EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM HIKMAH
“Dari Kursi Roda Menuju Surga: Kisah Ulfa di Tanah Suci”

Sumber dok Kemenag

“Dari Kursi Roda Menuju Surga: Kisah Ulfa di Tanah Suci”

“Saya sadar, mungkin ini jalan dari Allah agar saya belajar. Belajar mencintai, melayani, dan menyentuh langit lewat pengabdian yang sunyi,” ujar Ulfa, petugas haji PUSPENMA.

Agus DJ oleh Agus DJ
27 Juni 2025
Kategori HIKMAH
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kisah menyentuh datang dari Tanah Suci, dibagikan oleh seorang petugas haji bernama Siti Maria Ulfa yang tengah menjalankan amanah kemanusiaan di Arab Saudi. Ia adalah Katim dari Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kementerian Agama.

Pada musim haji tahun ini, Ulfa mendapat tugas khusus mendampingi jemaah lansia dan disabilitas. Ia membagikan pengalamannya secara langsung. “Saya ini bukan siapa-siapa. Tapi saya tahu tugas ini adalah bentuk ibadah,” tuturnya, Jumat (21/6).

Menurutnya, banyak yang mengira petugas haji hanya sekadar “dompleng”, namun Ulfa membantah. “Mungkin ada satu dua yang tidak optimal, tapi di lingkungan saya, semua bekerja tulus,” tegasnya saat ditemui di Makkah.

Ulfa menceritakan bahwa dedikasi para petugas begitu tinggi. Mereka bahkan rela mengorbankan waktu ibadah pribadi demi melayani jemaah, terutama mereka yang membutuhkan perhatian khusus. Ia mengaku, spiritualitas justru tumbuh saat membantu, bukan hanya saat ibadah ritual.

Pengalamannya dimulai dari mengantar seorang nenek ke Raudhah, menyusuri lorong-lorong Masjid Nabawi dengan kursi roda. “Ia berkata, ‘Saya ingin salat di Raudhah, Nak.’ Dan saya tahu, saya harus menemaninya sampai ia bersujud di taman surga,” kisah Ulfa dengan mata berkaca.

Berita Menarik Pilihan

Sya’ban, Bulan Sunyi Membersihkan Hati sebelum Ramadhan Datang

Utang Puasa Belum Lunas? Simak Aturan Qadha dan Risiko Fidyah Sebelum Ramadan 1447 H

Kisah Pengabdian yang Menyentuh

Di tengah ribuan jemaah, Ulfa juga mengisahkan tentang seorang ibu difabel yang terpisah dari anaknya karena beda Syarikah. Dalam situasi itu, ia dan tim berinisiatif mengoordinasikan penggabungan keberangkatan agar keduanya bisa berhaji bersama.

“Kami transitkan dulu di hotel Madinah, lalu kami berangkatkan bersama. Tujuannya cuma satu: agar sang ibu dan anak bisa beribadah dalam ketenangan,” jelas Ulfa.

Pengabdian paling emosional yang dialaminya adalah saat mengganti popok seorang nenek yang mengalami kebocoran sejak dari pesawat. Tanpa koper, tanpa bantuan awal, Ulfa membeli sendiri keperluan si nenek dan membersihkannya dengan lembut.

“Saya tahu ini bukan cuma fisik. Saya tolak uang yang ia selipkan. ‘Saya senang bisa membantu, Nek,’ itu yang saya bilang padanya,” ujar Ulfa lirih.

Ia menyadari, momen seperti inilah yang mengajarkannya makna spiritual paling hakiki. “Bukan dari lantunan doa, tapi dari pelayanan yang tulus. Allah terasa sangat dekat,” katanya dengan suara bergetar.

Antara Keterbatasan Fisik dan Kelimpahan Cinta

Ulfa juga berharap pemerintah bisa meningkatkan fasilitas, terutama untuk jemaah lansia dan disabilitas. “Pendamping harus dari Indonesia. Jangan sampai mereka terpisah, karena mereka butuh teman bicara, bukan hanya bantuan teknis,” jelasnya.

Menurutnya, para petugas di lapangan sudah memberikan segalanya. “Kami terbatas jumlahnya, tapi cinta kami tidak terbatas,” katanya.

Ia mengaku sering menangis diam-diam, bukan karena lelah, tapi karena rasa syukur atas kesempatan ini. Kesempatan untuk berbakti, walau bukan kepada orang tua kandung, tapi kepada sosok-sosok sepuh yang ia temani di Tanah Suci.

“Saya sadar, mungkin ini jalan dari Allah agar saya belajar. Belajar mencintai, melayani, dan menyentuh langit lewat pengabdian yang sunyi,” tuturnya.

Menutup Tugas, Membuka Makna

Ulfa mengatakan, dari Raudhah hingga Arafah, dari kursi roda hingga tangisan di kamar hotel, semua itu adalah pelajaran spiritual baginya. “Saya bukan siapa-siapa, tapi saya bersyukur Allah izinkan saya menjalani ini,” katanya mengakhiri.

Kisah Siti Maria Ulfa membuktikan bahwa petugas haji bukan sekadar bagian dari birokrasi. Mereka menjalani tugas dengan sepenuh hati dan penuh dedikasi, terutama bagi jemaah lansia dan disabilitas. Pelayanan yang mereka berikan bukan hanya fisik, tetapi juga batiniah.

Apa yang dijalani Ulfa di Tanah Suci menggambarkan dimensi lain dari spiritualitas. Ia tidak banyak berdoa di tempat mustajab, tapi doa justru hadir dalam tindakan-tindakan sederhana namun penuh kasih. Ia menjadi penghubung antara belas kasih dan ibadah, antara tugas dan cinta.

Harapan agar ke depan sistem pendampingan lebih baik menjadi pesan penting. Bukan hanya untuk kenyamanan jemaah, tapi juga sebagai wujud penghargaan kepada para petugas yang telah memberi tanpa batas. Dari cinta yang sederhana, pelajaran besar tentang kemanusiaan pun lahir.(*)

Tags: cerita inspiratifibadah hajijemaah disabilitasjemaah lansiaKementerian Agamakisah sejati.kursi rodaMadinahMakkahMasjid Nabawipelayanan hajipelayanan tuluspengabdianpengalaman hajipenggabungan Syarikahpetugas hajiPUSPENMARaudhahSiti Maria Ulfaspiritualitas
Post Sebelumnya

Prabowo resmikan Proyek Energi Bersih Digelar Secara Daring

Post Selanjutnya

Presiden Prabowo Dorong Swasembada Energi Nasional

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Ilustrasi ini menggambarkan ketenangan, kejernihan hati, dan refleksi batin sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan di bulan Sya’ban.

Sya’ban, Bulan Sunyi Membersihkan Hati sebelum Ramadhan Datang

oleh Hasrul Ekoin
31 Januari 2026
0

Di tengah dunia yang kian riuh, Sya’ban mengajarkan satu hal penting: sebelum Ramadhan datang dengan segala kemuliaannya, ada pekerjaan sunyi...

Ilustrasi seorang muslimah yang sedang mencatat jadwal qadha puasa. Menyegerakan penggantian utang puasa sebelum Ramadan tiba adalah bentuk tanggung jawab ibadah dan menghindarkan diri dari kewajiban membayar denda fidyah. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Utang Puasa Belum Lunas? Simak Aturan Qadha dan Risiko Fidyah Sebelum Ramadan 1447 H

oleh Hasrul Ekoin
30 Januari 2026
0

Imam Al-Qurthubi dalam tafsir Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an menegaskan bahwa kewajiban qadha bersifat mutlak dan tidak bisa ditawar, karena ia...

Ustaz Almuzanni S.Sos M.Sos saat menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Baitul Maqdis Seuot, Indrapuri, Aceh Besar, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa)

Menghidupkan Nisfu Sya’ban: Meneladani Rasulullah dan Mengenang Wafatnya Imam Al-Asy’ari

oleh Hasrul Ekoin
30 Januari 2026
0

Di akhir khutbah, ia menyampaikan beberapa peristiwa penting yang terjadi pada bulan Sya’ban dalam sejarah Islam, di antaranya turunnya perintah...

Umat Islam mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 2026. Dengan persiapan spiritual dan fisik yang matang sejak awal, Ramadhan diharapkan menjadi momentum transformasi diri yang lebih bermakna. (Foto Ilustrasi: Ekoin.co)

Persiapan Matang Jelang Ramadhan: Rahasia Menjalani Bulan Suci dengan Maksimal dan Penuh Makna

oleh Hasrul Ekoin
30 Januari 2026
0

Tumbuhkan suasana hangat dengan saling memaafkan dan menyebarkan pesan kebaikan di lingkungan sekitar. Suasana yang harmonis di awal akan membuat...

Post Selanjutnya
Presiden Prabowo Dorong Swasembada Energi Nasional

Presiden Prabowo Dorong Swasembada Energi Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.