangan DPKUKM 

Korupsi Plaza Klaten Rp10,2 Miliar, Kejati Jateng Tahan Mantan Kabid Perdagangan DPKUKM 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.