EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Jerman Desak Apple dan Google Hapus DeepSeek

Jerman Desak Apple dan Google Hapus DeepSeek

Pemerintah Jerman meminta Apple dan Google menghapus aplikasi DeepSeek karena kekhawatiran terhadap transfer data pengguna ke China, setelah aplikasi asal Tiongkok itu gagal menunjukkan bukti perlindungan data yang setara dengan standar Uni Eropa.

Ray oleh Ray
28 Juni 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA, TEKNOLOGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pemerintah Jerman secara resmi meminta dua perusahaan teknologi raksasa asal Amerika Serikat, Apple dan Google, untuk menghapus aplikasi kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, dari toko aplikasi mereka. Permintaan tersebut diumumkan langsung oleh Komisioner Perlindungan Data Jerman, Meike Kamp, pada Sabtu (28/6/2025).

Langkah ini diambil setelah muncul kekhawatiran serius terkait potensi transfer data pengguna asal Jerman secara ilegal ke Tiongkok. Dalam pernyataannya yang dikutip dari Reuters, Kamp menjelaskan bahwa aplikasi DeepSeek belum bisa memberikan jaminan perlindungan data yang setara dengan standar yang berlaku di Uni Eropa.

“DeepSeek belum mampu memberikan bukti meyakinkan kepada kantor saya bahwa data pengguna asal Jerman dilindungi di Tiongkok dengan standar yang setara dengan Uni Eropa,” tegas Meike Kamp.

Ia juga menyampaikan bahwa otoritas Tiongkok secara hukum memiliki hak untuk mengakses data pribadi dalam perusahaan yang tunduk pada yurisdiksi negara tersebut. Hal ini menambah kekhawatiran terhadap kemungkinan penyalahgunaan informasi yang bersifat sensitif.

Permintaan kepada Apple dan Google ini muncul setelah Komisi Perlindungan Data Jerman mengirimkan pemberitahuan kepada DeepSeek pada bulan Mei lalu. Dalam pemberitahuan itu, perusahaan diminta untuk memenuhi ketentuan transfer data lintas negara sesuai regulasi Uni Eropa, atau secara sukarela menarik aplikasi mereka dari peredaran di Jerman. Namun, DeepSeek tidak memberikan respons terhadap permintaan tersebut.

Berita Menarik Pilihan

Menhan Sjafrie Sebut Kekayaan Alam Indonesia Dinikmati 10 Orang Saja, Kebocorannya Tembus Rp 5.770 Triliun

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada 17 Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

Sejauh ini, Google mengonfirmasi telah menerima notifikasi dari otoritas Jerman dan sedang meninjau langkah selanjutnya. Sementara itu, Apple belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar dari media. Di sisi lain, DeepSeek juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu ini.

Dalam dokumen kebijakan privasi yang diterbitkan oleh DeepSeek, dijelaskan bahwa mereka menyimpan informasi pribadi pengguna, termasuk permintaan terhadap layanan AI dan file yang diunggah, di server yang berlokasi di Tiongkok. Hal ini menjadi salah satu alasan utama kekhawatiran pihak Jerman terhadap perlindungan data konsumen.

Pemerintah Jerman belum memberikan tenggat waktu resmi kepada Apple dan Google terkait keputusan pemblokiran aplikasi, namun mereka menegaskan pentingnya peninjauan cepat demi perlindungan hak privasi warga negara mereka.

Tags: aplikasi AIAppleDeepSeekGoogleJermankeamanan siberKomisioner Perlindungan DataMeike Kamppemblokiran aplikasiperlindungan data pribadiprivasi dataReutersTiongkoktransfer data lintas negaraUni Eropa
Post Sebelumnya

Warga Thailand Demo Tuntut PM Paetongtarn Mundur

Post Selanjutnya

Kejagung Telusuri Harga Chromebook Bersama Google

Ray

Ray

Berita Terkait

Menhan Sjafrie Sebut Kekayaan Alam Indonesia Dinikmati 10 Orang Saja, Kebocorannya Tembus Rp 5.770 Triliun

Menhan Sjafrie Sebut Kekayaan Alam Indonesia Dinikmati 10 Orang Saja, Kebocorannya Tembus Rp 5.770 Triliun

oleh Yudi Permana
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, kekayaan alam Indonesia dinikmati 10 orang pengusaha besar. Dia mengklaim, memiliki...

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

Dua Gerhana Matahari Terjadi pada 17 Februari dan Agustus 2026, Total dan Cincin Api

oleh Akmal Solihannoer
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tahun 2026 akan diwarnai oleh dua fenomena astronomi berupa gerhana matahari yang terjadi pada Februari dan Agustus....

Presiden Prabowo di Rakornas Pusat dan Daerah di Sentul

Pengamat: Peringatan Keras Prabowo ‘Lonceng Kematian’ Bagi Praktik Lancung Direksi BUMN

oleh Ainurrahman
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Presiden RI Prabowo Subianto sudah beberapa kali memberikan sinyal peringatan untuk “bersih-bersih” Badan Usaha Milik Negara (BUMN)....

Kolase foto dokumen resmi "Epstein Files" dan tangkapan layar video viral Gabriela Rico Jimenez pada 2009. Rilis terbaru 3 juta halaman berkas dari Departemen Kehakiman AS kembali memicu perdebatan publik mengenai kebenaran tudingan sang model terkait praktik menyimpang di lingkaran elite global. (Foto: Istimewa)

Dibalik ‘Epstein Files’ 2026: Teka-teki Hilangnya Gabriela Jimenez yang Pernah Bongkar Rahasia Elite

oleh Hasrul Ekoin
4 Februari 2026
0

Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa pembukaan Epstein Files merupakan mandat undang-undang melalui Epstein Transparency Act, dengan tujuan membuka akses publik...

Post Selanjutnya
Kejagung Telusuri Harga Chromebook Bersama Google

Kejagung Telusuri Harga Chromebook Bersama Google

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.