Teheran, Ekoin.co — Organisasi Behesht Zahra di Teheran dikabarkan menyiapkan lokasi pemakaman sementara untuk pasukan Amerika Serikat yang mungkin tewas di wilayah Iran.
Menurut laporan kantor berita Iran Mehr, langkah ini digambarkan sebagai persiapan belum pernah terjadi sebelumnya, tanpa menjelaskan jadwal atau detail pelaksanaannya.
Divisi Hubungan Masyarakat Behesht Zahra menyatakan lokasi pemakaman terletak di pinggiran kota Teheran, dengan kapasitas ribuan kuburan, sebagai bagian dari kesiapan strategis menghadapi potensi eskalasi konflik.
Organisasi ini dikenal sebagai pengelola pemakaman terbesar di Teheran, biasanya menangani warga sipil dan situasi darurat, tetapi pengumuman khusus untuk tentara asing dianggap langkah historis.
Koresponden Aljazeera di Teheran, Nuruddin al-Daghir, melaporkan bahwa pengiriman senjata Rusia dan China telah tiba di Iran sejak “Perang 12 Hari” pada Juni 2025 lalu.
Pesawat militer besar membawa berbagai perlengkapan pertahanan dan serangan, termasuk peningkatan kemampuan rudal Iran.
Al-Daghir menyebut peran China krusial dalam memperkuat sistem rudal, sementara Rusia konsisten memasok proyektil dan persenjataan.
Koresponden Aljazeera di Moskow, Zaur Shug, menambahkan pengiriman militer Rusia hampir setiap pekan. Laporan ini menunjukkan kemitraan strategis yang kian erat antara Iran, Rusia, dan China, terutama setelah eskalasi militer di wilayah tersebut.
Pada Juni 2025, serangan Israel dengan dukungan AS berlangsung 12 hari, menargetkan fasilitas militer, nuklir, dan sipil Iran, sementara Iran membalas dengan rudal dan serangan drone ke markas Israel.
Di tengah penguatan persenjataan, Iran juga menyiapkan manuver militer bersama Rusia dan China, yang dikenal sebagai “Sabuk Keamanan”, sebuah latihan laut berkala yang kini membawa pesan politik dan militer yang mencolok bagi kawasan.





