Jakarta, EKOIN.CO – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong digitalisasi layanan keuangan syariah melalui kolaborasi strategis bersama Zahir International. Penandatanganan kerja sama ini berlangsung dalam ajang BSI International Expo 2025 di Jakarta.
Dalam kolaborasi ini, BSI dan Zahir sepakat memperkuat ekosistem halal nasional melalui solusi digital keuangan. Inisiatif ini menyasar segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi untuk mempermudah akses layanan keuangan berbasis syariah.
SEVP International & Information Technology BSI, Misbahul Munir, menyatakan sinergi ini bertujuan menciptakan ekosistem digital yang cepat, akurat, dan inklusif. Hal ini penting guna memfasilitasi kemajuan pelaku usaha di Indonesia melalui transformasi digital yang tepat sasaran.
“BSI melihat banyak kesamaan dengan Zahir baik dari sisi visi, value dan misi. BSI ingin di Indonesia ini ada financial hub yang kuat, yang membuat Indonesia jadi pelaku bukan hanya penonton di ekosistem halal dunia,” ujar Munir di lokasi acara.
Munir menambahkan bahwa Zahir sudah menjadi entitas korporasi dengan solusi yang menyeluruh. Kolaborasi ini diyakini akan memberikan dampak luas, termasuk mendorong transparansi dan kemudahan pencatatan keuangan untuk berbagai skala bisnis.
Dorong UMKM Melalui Solusi Keuangan Terintegrasi
Zahir, sebagai platform digital pencatatan keuangan, berperan penting dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan korporasi. Dengan pencatatan arus kas, penjualan, utang, dan piutang secara terintegrasi, pelaku usaha dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat.
CEO Zahir International, Ismail Thalib, mengatakan kolaborasi dengan BSI adalah langkah konkret untuk memperluas akses pembiayaan berbasis data. Menurutnya, pencatatan keuangan yang rapi akan memperbesar peluang pelaku usaha mendapat dukungan pembiayaan.
“Sejak awal berdiri, Zahir bermimpi untuk berkontribusi bagi ekonomi dengan memberikan layanan yang lebih cepat dan bertumbuh. Kolaborasi ini salah satu ikhtiar kami untuk menjawab tantangan itu,” ungkap Ismail.
Ia menambahkan bahwa industri UMKM masih menghadapi tantangan besar dalam mengakses pembiayaan. Ketersediaan data keuangan yang akurat menjadi solusi utama yang ditawarkan lewat kerja sama ini.
“Kita harus berjamaah agar ekonomi bisa terakselerasi lebih baik. Semoga kerja sama ini membawa keberkahan dan kebermanfaatan bagi ekonomi Indonesia dan global,” ujar Ismail.
Expo 2025: Panggung Ekosistem Halal Terbesar
BSI International Expo 2025 menjadi latar peluncuran kerja sama ini. Pameran tersebut menghadirkan 350 tenant dari berbagai sektor, seperti makanan halal, fashion muslim, fintech syariah, otomotif, hingga pendidikan Islam.
Acara ini juga melibatkan berbagai pondok pesantren dan perguruan tinggi Islam sebagai bagian dari ekosistem pendidikan halal nasional. Keterlibatan ini memperkuat peran lembaga pendidikan dalam mendorong literasi ekonomi syariah.
Rangkaian acara interaktif juga digelar, mulai dari seminar ekonomi syariah, talkshow lifestyle halal, workshop fashion muslim, hingga kajian islami. Kegiatan ini menarik perhatian ribuan pengunjung dari berbagai kalangan.
Tujuan utama expo ini adalah memperkenalkan inovasi di sektor halal serta membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya digitalisasi layanan keuangan berbasis syariah. Hal ini sejalan dengan strategi BSI memperkuat ekosistem halal Indonesia.
“BSI International Expo bukan hanya ajang pameran, tapi juga wadah edukasi dan kolaborasi. Kami ingin mendekatkan layanan keuangan syariah dengan kehidupan sehari-hari masyarakat,” ujar Munir di sela-sela acara.
Kolaborasi antara BSI dan Zahir menjadi angin segar bagi pelaku UMKM dan korporasi di Indonesia. Dengan mengintegrasikan sistem pencatatan digital, akses pembiayaan syariah diharapkan semakin terbuka luas. Kolaborasi ini mencerminkan visi bersama membangun ekonomi syariah nasional yang lebih inklusif dan modern.
Kehadiran BSI International Expo 2025 menjadi panggung penting dalam mempromosikan ekosistem halal secara menyeluruh. Melibatkan berbagai pihak dari industri, pendidikan, hingga teknologi, expo ini membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci akselerasi ekonomi syariah.
Langkah strategis BSI dalam mengembangkan layanan digital sekaligus menguatkan pondasi halal ecosystem menunjukkan arah jelas pembangunan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam. Dengan pendekatan inklusif, Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam ekosistem halal global.(*)





