EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Saatnya Siapkan Dana Pensiun, Jangan Tunggu Tua

Sumber dok bankbjb.co.id

Saatnya Siapkan Dana Pensiun, Jangan Tunggu Tua

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menjadi solusi jangka panjang yang disiplin, aman, dan fleksibel bagi masyarakat Indonesia untuk menjamin kesejahteraan finansial di masa tua, terutama ketika sistem pensiun nasional masih menghadapi tantangan besar.

Agus DJ oleh Agus DJ
26 Juni 2025
Kategori EKONOMI, KEUANGAN, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kesadaran masyarakat akan pentingnya mempersiapkan masa pensiun masih tergolong rendah. Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mayoritas pekerja Indonesia, baik formal maupun informal, belum memiliki persiapan keuangan yang memadai untuk menghadapi masa pensiun.

Kondisi ini berpotensi memicu masalah finansial saat individu memasuki usia non-produktif. Tanpa penghasilan tetap dan cadangan dana yang cukup, kebutuhan dasar seperti kesehatan dan konsumsi harian dapat menjadi beban berat.

Riset Mercer CFA Institute Global Pension Index 2023 bahkan menunjukkan sistem pensiun Indonesia masih tertinggal dibanding negara tetangga. Tantangan utamanya adalah rendahnya cakupan dan minimnya literasi perencanaan pensiun.

Fakta ini diperparah dengan kecenderungan generasi muda, terutama milenial, yang lebih memprioritaskan gaya hidup dan kebutuhan jangka pendek. Meskipun sebagian besar sudah memahami pentingnya pensiun, realisasi persiapannya masih minim.

Sebagai solusi, Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menjadi opsi investasi jangka panjang yang dapat menjawab tantangan ini.

Berita Menarik Pilihan

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

Sempat Terperosok, Kini IHSG Melaju Positif ke Zona Hijau  

Edukasi Finansial dan Kedisiplinan Jangka Panjang

DPLK dirancang untuk membantu peserta menyisihkan dana secara berkala, dengan tujuan spesifik: menjamin kesejahteraan finansial di masa tua. Dana yang disetor akan dikelola oleh manajer investasi berlisensi, sesuai profil risiko masing-masing peserta.

Berbeda dari tabungan biasa, DPLK mendorong disiplin karena dananya tidak bisa dicairkan sembarangan. Hal ini mencegah kebocoran dana akibat pengeluaran impulsif dan memastikan dana benar-benar digunakan saat pensiun.

Sistem DPLK juga fleksibel. Peserta bisa memilih besar iuran dan jenis portofolio investasi—konservatif, moderat, atau agresif. Karyawan perusahaan maupun individu mandiri bisa bergabung dengan mudah.

Pengelolaan dana dalam DPLK berada di bawah pengawasan ketat OJK. Laporan keuangan rutin, audit berkala, dan manajemen risiko menjadi bagian dari standar operasional yang harus dipenuhi penyelenggara.

Salah satu lembaga yang aktif mengembangkan DPLK adalah bank bjb, melalui program bjb siap.

Inovasi dan Literasi dari bank bjb

bjb siap (DPLK) menawarkan layanan investasi jangka panjang dengan pendekatan edukatif. Selain menyediakan produk keuangan, bank bjb juga rutin mengadakan webinar, workshop, serta menyebarkan materi digital edukatif terkait perencanaan pensiun.

Menurut Dr. Nur Hasan Kurniawan, S.E., M.M., CRGP, AMRP, Ketua Pengawas DPLK bank bjb, “Risiko pasar ditangani lewat diversifikasi, risiko inflasi disiasati dengan penempatan sebagian dana ke saham jangka panjang, dan semua aktivitas diawasi OJK dan Komite Investasi internal.”

Fleksibilitas menjadi daya tarik utama bagi generasi muda atau freelancer yang belum memiliki pendapatan tetap. Setoran iuran bisa dimulai dari nominal kecil dan ditingkatkan seiring waktu.

Contoh simulasi nyata menunjukkan dampak waktu mulai investasi. Jika seseorang mulai menabung DPLK di usia 30 dengan Rp500 ribu per bulan selama 25 tahun dan imbal hasil 8% per tahun, dana pensiun bisa mencapai sekitar Rp460 juta.

Sebaliknya, jika mulai di usia 40 tahun dengan skema sama, total dana hanya sekitar Rp180 juta. Perbedaan ini menunjukkan pentingnya memulai lebih awal.

Disiplin Finansial untuk Masa Depan yang Nyaman

Program DPLK juga memberikan insentif pajak. Bagi perusahaan, kontribusi ke DPLK bisa mengurangi beban pajak penghasilan. Bagi individu, hasil investasi baru dikenai pajak saat dicairkan, bukan saat masih dalam pengelolaan.

Dari sisi keamanan, DPLK bukan instrumen spekulatif. Menurut Dr. Nur Hasan Kurniawan, sistem ini dibangun atas dasar kehati-hatian, transparansi, serta keberlanjutan jangka panjang.

“Dengan ikut DPLK, kita dilatih buat mikir panjang, disiplin finansial, dan lebih menghargai versi diri di masa depan,” jelasnya.

DPLK bukan sekadar produk keuangan, tetapi sistem perlindungan diri yang terstruktur dan terencana. Melalui DPLK, peserta tak hanya menabung, tetapi juga menjadi lebih melek finansial dan siap menghadapi masa pensiun.

Dalam realitas sosial ekonomi yang berubah cepat, memiliki pegangan finansial di hari tua menjadi kebutuhan pokok, bukan pilihan.

Mempersiapkan masa pensiun adalah kebutuhan mendesak yang masih kurang mendapat perhatian. Padahal, risiko finansial di masa tua bisa dicegah dengan perencanaan yang tepat sejak muda.

Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) menjadi salah satu instrumen paling relevan dan fleksibel untuk menghadapi tantangan itu. Disiplin, aman, dan terjangkau, DPLK memberikan kesempatan bagi siapa saja untuk punya masa depan yang terjamin.

Dengan komitmen dari lembaga seperti bank bjb melalui program bjb siap, serta edukasi berkelanjutan, kesadaran masyarakat tentang pentingnya dana pensiun perlahan bisa meningkat. Semakin dini dimulai, semakin besar manfaat yang dirasakan kelak.(*)

Tags: Bank BJBbjb siapdana pensiunDPLKDr. Nur Hasan Kurniawanedukasi keuanganfleksibilitas danainvestasi jangka panjangliterasi finansialMercer CFA InstituteOJKpensiunperencanaan keuanganrisiko inflasitabungan pensiunusia non-produktif
Post Sebelumnya

Inter Milan Kalahkan River 2-0, Lolos ke 16 Besar

Post Selanjutnya

Bupati Siap Evaluasi Pejabat Terkait Korupsi

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

BI: Surplus Neraca Perdagangan Positif untuk Topang Ketahanan Ekonomi Indonesia

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Desember 2025 surplus sebesar 2,51 miliar dolar AS....

8 Aksi Percepatan Reformasi Bursa, Momentum Tingkatkan Kualitas Pasar Modal Indonesia

Sempat Terperosok, Kini IHSG Melaju Positif ke Zona Hijau  

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sesi pagi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah ke level 8.121,03 pada perdagangan Rabu (4/2). Namun,...

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

IHK Januari 2026 Deflasi 0,15 Persen, BI Tetap Optimistis Inflasi Terkendali

oleh Ainurrahman
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Badan Pusat Statistik (BPS) mencata, secara bulanan IHK Januari 2026 tercatat deflasi sebesar 0,15% (mtm). Perkembangan ini...

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri acara Imlek (Ist)

AHY: Perbedaan Tak Boleh Jadi Sekat, Imlek Momentum Perkuat Persatuan Bangsa

oleh Iwan Purnama
4 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebutkan bahwa keberagaman latar belakang, identitas,...

Post Selanjutnya
Bupati Siap Evaluasi Pejabat Terkait Korupsi

Bupati Siap Evaluasi Pejabat Terkait Korupsi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.