EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Viral Bambu Petuk Cianjur Ternyata Karya Seni

Viral Bambu Petuk Cianjur Ternyata Karya Seni

Bambu petuk viral di Cianjur bukan fenomena mistis, melainkan karya seni instalasi berbasis ilmu sains. Pemerintah desa menegaskan agar masyarakat menggunakan akal sehat dan tidak termakan informasi menyesatkan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
4 Juli 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Cianjur, EKOIN.CO – Sebuah fenomena unik terjadi di Kampung Limbangan, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ketika sebuah batang bambu petuk viral karena mengeluarkan air secara terus-menerus tanpa terlihat selang. (*)

Fenomena ini pertama kali terekam dalam video yang kemudian beredar di media sosial, memicu kerumunan warga yang penasaran melihat sendiri bambu “ajaib” tersebut

Kepala Desa Cikaroya, Encep Mahmudin, langsung turun tangan dengan memverifikasi fenomena tersebut dan memastikan bahwa bambu petuk itu bukanlah hal mistis melainkan sebuah karya seni instalasi yang dirancang secara khusus

Warga pun didorong untuk tidak cepat percaya pada hal-hal berbau mistis, khususnya yang dapat mengundang kesalahpahaman di masyarakat

Pembuat karya seni bambu ini bernama Rudi, yang tinggal di wilayah tersebut. Ia menjelaskan bahwa instalasi itu murni bersifat hiburan dan edukatif, bukan untuk menipu atau menimbulkan kekaguman mistis

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Menurut Rudi, bambu itu dirancang dalam kurun waktu enam hari menggunakan prinsip sains dan teknologi yang membuat molekul air terkumpul di dalamnya

Ia menyebut, “Ada alat yang dipasang di dalam bambu … mengikat molekul air sehingga terkumpul di dalam bambu,” tanpa merinci mekanismenya agar tidak membongkar rahasia seni sulapnya

Fenomena ini menarik perhatian warga dari luar wilayah, bahkan dari Cirebon, yang datang untuk melihat dan mengambil air dari bambu tersebut karena dikira memiliki khasiat khusus

Namun, Rudi menegaskan bahwa air tersebut hanyalah air biasa dan telah dipasang plang peringatan agar tidak disalahartikan sebagai air berkhasiat

Aksi pemasangan plang itu juga merupakan upaya edukasi bagi pengunjung supaya memahami fenomena ini secara rasional, bukan mistis .

Dalam waktu dua hari, sejak Senin (30/6/2025), ratusan warga berkumpul di lokasi, mencerminkan daya tarik konten viral yang mudah tersebar tanpa edukasi kontekstual ccbc

Instalasi bambu akhirnya dibongkar oleh pihak terkait, atas permintaan pemerintah desa, untuk meredam kegaduhan yang semakin berkembang di tengah masyarakat (

Karya Seni Bukan Fenomena Mistis

Kepala Desa Cikaroya mempertegas bahwa bambu ini murni pendekatan kreatif dan ilmiah, bukan praktik spiritual atau mistik

Encep Mahmudin menyampaikan, “Ini bukan hal mistis, tapi seni yang rasional. Jangan mudah termakan informasi menyesatkan”

Selain memecahkan mitos, pemerintah desa juga mengajak masyarakat agar mengedepankan logika dan akal sehat dalam menyikapi fenomena viral .

Respons Masyarakat dan Edukasi Publik

Kerumunan warga yang memadati lokasi menjadi cermin betapa cepatnya viral konten dapat mendatangkan dampak nyata di lapangan, dari penuh rasa penasaran hingga dipicu asumsi khasiat medis.

Rudi menyayangkan sebagian pihak yang mengaitkan karyanya dengan hal mistis sehingga mengubah makna edukatif menjadi kesalahpahaman publik

Meski begitu, banyak warga mengapresiasi pendekatan kreatif ini sebagai stimulasi pemikiran kritis dan apresiasi terhadap karya sederhana berbasis sains.

Pemerintah desa melalui sambutan kepala desa juga meluncurkan himbauan agar publik tidak langsung mengaitkan fenomena aneh dengan hal supranatural tanpa bukti ilmiah.

Pendekatan edukatif ini diharapkan mendorong masyarakat menganalisis fenomena viral dengan rasional, serta memahami konteks seni dan teknologi di baliknya.

Hingga kini, pihak terkait masih mengevaluasi bagaimana mencegah kejadian serupa agar tidak menimbulkan kerumunan dan kesalahpahaman di masa depan.

Penanganan cepat ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara kreator, pemerintah, dan publik untuk menjaga keseimbangan antara kreatifitas dan ketertiban sosial.

Sebagai refleksi akhir, fenomena bambu petuk Cianjur mengilustrasikan betapa konten viral bisa sekaligus menyajikan peluang edukatif jika diolah dengan komunikasi publik yang tepat.

Fenomena ini membuktikan bahwa viralitas media sosial dapat memengaruhi persepsi publik secara cepat.

Kesalahpahaman terhadap karya seni bisa dihindari dengan komunikasi jelas dan edukatif dari pencipta dan pihak berwenang.

Edukasi publik terkait pendekatan sains dan logika sangat penting dalam menyikapi fenomena serupa.

Pemerintah desa perlu mempersiapkan sikap responsif terhadap fenomena viral agar tidak menimbulkan kerumunan berlebihan.

Kreator lokal sebaiknya memberikan konteks edukatif agar karya inovatif tidak disalahtafsirkan sebagai mistis. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: bambu petukCianjuredukasikarya senitrik sulapViral
Post Sebelumnya

F-16 Israel Tembak Kamar Direktur RS Indonesia

Post Selanjutnya

Polandia Tunda FA-50PL hingga Tahun 2027

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Polandia Tunda FA-50PL hingga Tahun 2027

Polandia Tunda FA-50PL hingga Tahun 2027

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.