EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Nuklir Iran Disebut Lebih Ganas dari AS

Nuklir Iran Disebut Lebih Ganas dari AS

Iran hentikan kerja sama nuklir dengan IAEA. Israel desak dunia hentikan ambisi nuklir Teheran.

Ibhent oleh Ibhent
3 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

TEHERAN, EKOIN.CO – Iran kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah klaim bahwa senjata nuklir yang mereka miliki lebih mematikan dibanding milik Amerika Serikat dan Israel. Ketegangan meningkat sejak serangan yang dilancarkan oleh kedua negara terhadap fasilitas nuklir Iran, dan kini respons dari Teheran dinilai semakin berani serta berpotensi memicu ketidakstabilan baru di kawasan Timur Tengah.

Pakar proliferasi nuklir menyebut serangan yang terjadi hampir dua pekan lalu sebagai titik balik yang dapat mendorong Iran mengambil jalur lebih tersembunyi untuk memperoleh senjata nuklir. Dalam wawancara dengan ABC News, beberapa ahli menyampaikan bahwa tekanan luar justru bisa membuat Iran menutup akses pengawasan internasional dan mempercepat ambisinya membangun senjata nuklir.

Iran hentikan kerja sama dengan IAEA

Pada Rabu lalu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani rancangan undang-undang yang sebelumnya telah disetujui oleh parlemen untuk menghentikan kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Langkah ini didukung penuh oleh Dewan Wali Iran, yang separuh anggotanya ditunjuk oleh Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Menurut televisi pemerintah Iran, penangguhan kerja sama akan terus berlaku hingga ada jaminan keamanan bagi fasilitas nuklir dan ilmuwan di negara tersebut.

Seiring dengan itu, Iran menolak memberikan akses kepada lembaga independen asing untuk melakukan inspeksi terhadap program nuklirnya. Ini memaksa Iran membangun ulang infrastruktur nuklir secara tertutup tanpa pengawasan global.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Langkah Iran mendapat reaksi keras dari dunia internasional. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, menyebut keputusan tersebut sebagai tindakan yang “tidak dapat diterima”. Ia menambahkan bahwa Iran seharusnya memilih jalur damai dan kesejahteraan, bukan konfrontasi.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menyebut langkah Iran sebagai “skandal besar” dan bentuk penolakan terhadap seluruh komitmen nuklir internasional yang telah disepakati. Dalam unggahan di media sosial, ia mendesak komunitas global untuk segera mengambil langkah tegas guna menghentikan ambisi nuklir Teheran.

Para ahli senjata nuklir menilai keputusan Iran dapat membuka kemungkinan untuk keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Senjata Nuklir (NPT). Profesor hubungan internasional di Universitas New Haven, Howard Stoffer, menyatakan bahwa jika Iran menarik diri dari NPT, maka akan mengikuti jejak Korea Utara.

Kemungkinan mundur dari NPT

Kekhawatiran ini diperkuat oleh pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyebut bahwa pemerintah masih mempertimbangkan keanggotaan dalam NPT pasca pengesahan undang-undang baru oleh parlemen. Ia menegaskan bahwa Iran akan bertindak sesuai dengan kepentingan nasional.

NPT yang ditandatangani pada 1968 oleh 191 negara, melarang pengembangan senjata nuklir bagi negara non-pemilik resmi. Namun, perjanjian ini masih memberikan ruang bagi program nuklir sipil untuk tujuan damai, seperti energi.

Sejak Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat keluar dari Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2018, hubungan antara Iran dan negara-negara Barat memburuk. Penarikan diri dari JCPOA memicu sanksi baru dan mendorong Iran kembali mengaktifkan program nuklirnya.

Ketika Trump kembali menjabat pada Januari, negosiasi untuk kesepakatan baru kembali diupayakan, tetapi ketegangan di kawasan meningkat. Serangan langsung Israel terhadap Iran pada 13 Juni lalu memicu perang selama 12 hari, dengan AS bergabung delapan hari kemudian.

Kini, setelah konflik reda, Israel menyerukan agar negara-negara Eropa yang masih terlibat dalam JCPOA kembali menerapkan sanksi keras terhadap Iran melalui mekanisme PBB.

Risiko global meningkat

Menurut John Erath, direktur kebijakan senior di Pusat Senjata dan Non-Proliferasi, Iran masih bisa menjalankan aktivitas nuklir secara legal selama tidak merakit senjata nuklir. Namun, fakta bahwa Iran bisa melangkah sangat dekat ke batas tersebut membuat negara tetangganya, termasuk Israel, khawatir.

Erath menyebut jika Iran memutuskan keluar dari NPT, hal itu akan menjadi sinyal bahwa negara tersebut serius mengejar senjata nuklir. Dampaknya bisa menjadi sangat luas, bukan hanya bagi kawasan Timur Tengah tetapi juga terhadap stabilitas global.

Lebih lanjut, Erath menambahkan bahwa Iran tidak ingin dikategorikan sebagai negara paria seperti Korea Utara. Namun, jika situasi terus memburuk, pilihan itu bisa menjadi pertimbangan serius bagi Teheran.

Kondisi ini menempatkan komunitas internasional dalam posisi sulit. Di satu sisi, tekanan terhadap Iran harus dilakukan untuk menghentikan ambisi senjata nuklirnya. Di sisi lain, terlalu keras menekan dapat mendorong Iran semakin menjauh dari jalur diplomasi.

Negosiasi yang tertunda, kesepakatan yang tak kunjung dicapai, serta tindakan militer langsung menunjukkan bahwa penyelesaian damai belum menemukan jalannya. Dalam situasi seperti ini, diplomasi yang cermat dan keterlibatan aktif negara-negara kunci sangat dibutuhkan.

Untuk itu, penting bagi para pemimpin dunia untuk kembali ke meja perundingan. Sanksi dan ancaman saja tidak cukup untuk meredam potensi krisis nuklir ini. Harus ada solusi komprehensif yang menjamin keamanan regional dan hak Iran untuk memanfaatkan energi nuklir secara damai.

Keterlibatan organisasi multilateral seperti PBB dan IAEA tetap menjadi alat penting dalam meredam konflik ini. Namun kepercayaan antara pihak-pihak terkait harus dibangun kembali agar pengawasan nuklir dapat dilakukan secara efektif. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Amerika SerikatIAEAIsraelJCPOANPTnuklir Iran
Post Sebelumnya

Liverpool Berduka, Diogo Jota Meninggal Dunia

Post Selanjutnya

Kuasa Hukum Fariz RM Soroti Salah Kaprah Penegakan Hukum, Desak Rehabilitasi Bukan Penjara

Ibhent

Ibhent

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Kuasa Hukum Fariz RM Soroti Salah Kaprah Penegakan Hukum, Desak Rehabilitasi Bukan Penjara

Kuasa Hukum Fariz RM Soroti Salah Kaprah Penegakan Hukum, Desak Rehabilitasi Bukan Penjara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.