Jakarta, EKOIN.CO – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan kembali menegaskan komitmennya dalam membangun organisasi inovatif dan adaptif melalui Festival Transformasi Proses Bisnis Tahun 2025, Senin (24/6), di Gedung AA Maramis, Jakarta.
Festival ini dibuka secara resmi oleh Direktur Transformasi dan Sistem Informasi (TSI), Edward U.P. Nainggolan, di hadapan para perwakilan unit DJKN dari berbagai daerah. Acara berlangsung selama tiga hari penuh.
Mengusung semangat transformasi berkelanjutan, kegiatan tersebut menjadi wadah kolaboratif untuk berbagi praktik baik dan memperluas inovasi dalam pengelolaan proses bisnis internal. Berbagai kegiatan tematik turut meramaikan festival ini.
Edward U.P. Nainggolan dalam sambutannya menekankan arah transformasi DJKN ke organisasi berbasis data dan pelayanan publik unggul. Ia menyampaikan, “Kami (DJKN) membentuk tim untuk tata kelola data sehingga bisa mensupply data yang dibutuhkan baik pusat dan daerah.”
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas unit dalam menyukseskan tata kelola data yang terintegrasi dan menjadi satu sumber kebenaran. Hal ini sejalan dengan strategi nasional Satu Data Indonesia yang diusung pemerintah pusat.
Inovasi Proses Bisnis Jadi Sorotan
Festival ini juga menjadi ajang apresiasi terhadap inovasi-inovasi dari dalam organisasi. Sejumlah program unggulan hadir, termasuk Kompetisi Inovasi Kekayaan Negara dan forum bedah ide bersama Duta Transformasi DJKN terbaik.
Selain itu, hadir pula Workshop Tata Kelola Data bersama Badan Teknologi Informasi dan Intelijen Keuangan (BTIIK), yang menjadi salah satu sesi utama. Workshop ini membahas strategi pengelolaan data secara efektif dan efisien.
“Kolaborasi lintas unit teknis sangat kami harapkan agar tata kelola data menjawab kebutuhan pengguna layanan,” ujar Edward dalam sesi panel diskusi. Ia menambahkan bahwa data bukan sekadar aset, melainkan bagian dari pengambilan keputusan yang tepat sasaran.
Semangat reformasi birokrasi juga menjadi benang merah dalam pelaksanaan festival. DJKN memanfaatkan momentum ini untuk menjaring inovasi dari berbagai tingkatan organisasi, tidak terbatas pada level pimpinan.
Langkah ini juga dinilai sebagai bentuk penguatan kultur kerja yang mengedepankan keterbukaan informasi, efisiensi, serta kemampuan adaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan publik.
Peneguhan Komitmen Menuju Digitalisasi
Dengan semangat tersebut, DJKN berharap Festival Transformasi Proses Bisnis Tahun 2025 dapat menjadi titik balik menuju penguatan organisasi berbasis digital yang berkelanjutan.
Pentingnya transformasi tidak hanya soal teknologi, tetapi juga menyangkut pembentukan pola pikir baru yang mampu merespons tantangan di era digital. Hal ini ditandai dengan keterlibatan seluruh unit secara aktif.
Menurut Edward, “Inisiatif ini bukan sekadar program kerja, tapi bagian dari proses panjang menuju tata kelola yang terintegrasi dan mampu melayani masyarakat dengan lebih baik.”
Festival ini juga mencerminkan keseriusan DJKN dalam membangun ekosistem data yang akurat, mudah diakses, dan digunakan secara lintas fungsi dalam lingkungan Kementerian Keuangan.
Penyelenggaraan Festival Transformasi Proses Bisnis DJKN Tahun 2025 mencerminkan komitmen kuat terhadap perubahan dan modernisasi tata kelola di lingkungan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Dengan pendekatan berbasis data dan kolaborasi antarunit, DJKN ingin menjawab tantangan zaman secara progresif.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi, melainkan juga ajang konsolidasi untuk memperkuat peran data sebagai fondasi pengambilan keputusan strategis. Berbagai sesi seperti workshop, forum ide, hingga kompetisi inovasi menjadi titik temu semangat transformasi dan dedikasi pegawai.
Dengan mengedepankan integrasi, keterbukaan, dan inovasi, DJKN menunjukkan langkah nyata menuju birokrasi yang melayani dengan optimal dan efisien. Festival ini menjadi simbol semangat perubahan yang tidak hanya simbolis, tapi juga fungsional dan menyeluruh.(*)





