EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Kesepakatan Ambalat Picu Protes dari Sabah

Kesepakatan Ambalat Picu Protes dari Sabah

Kesepakatan pengelolaan bersama Ambalat disepakati Prabowo dan Anwar. Politisi Sabah protes karena tak diajak berkonsultasi.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
4 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA EKOIN.CO – Kesepakatan kerja sama antara Presiden Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengenai pengelolaan bersama Blok Ambalat menimbulkan reaksi panas dari sejumlah politisi di negara bagian Sabah, Malaysia. Keputusan ini diumumkan setelah pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 27 Juni 2025, yang menandai langkah baru dalam upaya menyelesaikan sengketa maritim jangka panjang di wilayah Laut Sulawesi.

Blok Ambalat merupakan wilayah seluas sekitar 15.235 kilometer persegi yang diyakini menyimpan cadangan minyak dan gas dalam jumlah besar. Wilayah ini telah lama menjadi titik sengketa antara Indonesia dan Malaysia sejak Negeri Jiran mengeluarkan Peta Malaysia 1979, yang secara sepihak mencakup dasar laut Ambalat ke dalam wilayahnya.

Kesepakatan Bersama Indonesia-Malaysia di Ambalat

Dalam konferensi pers bersama, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kedua negara sepakat untuk bekerja sama secara ekonomi sambil menyelesaikan aspek hukum dari sengketa perbatasan. “Selagi kita menyelesaikan aspek hukumnya, kita akan memulai kerja sama ekonomi dalam apa yang kita sebut pengembangan bersama,” ucap Prabowo.

Prabowo menambahkan, kerja sama ini dilakukan agar potensi sumber daya yang ada bisa dieksplorasi bersama secara adil. Ia juga menekankan pentingnya penyelesaian damai demi kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah sengketa.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendukung penuh langkah tersebut. Dalam pernyataannya, Anwar menegaskan bahwa tidak ada halangan bagi kedua negara untuk memulai kerja sama ekonomi di Ambalat, termasuk membentuk “otoritas pengembangan bersama”.

Anwar menyatakan, menunggu penyelesaian hukum yang bisa memakan waktu hingga dua dekade hanya akan menghambat kemajuan ekonomi kedua negara. “Jadi mari kita manfaatkan waktu ini untuk mendapatkan hasil yang bermanfaat bagi kedua negara dan membela nasib rakyat kita di wilayah yang cukup jauh dari perbatasan,” katanya.

Namun, reaksi berbeda datang dari Sabah. Sejumlah pemimpin politik di negara bagian tersebut menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap kesepakatan yang dianggap dibuat tanpa konsultasi dengan pemerintah lokal. Mereka menilai hal ini sebagai pengabaian terhadap kepentingan Sabah.

Reaksi Politik dari Negara Bagian Sabah

Wakil Ketua Menteri Sabah, Datuk Seri Jeffrey Kitingan, menyebut bahwa Anwar “berutang penjelasan kepada Sabah”. Ia menyayangkan keputusan tersebut dibuat tanpa dialog terbuka dengan pihak-pihak di Sabah yang wilayahnya berdekatan langsung dengan Ambalat.

“Saya kecewa mengetahui hal ini terjadi. Jika keputusan ini benar-benar dibuat tanpa berkonsultasi dengan Sabah, maka itu tidak baik. Ini adalah cara lain untuk melewati hak-hak kami,” kata Jeffrey Kitingan, seperti dikutip dari CNBC Indonesia.

Ia juga menyatakan niat untuk membawa isu ini ke Parlemen Malaysia guna meminta klarifikasi resmi dari Perdana Menteri Anwar Ibrahim. Menurutnya, Sabah harus dilibatkan dalam keputusan strategis yang menyangkut sumber daya alam di perairan teritorialnya.

Mantan Ketua Menteri Sabah, Yong Teck Lee, turut menyoroti kemungkinan kesalahan berulang dari Pemerintah Federal. Ia mengingatkan pada insiden tahun 2009, ketika hak atas Blok L dan M dilaporkan diserahkan Malaysia kepada Brunei tanpa persetujuan atau konsultasi dengan Sabah.

Menurut Yong, kesepakatan Ambalat berisiko mengulangi pola yang sama, yakni keputusan tingkat pusat yang mengorbankan kepentingan negara bagian. Ia menekankan pentingnya transparansi dan konsultasi dalam kebijakan luar negeri yang berdampak pada daerah.

Isu Ambalat memang menjadi salah satu titik rawan hubungan antara Jakarta dan Kuala Lumpur. Sejak awal 2000-an, ketegangan sempat meningkat karena aktivitas eksplorasi energi oleh kedua negara yang saling klaim wilayah tersebut.

Kesepakatan baru ini sejatinya dipandang sebagai upaya mendekatkan hubungan bilateral dan mendorong stabilitas kawasan. Namun, kurangnya koordinasi dengan pemangku kepentingan lokal seperti Sabah menimbulkan tantangan politik tersendiri bagi Malaysia.

Pengelolaan bersama Blok Ambalat memerlukan pembentukan otoritas gabungan yang akan mengatur pembagian hasil, operasional eksplorasi, dan perlindungan lingkungan laut. Detail teknis ini masih dalam tahap perencanaan oleh kedua pemerintah.

Belum ada keterangan resmi mengenai waktu pelaksanaan kerja sama ini. Namun, para pejabat di kedua negara menyatakan bahwa pembicaraan lanjutan akan dilakukan dalam waktu dekat untuk menyusun kerangka hukum dan institusional.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyebut bahwa kerja sama ini adalah bagian dari kebijakan luar negeri berbasis kesejahteraan. Pemerintah Indonesia berharap kesepakatan ini dapat mendorong stabilitas dan pembangunan di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, pemerintah Malaysia menghadapi tekanan internal untuk menyampaikan detail lengkap dari kesepakatan tersebut, termasuk dampaknya terhadap hukum nasional, batas wilayah Sabah, dan potensi pendapatan negara bagian dari kerja sama ini.

Kesepakatan Ambalat juga menjadi ujian bagi kemampuan diplomasi kedua negara dalam mengelola sumber daya bersama di tengah dinamika politik domestik yang kompleks. Ini juga mencerminkan pendekatan pragmatis dalam menyelesaikan konflik teritorial.

Dalam waktu dekat, reaksi dari masyarakat sipil, pakar energi, dan lembaga legislatif di kedua negara diperkirakan akan terus bermunculan. Mereka akan menyoroti aspek transparansi, distribusi hasil, dan dampak lingkungan dari eksplorasi blok Ambalat.

Kerja sama ekonomi dalam bentuk pengembangan bersama memang bisa menjadi alternatif atas konflik wilayah. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kepercayaan publik dan kejelasan peran semua pihak yang terdampak secara langsung.

Kesepakatan ini juga akan menjadi preseden penting bagi penyelesaian sengketa wilayah maritim lainnya di Asia Tenggara. Jika berhasil, kerja sama Ambalat bisa menjadi model bagi kawasan dalam menangani konflik batas dengan pendekatan kolaboratif.

Penting bagi kedua negara untuk tetap menjaga komunikasi terbuka dengan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat adat di sekitar wilayah perairan tersebut. Keterlibatan semua pihak akan menentukan kelangsungan dan legitimasi proyek ini.

Langkah strategis berikutnya adalah memastikan bahwa kerja sama ini mengutamakan prinsip keadilan dan keberlanjutan. Sumber daya alam yang dikelola bersama harus mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa mengorbankan hak-hak daerah.

Pemerintah Indonesia juga perlu mempertimbangkan mekanisme pengawasan independen dalam kerja sama ini agar tidak terjadi ketimpangan atau pelanggaran lingkungan. Perlu ada regulasi teknis yang memperjelas batas tanggung jawab operasional dan fiskal.

Diperlukan komunikasi intensif antara pemerintah pusat Malaysia dengan otoritas di Sabah untuk menghindari gesekan politik yang dapat menghambat kerja sama regional. Langkah ini penting untuk membangun kepercayaan dalam pengelolaan sumber daya bersama.

Pemerintah Indonesia dan Malaysia juga sebaiknya segera membentuk forum konsultatif yang inklusif, melibatkan pemerintah daerah, komunitas nelayan, serta organisasi lingkungan untuk mendukung keberlanjutan kerja sama di Ambalat.

Pendekatan berbasis kolaborasi yang saling menguntungkan tidak boleh mengabaikan sensitivitas lokal. Dialog terbuka dan partisipatif akan membantu menciptakan model kerja sama lintas batas yang adil dan berdaya guna jangka panjang.

Kepastian hukum dan pengaturan teknis yang jelas dalam pengelolaan Blok Ambalat juga harus diprioritaskan untuk menghindari kesalahpahaman antar pemangku kepentingan. Hal ini akan meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengembangan wilayah tersebut.

Keberhasilan kesepakatan ini akan menjadi tolok ukur komitmen kedua negara dalam menjunjung prinsip kedaulatan, kemitraan, dan pembangunan berkelanjutan. Jika dikelola dengan baik, Ambalat bisa menjadi simbol perdamaian dan kesejahteraan di perbatasan.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: AmbalatAnwar Ibrahimkerja sama ekonomiLaut SulawesiPrabowo SubiantoSabah
Post Sebelumnya

Terminal Arjosari Verifikasi Jupang Usai Insiden Pengeroyokan

Post Selanjutnya

FlyJaya Resmi Terbang Perdana dari Halim

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
FlyJaya Resmi Terbang Perdana dari Halim

FlyJaya Resmi Terbang Perdana dari Halim

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.