EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
DPRD Desak Pasokan Air Malang Dihentikan

DPRD Desak Pasokan Air Malang Dihentikan

DPRD Kabupaten Malang mendesak penghentian pasokan air ke Kota Malang. Harga jual air di kota dinilai terlalu tinggi dari harga beli di desa.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
25 Juni 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Malang, EKOIN.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malang mendesak agar pasokan air bersih dari wilayah Kabupaten Malang ke Kota Malang dihentikan. Desakan ini disampaikan dalam rapat resmi pada Selasa, 24 Juni 2025, menyusul ketidakadilan harga jual yang dirasa memberatkan wilayah desa sebagai penyedia sumber air.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Malang, Tunggul Wicaksono, menyoroti ketimpangan harga air yang terjadi antara daerah asal dan tujuan distribusi. Ia menyatakan bahwa air yang dibeli dari desa dengan harga murah kemudian dijual ke kota dengan harga jauh lebih tinggi. “Ini sangat tidak adil. Warga desa kami yang memiliki sumber air justru tidak bisa menikmati hasilnya,” tegas Tunggul.

Perbedaan harga air menjadi sorotan utama. DPRD Kabupaten Malang menemukan bahwa harga jual air ke Kota Malang bisa mencapai dua hingga tiga kali lipat dari harga beli dari wilayah desa. Hal ini dianggap sebagai bentuk ketimpangan yang merugikan masyarakat desa.

Tunggul menjelaskan, pihaknya menerima banyak keluhan dari masyarakat yang merasa pasokan air di desa menjadi terbatas karena sebagian besar dikirim ke kota. “Selain tidak adil dalam harga, distribusinya pun mengganggu kebutuhan lokal,” ujarnya.

Dalam rapat bersama jajaran instansi terkait, DPRD meminta Pemerintah Kabupaten Malang dan PDAM segera meninjau ulang kerja sama penyediaan air bersih ke Kota Malang. Rencana penghentian pasokan menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

“Kami tidak ingin masyarakat desa kami kekurangan air bersih hanya karena kebutuhan kota lebih diutamakan,” kata Tunggul Wicaksono lagi dalam keterangannya kepada wartawan.

PDAM Kabupaten Malang menjadi sorotan utama dalam permasalahan ini. DPRD mendesak perusahaan daerah tersebut untuk meninjau ulang kontrak distribusi air yang selama ini dijalankan bersama Kota Malang. Mereka juga meminta adanya keterbukaan dalam laporan keuntungan yang diperoleh dari penjualan air ke kota.

“PDAM harus menjelaskan secara rinci berapa pendapatan dari penjualan air ini dan berapa yang kembali ke masyarakat desa,” imbuh Tunggul.

Beberapa kepala desa di wilayah sumber air mengaku mendukung langkah DPRD Kabupaten Malang. Mereka merasa selama ini tidak mendapat kejelasan soal kompensasi dari pasokan air yang dikirimkan ke kota. Warga juga mengeluhkan ketersediaan air bersih yang mulai berkurang, terutama saat musim kemarau.

“Kalau air terus dikirim ke kota, kami di desa ini makin kesulitan saat musim kering,” ujar Sumarno, Kepala Desa di Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Hingga berita ini ditulis, Pemerintah Kota Malang belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan penghentian pasokan air dari Kabupaten Malang. Belum ada klarifikasi juga mengenai kebijakan harga jual air yang dianggap memberatkan oleh pihak kabupaten.

Selain aspek ekonomi, desakan penghentian ini juga didorong oleh kekhawatiran akan dampak lingkungan. Sumber mata air di beberapa wilayah desa mulai menunjukkan penurunan debit, terutama dalam beberapa tahun terakhir.

Pemerintah Kabupaten Malang menilai jika eksploitasi air tidak dikendalikan, maka sumber daya alam tersebut bisa rusak dan tidak berkelanjutan.

Beberapa akademisi dari Universitas Brawijaya menilai desakan DPRD Kabupaten Malang sebagai langkah strategis. Dalam diskusi terbatas yang digelar pekan lalu, mereka menyatakan bahwa keadilan distribusi air harus diutamakan demi menjaga keseimbangan antara daerah asal dan penerima.

“Sumber daya air harus dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat, bukan sekadar komersialisasi,” ujar Dr. Nur Hidayati, pakar kebijakan publik.

DPRD menyampaikan bahwa pembahasan lebih lanjut mengenai penghentian pasokan air akan dilaksanakan dalam rapat koordinasi yang direncanakan minggu depan. Pihak PDAM serta Pemerintah Kota dan Kabupaten Malang dijadwalkan hadir.

Tunggul menambahkan bahwa jika tidak ada respons konkret, DPRD akan mempertimbangkan pembentukan panitia khusus untuk menyelidiki kerja sama distribusi air tersebut.

Permasalahan ini sejatinya sudah berlangsung lama. Namun, baru kembali mencuat karena adanya laporan dari masyarakat yang merasa kesulitan mendapatkan air bersih. Laporan tersebut menjadi pemicu DPRD bertindak lebih tegas tahun ini.

Sebelumnya, sejumlah desa pernah menyampaikan aspirasi mereka melalui forum musyawarah desa dan langsung ditujukan ke PDAM. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut nya

Sejumlah organisasi masyarakat dan aktivis lingkungan menyatakan dukungan atas langkah DPRD. Mereka menilai distribusi air dari desa ke kota harus mempertimbangkan aspek keadilan sosial dan keberlanjutan lingkungan.

Ketua Komunitas Peduli Sumber Air Malang, Reni Santoso, mengatakan bahwa ketimpangan distribusi air adalah potret ketidakadilan struktural yang harus diubah. “Warga desa jangan jadi korban eksploitasi air demi kebutuhan kota,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Malang sebaiknya segera menggelar dialog terbuka bersama PDAM dan perwakilan masyarakat desa untuk menampung semua aspirasi secara adil. Dialog ini bisa menjadi landasan awal untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.

PDAM sebagai operator distribusi air harus menyusun skema kompensasi yang transparan kepada masyarakat desa. Hal ini penting untuk memastikan keadilan dalam pemanfaatan sumber daya air.

Kota Malang diharapkan tidak bersikap pasif dalam isu ini. Kolaborasi antardaerah penting dilakukan demi mencegah konflik horizontal antara masyarakat desa dan kota.

Selain itu, perlu dibuat regulasi baru yang mengatur batas distribusi air lintas wilayah dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial, agar tidak merugikan salah satu pihak.

Masyarakat juga perlu diedukasi mengenai pentingnya konservasi air dan hak mereka atas sumber daya tersebut. Pendekatan partisipatif harus dikedepankan dalam setiap kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

(**)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: distribusi airDPRD Kabupaten Malangharga airkeadilan sosialkerjasama antar daerahketimpangankonservasi airkota malanglingkungan hidupmasyarakat desamusim kemaraupasokan air bersihPDAMsumber air desasumber daya alam
Post Sebelumnya

Gmail Turun, ProtonMail Naik: Tren Baru Layanan Email di Eropa

Post Selanjutnya

Jakarta Tanpa CFD, Digantikan Jakarta Marathon 2025

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Jakarta Tanpa CFD, Digantikan Jakarta Marathon 2025

Jakarta Tanpa CFD, Digantikan Jakarta Marathon 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.